wanita sholehah

siapakah wanita sholehah yang slalu di damba oleh setiap pria, dan bagaimana ciri-cirinya ??

baiklah akan saya ambilkan dari ayat al-qur’an dan tafsir nya tentang siapa dan bagaimana ciri-ciri wanita sholehah;)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

“Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.” (An-Nisa: 34)

Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan di antara sifat wanita shalihah adalah taat kepada Allah dan kepada suaminya dalam perkara yang ma’ruf lagi memelihara dirinya ketika suaminya tidak berada di sampingnya.

“Tugas seorang istri adalah menunaikan ketaatan kepada Rabbnya dan taat kepada suaminya, karena itulah Allah berfirman: “Wanita shalihah adalah yang taat,” yakni taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada.” Yakni taat kepada suami mereka bahkan ketika suaminya tidak ada (sedang bepergian, pen.), dia menjaga suaminya dengan menjaga dirinya dan harta suaminya.” (Taisir Al-Karimir Rahman, hal.177)

Ada kisah Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadapi permasalahan dengan istri-istrinya sampai beliau bersumpah tidak akan mencampuri mereka selama sebulan, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan kepada Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَسَى رَبُّهُ إِنْ طَلَّقَكُنَّ أَنْ يُبْدِلَهُ أَزْوَاجًا خَيْرًا مِنْكُنَّ مُسْلِمَاتٍ مُؤْمِنَاتٍ قَانِتَاتٍ تآئِبَاتٍ عَابِدَاتٍ سآئِحَاتٍ ثَيِّبَاتٍ وَأَبْكَارًا

“Jika sampai Nabi menceraikan kalian, mudah-mudahan Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kalian, muslimat, mukminat, qanitat, taibat, ‘abidat, saihat dari kalangan janda ataupun gadis.” (At-Tahrim: 5)

Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan beberapa sifat istri yang shalihah yaitu:

Muslimat: wanita-wanita yang ikhlas (kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala), tunduk kepada perintah Allah ta’ala dan perintah Rasul-Nya.

Mukminat: wanita-wanita yang membenarkan perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala
Qanitat: wanita-wanita yang taat
Taibat: wanita-wanita yang selalu bertaubat dari dosa-dosa mereka, selalu kembali kepada perintah (perkara yang ditetapkan) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam walaupun harus meninggalkan apa yang disenangi oleh hawa nafsu mereka.
‘Abidat: wanita-wanita yang banyak melakukan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala (dengan mentauhidkannya karena semua yang dimaksud dengan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an adalah tauhid, kata Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma).
Shoimat: wanita-wanita yang berpuasa. (Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, 18/126-127, Tafsir Ibnu Katsir, 8/132)

Istri-istri sholehah bisa kita rinci dengan lainnya yang Akan Q ambil keterangan-keterangannya dari hadis,

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا، قِيْلَ لَهَا: ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR. Ahmad 1/191)

Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا، الَّتِى إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا، وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوقُ غَضْمًا حَتَّى تَرْضَى

“Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257.)

Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya.
Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya. Asma’ bintu Yazid radhiallahu ‘anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?” Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab. Aku (Asma) pun menjawab: “Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami).” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فَلاَ تَفْعَلُوا، فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِثْلُ الشَّيْطَانِ لَقِيَ شَيْطَانَةً فِي طَرِيْقٍ فَغَشِيَهَا وَالنَّاسُ يَنْظُرُوْنَ

“Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya.” (HR. Ahmad 6/456,)

Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ

“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. 1417.)

Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta’ (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

“Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)

Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.” Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:

لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى امْرَأَةٍ لاَ تَشْكُرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لاَ تَسْتَغْنِي عَنْهُ

“Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa.)

Istri-istri sholehah bisa kita rinci dengan lainnya yang Akan Q ambil keterangan-keterangannya dari hadis,

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا، قِيْلَ لَهَا: ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR. Ahmad 1/191)

Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا، الَّتِى إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا، وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوقُ غَضْمًا حَتَّى تَرْضَى

“Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257.)

Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya.
Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya. Asma’ bintu Yazid radhiallahu ‘anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?” Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab. Aku (Asma) pun menjawab: “Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami).” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فَلاَ تَفْعَلُوا، فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِثْلُ الشَّيْطَانِ لَقِيَ شَيْطَانَةً فِي طَرِيْقٍ فَغَشِيَهَا وَالنَّاسُ يَنْظُرُوْنَ

“Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya.” (HR. Ahmad 6/456,)

Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ

“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. 1417.)

Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta’ (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

“Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)

Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.” Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:

لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى امْرَأَةٍ لاَ تَشْكُرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لاَ تَسْتَغْنِي عَنْهُ

“Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa.)

Iklan
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Kitab BarencongMutiara Hikmah & Ilmu Hakikat persembahan Awaluddin Ma’rifatullah indonesia

014
      8 Votes
Salam sahabat Am..

terimakasih kepada saudara-saudara yg berada diluar negri, malaysia, singapura, brunai darusallam, amerika serikat, rusia, inggris, saudi arabia,republik korea, combodia dll yg telah berkunjung di situs ini.

Terimakasih banyak..

jika berkenan untuk silaturahmi silahkan chat via email : indonesia_am@yahoo.com atau email pribadi saya buayaarjuna840@gmail.com

Semoga apa yg kami persembahkan ini bermanfaat untuk kita semua. Amiin allahumma amiin.

KATEGORI:UNCATEGORIZED1 COMMENT

KITAB BARENCONG – HUBUNGI SAYA

22 Agustus 2014

      6 Votes
Saran dan masukan,

Konsultasi tasawuf,

Mujakarah dan Silaturahmi.

A/n : Bakhtiar-Am Indonesia

Hubungi : 082154116382

D/a : Jl.Raya Kodeco KM.02 Komplek perumahan jhonlin indah Blok D11 No.18 Ds.Gunung Antasari Kec.Simpang Empat Kab. Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan 72171 Indonesia.

KATEGORI:UNCATEGORIZED4 COMMENTS

isi kitab barencong 7

25 Juli 2014

      22 Votes
WAL AWAL WAL ACHIR ALLAHUSSAMA WATIWAL ARDI

WAL JAHIRU WAL BATHINU LILLAHISSAMA WATIWAL ARDI

LAHU KUSSAMA WATIWAL ARDI

ALLAHUL LAZI KHOLAQOSSAMA WATIWAL ARDI

LAHURUFIN ALIF TIDAK KOSONG

WALA SAUTIN

FA LAM ALIF

KOSONG TITIK ALIF

ALLAH MUHAMMAD ADAM

AHADIYAT WAHDAH WAHDIYAT

ZAT SIFAT AF’AL

ALIF _________ TERBANG

LA HURUFIN WALA SAUTIN

TIADA HURUF TIADA SUARA

INILAH DIA JIBU

ALIF TERBANG INI DIBUNYIKAN MENJADI : A.I.U

(AKU INI HIDUP) ATAU DENGAN LAIN KATA :

AKU TUHAN, IA TUHAN, UJUD TUHAN

SEMUANYA SIMPUN KEPADA HU ; DAN HU ITU LENYAP

DALAM JIBU, ARTINYA ;

TIADA HURUF DAN TIADA SUARA

INILAH AHIR PERJALANAN SEORANG SALIK/ PENUNTUT KAUM SUFI ATAU AHLI PERJALANAN

DEMIKIANLAH ADANYA.

—oo0oo—

ZAT …………………………………JIBU

SIFAT …………………………Kenyataan ZAT

sifat namanya

ASMA ……………………………………Kenyataan ZAT,

Asma namanya

AF’AL …………………………………Kenyataan ZAT

Kelakuan namanya

SYAREAT

THAREKAT

THAQIQAT

MA’RIFAT

ALIF ADALAH ZAT

LAM AWAL ADALAH SIFAT

LAM ACHIR ADALAH ASMA

HA ADALAH AF’AL

INILAH YANG BERNAMA ALLAH YANG SEBENARNYA

ALIF KENYATAAN HAYATULLAH ZAT

KAF KENYATAAN ALIMULLAH

BA KENYATAAN KUDRATULLAH

RO KENYATAAN IBADATULLAH

INILAH KEMAHA BESARAN TUHAN ALLAH AZZAWAZALLA

KALAU KITA SIMPUNKAN MENJADI SATU

1. ALLAH : ADALAH NAMA BAGI ZAT YANG WAJIBAL WUJUD

AKBAR : ADALAH NAMA BAGI SIFAT HAYATULLAH ZAT

2. ALLAH : NAMA BAGI BATHIN

ALLAH TA’ALA

AKBAR : NAMA BAGI ZAHIR

JADI YANG SEBENAR-BENARNYA TAKBIR ITU ADALAH :

MENUNJUKKAN KEADAAN ALLAH PADA MUHAMMAD

ARTINYA : ZAHIR TUHAN ADA PADA MUHAMMAD DAN BATHIN MUHAMMAD ADA DI TUHAN

BER-ARTI : YANG MENYEMBAH JUGA YANG DISEMBAH

MAKA YANG BERLAKU DALAM KEADAAN SEMBAHYANG ITU

ADALAH RAHASIA ALLAH SEMATA-MATA

DALILNYA : LAYA’ BUDULLAH ILLALLAH

ARTINYA : TIADA YANG MENYEMBAH ALLAH, HANYA ALLAH

—oo0oo—

NAIKNYA NAFAS SHIFAT

TURUNNYA NAFAS ZAT

HILANGNYA NAFAS ASMA

NAIKNYA NAFAS, BUKAN HURUF

TURUNNYA NAFAS, BUKAN SUARA

ATAU PUN DENGUNG

LENYAPNYA NAFAS TURUNYA NAFAS NAIKNYA NAFAS

BERSATUNYA NAFAS.

A I U = AKU INI HIDUP

LA HURUFIN WALA SAUTIN.

TIADA HURUF TIADA SUARA TIADA KATA-KATA.

KUDRAT

ILMU

IRADAT

HAYAT

SAMA

KALAM

SHIFAT 7

BASAR

INSAN INSAN

INSAN IMAN

RAHASIA ISLAM

NYATA TAUHID

HATI MA’RIFAT

ZAT

TUBUH MA’RIFAT

AF’AL

SIFAT

ASMA

LAISA

TA’ALA SANI TA’AIN AWAL LA TA’AIN

ROH IDHOFI UJUD IDHOFI ALLAH

RAHASIA SIR ZAT

ROH ROH

NYAWA

PENGRASA PENGLIHAT PENDENGAR PENCIUM

KAKI PUSAT DADA KEPALA

Maghrib Ashar Zohor Subuh

ISYA : meliputi seluruhnya ataupun dengan kata lain zahir bathin

NYAWA ADAM

SAREAT : TUBUH

TAREQAT : HATI

HAQIQAT : RUH

MA’RIFAT : RAHASIA NYAWA MUHAMMAD

FANA MUHAMMAD

PADA ALLAH

NUR MUHAMMAD = NUR ALLAH

HA DAN ALLAH

“WAL AWAL WAL ACHIR”

NAH : INILAH ZIKIR MARIFAT ATAU RAHASIA (SEMPURNA) KENAL DAN MENGENAL

HA ALIF

TIDAK BERHURUF TIDAK BERSUARA DAN TIDAK ADA KATA-KATA.

AKU ADALAH AKU DALAM SEGALA HAL

Tidak akan diucapkan kalimat AKU : melainkan oleh orang yang berkawan dengan kelengahan dan oleh setiap orang yang terhijab oleh hakikat. Tidaklah semuanya benar bagi orang yang ber-AKU-AKU. Engkau berani mengatakan AKU ; sedang engkau masih terhijab/terdidinding dari padaku. Pesona dunia ini masih mencekam dirinya (dirimu), masing-masing akan menyambar dirimu dengan seruan kepad zat dirimu, engkau saja masih didalam kegaiban yang kelam daripadaku. Maka apabila engkau telah melihat AKU; dan akupun telah bernyata dihadapanmu, maka tetapkanlah keteguhanmu, maka tiada Aku lagi, melainkan aku.

Telah kuciptakan atau kuadakan untukmu dan untuk sesuatu menjadi tujuan ; antara lain tujuan itu ialah ; CINTAMU KEPADA DIRIMU SENDIRI.

Itulah tetesan waham atau kalimat yang engkau warisi. Kata-kata Aku adalah egomu sendiri ; Aku berlepas diri dari anggapan yang demikian. Dan tidak lain ZAT itu, melainkan kepunyaanku jua. Dan tidak lain AKU itu, kecuali hanya untukmu semata.

Akulah yang dia itu : dan adapun hakikatmu itu bukanlah pula persoalan. Hanya sesungguhnya engkau berada pada pembagian yang bersifat waham atau dugaan saja (sangka-sangka).

Hal ini disebabkan karena caramu berfikir dan pencapaianmu pada pendakian jiwa dan persoalan. Engkau dalam setiap saat terbagi kepada : “menyaksikan dan disaksikan

Dua menjadi satu dalam bentuk perjodohan. Jiwa yang mencapai dan persoalan yang dicapai. Adapun hakikatnya sendiri tersembunyi jauh dibalik perjodohan itu, meninggi atasnya, jauh dari segala itu semuanya. Sekarang engkau bukan lagi ZAT dan perjodohan; tetapi engkau hanyalah RUH dari RUHKU, tiada nisbah bagimu melainkan padaku. Engkau tidak mengungkapkan hakikat ini, kecuali dikala terangkat daripadamu tirai penutup dan engkau memandangku ketika itulah engkau telah lenyap dari pada dirimu yang berjodohan yang bersifat serba duga/waham (sangka-sangka).

Dirimu yang sebenarnya yang bukan ZAT dan bukan pula dari persoalan. Tetapi hanya engkau semurni-murni RUH yang tidak terbagi-bagi atau JAUHAR, meninggi, tidak nisbah melainkan kepadaku. Maka engkau tidak lagi mengulangi mengata AKU.

Melainkan engkau mengatakan “ENGKAU TUHANKU”

Akumu itu adalah rahasiaku jua adanya. Sebab telah engkau ketahui, bahwa AKU adalah untukmu semata. Dan sekarang engkau adalah hambaku, Hai hambaku.

Jika engkau sudah melihatku, maka tiada lagi engkau dan apabila engkau telah tiada, maka tiada lupa ada tuntutan dan apabila tiada tuntutan hilanglah sebab, dan bila sebab telah lenyap tiada lagi nisbah, sampai disini sirnalah hijab.

CINTA MUTLAK

Cinta hakiki tak mau dibelah dua, dia tetap satu, dia rahasia. Inilah akidah/pendirian seorang sumber segala akal yang mengatur alam ini, yang terbit daripadany karena se-mata-mata limpahan dan anugerah.

Puncak segala akal ialah aqlul faal atau akal pembuat dan dialah yang mengatur bumi dann segala yang ada dalam bentuknya yang tetap. Dan dialah masdar atau tempat timbul jiwa insane. Oleh karena jiwa-jiwa itu senantiasa ingin hendak kembali kepadanya maka apabila manusia menyediakan dirinya untuk belajar dan menuntut dan merenungi dan tidak puas-puas/ tidak bosan-bosan menyediakan sedalam-dalamnya, niscaya akan beroleh dia akan kebahagiaan yang dimiliki orang lainnya yaitu dengan ma’rifatul kamilat atau pengetahuan yang sempurna. Dan hakikat mujaradat atau hakikat semata, sampai tercapai pertemuan dengan al aqlul faal. Permulaan dan kesedahan ujud adalah ALLAH. Diatasnya tidak ada apa-apa lagi, walaupun Adam dia jadi sendirinya dan tidak berkehendak kepada penciptanya/pencipta lainnya buat menciptakan dirinya. Karena demikian timbullah bertali-tali dan berlingkar-lingkar yang tiada putus-putusnya. Kainat atau segala yang ada, yang lainnya adalah mashor atau kenyataan daripada adanya, daripada ilmunya dan iradatnya. Dan daripadanyalah terambil hayat seluruhnya. Memang alam itu adalah mendatang atau ardi. Sebab itu yang ada itu hanya satu pada hakikatnya. Bahkan dialah ujud semata, kainat yang Nampak. Jadi fahamnya kembali kepada keesaan ujud jua.

Beramal bukan ingin sorga dan bukan pahala takut akan neraka

Tetapi karena CINTA. Dan yang ada dalam diri sendiri.

Karena itu adalah tumpahan segala cinta. Jadi siapa-siapa yang telah sampai kepada cinta hakiki atau cinta mutlak atau cinta qudus, maka mereka berhak disebut INSAN KAMIL, atau dengan kata lain, MUHAMMAD INSAN KAMIL.

Muhammad insan kamil itu ialah: orang yang ber-akhlak dengan akhlak Allah. Orang yang bersifat dengan sifat Allah. Orang yang berakal dengan akal Allah. Orang yang berbuat dengan perbuatan Allah. Orang yang berpandangan dengan pandangan Allah.

Semuanya demi Allah, bukan demi itu dan ini.

Orang yang seperti ini pandangannya hanya satu ialah : SEMUA ITU ALLAH DAN ALLAH ITU SEMUANYA.

Inilah yang hamba maksud dengan :

FANA DALAM CAHAYA DAN LEBUR DALAM API.

…………………………………………………………….

demikianlah akidah atau pendirian seorang wali semoga kita demikian pula hendaknya.

—oo0oo—

YANG DIMAKSUD MA’SIAT BATHIN

1. Minta habarkan dan minta didengari oleh orang tatkala berbuat ibadat (sembahyang).

2. Ria, minta dilihat orang waktu ibadat

3. Membesarkan diri – angkuh-sombong – menghina orang lain

4. Hasad – dengki akan anugerah Allah Ta’ala kepada orang lain

5. Al-Haqad – dendam pada orang lain

6. Hubul Mal –kasih akan harta dunia, kikir berbuat sedekah

7. Hubul Jah – kasih akan kejahatan

8. Hubul mada – kasih untuk dipuji

9. Hubul dunnya – kasih akan dunia malas beribadat untuk akhirat

10. Ujuh – menyebut-nyebut orang lain dengan sindiran

Demikianlah yang dimaksud dengan maksiat bathin. Semoga kita sekalian sungguh-sungguh terlepas daripada yang 10 (sepuluh) pasal tersebut.

—oo0oo—

BISMILLAHIRRACHMANNIRRAKHIM

Alhamdulillahi robbil alamin washolatu wassalamu ala asrofil anbiya wal mursalin wa’ala alihi wasahbihi ajmain amma ba’du.

Asal suatu risalah yang kecil yang menyatakan usul bagida ALI kepada RASULULLAH S.A.W. barang siapa mengetahui jalan sempurna amalnya ini. Bermula sembah asiyidina ALI.

Ya Tuhanku apakah Syari’at, tharikat, hakikat, dan ma’rifat itu.

Jawab Rasulullah

Syareat itu pada TAUBAT

Tharikat itu pada HATI

Hakikat itu pada RUH

Ma’rifat itu pada ZAT ALLAH

Sembah syaidina ALI

Ya tuhanku apakah syareat, tharekat, hakikat, dan ma’rifat itu, samakah, samakah berlainankah amalnya.

Jawab Rasulullah s.a.w

Asalnya orang sareat dan tharikat ; semata-mata mengerjakan segala pesuruh.

Amalnya orang hakikat ; mengesakan Zat Allah

Amalnya orang ma’rifat : tetap pada Zat Allah

Sembah Saiyidina ALI

Ya Tuanku adapun syareat, tharekat, hakikat, dan ma’rifat, berlainankah atau samakah nafsunya.

Jawab Rasulullah s.a.w

Syariat, nafsunya, amarah, matinya hancur lebur/cerai berai

Tharekat, nafsunya sawiyah, matinya kurus kering

Hakikat nafsunya lawwamah, matinya lamak gemuk putih kuning

Ma’rifat nafsunya mutmainah, matinya lenyap dalam kubur

Sembah saiyidina ALI ya tuanku adapun syareat, tharekat, hakikat, ma’rifat, berlainankah atau samakah sembahyangnya.

Jawab Rasulullah s.a.w

Sembahyang orang sareat akan kiblat. Menghadap baitullah membara hatinya bercahaya.

Sembahyang orang tharekat membara hatinya bercahaya, kiblatnya menghadap Baitul makmur.

Sembahyang orang hakikat kiblatnya menghadapa Arsy membara hatinya bercahaya.

Sembahyang orang ma’rifat kiblatnya menghada seperti firman Allah s.w.t. didalam al-qur’an.

FA’ATIMALLA TUWALLU FASSAMA WAD HULLAH

Barang siapa dimana kamu menghadap akan mukamu/wajahmu, atau akalmu, rohmu maka disanalah wujud Allah bercahaya-cahaya dan imannya terang tiada sepertinya.

Sembah sayisina ALI

Ya tuanku adapun syareat, tarekat, hakikat dan ma’rifat, berlainankah atau samakah pekerjaannya.

Jawab Rasulullah s.a.w

Pekerjaan sareat itu : mengucap syahadat, sembahyang, puasa, memberi zakat dan naik haji.

Pekerjaan tarekat itu : mentasdikkan barang yang diamalkannya

Pekerjaan hakikat itu : senantiasa tetap adanya dan mengesakan zat Allah Ta’ala menepikan

barang lainnya.

Pekerjaan ma’rifat itu: semata-mata tetap adanya dan sendirinya zat Allah Ta’ala

Sembah sayidina Ali

Ya Tuanku adapun sareat, tarekat, hakekat dan ma’rifat, berlainankah atau samakah alamnya

Sabda Rasulullah s.a.w

Sareat itu ialah : alamnya perjalanan tubuh

Tarekat itu ialah : alamnya malakut perjalanannya hati

Hakikat itu ialah : alamnya jabarut perjalanannya RUH

Ma’rifat itu ialah : alamnya lahud perjalanannya SIR

Sembah sayidina Ali

Syareat, tharekat, hakikat, ma’rifat, samakah ilmunya.

Sabda Rasulullah s.a.w

Sareat itu ialah : ilmunya yakin

Tharekat itu ialah : Ainal yakin

Hakikat itu ialah: Haqul yakin

Ma’rifat itu ialah : Kamallul yakin

Sembah Sayidina Ali

Apakah yang empat itu sama kebangkitannya?

Sabda Rasulullah s.a.w

Kebangkitan sareat ialah : taubat sekalian dosa

Kebangkitan tarekat ialah : sabar dan ridha akan qudrat Allah

Kebangkitan hakikat ialah : syukur akan barang yang dating daripada Allah swt.

Kebangkitan ma’rifat ialah : ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah Ta’ala.

Maka sembah Sayidina Ali

Ya tuanku orang yang ampuk itu apa kejadiannya.

Sabda Rasulullah saw

Adapun sareat itu ialah : kejadiannya af’al

Adapun tharekat itu ialah : kejadiannya asma

Adapun hakikat itu ialah : kejadiannya sifat

Adapun ma’rifat itu ialah : kejadiannya zat

Sembah Sayidna Ali

Adapun yang empat (4) itu apakah atas zatnya

Sabda Rasulullah saw

Adapun sareat itu ialah : kulit dan bulunya

Adapun tharekat itu ialah : darah dan daging

Adapun hakikat itu ialah : urat tulang

Adapun ma’rifat itu ialah : otak dan sumsum

Sembah Sayidna Ali

Ya tuanku adapun yang 4 itu apakah maujudnya

Sabda Rasulullah saw

Sareat itu ialah : pendengarannya

Tharekat itu ialah : penglihatannya

Hakikat itu ialah: penciumannya

Ma’rifat itu ialah : pengrasanya

Sembah Sayidna ALI

Ya tuanku adapun yang 4 (empat) itu berlainankah Rohnya

Sabda Rasulullah saw

Syareat itu ialah : Rohani

Tharekat itu ialah : Rahmani

Hakikat itu ialah: Roh Idofi

Ma’rifat itu ialah : Robbani

Sembah Sayidna ALI

Ya, tuanku : Apakah yang tinggi tiada rendah

Yang hidup tiada mati.

Yang luas tiada sempit

Yang benar tiada salah

Yang menghadap tiada membelakangi

Yang manis tiada pahit

Yang ruh tiada dua

Sabda Rasulullah s.a.w

Yang tinggi tiada rendah itu Allah

Yang hidup tiada mati itu Allah

Yang besar tiada kecil itu Allah

Yang hampir itu tiada jauh itu Allah

Yang luas tiada sempit itu Allah

Yang menghadap itu tiada membelakangi itu Allah

Yang suci itu tiada nazis itu Allah

Yang manis tiada tiada pahit itu Allah

Yang ESA tiada dua itu Allah

Sembah Sayidina ALI

Ya, tuanku dapatkah hamba peroleh ilmuyang dimiliki itu?

Maka sabda Rasulullah s.a.w

Siapa ia sungguh-sungguh mengenal dirinya itulah yang tinggi tiada rendah

Siapa yang merendahkan diri itulah yang besar tiada kecil

Siapa yang mengesakan Allah itulah yang hidup tiada mati

Siapa percaya akan Allah ituah yang suci tiada Nazis

Dan barang siapa yang tiada sirik itulah yang manis tiada pahit

Barang siapa yang menafikan hal lain itulah ESA tiada dua

Sembah sayidina Ali

Apakah hamba dapat memiliki martabat seperti itu

Sabda Rasulullah s.a.w

HAI ANAKKU ALI : tatkala akan makan minum didalam dunia, supaya engakau makan minum beserta Allah.

Tatkala akan dudukmu didalam dunia supaya engkau melihat serta Allah.

Tatkala akan pendengaranmu didalam dunia supaya engkau mendengar serta Allah.

Tatkala akan perkataanmu didalam dunia, supaya engkau berkata-kata serta Allah

Matikan dirimu didalam dunia, besok aku bertemu akan Allah

Sembah Sayidina Allah

Ya, Tuhanku, sejak syujud menyembah.

Rasulullah s.a.w

Matinya iman itu agama, guru iman itu ikhlas, dan dahan iman itu cita-cita, dan iman itu SIR, dan cabang iman itu amal, dan daun iman itu kasar tekun dan haraf, buah iman itu jo’ah (joah) dan nyawa iman itu kasih (kasihan), iman itu ruh dan iman itu hati, yang mu’min dan iman itu yakin, dan pertahanan iman itu sembahyang, dan sareat iman itu fardhu. Dan tharekat iman itu jalan sempurna, dan hakikat iman itu Esa. Ma’rifat iman itu tetap pada zat waibal wujud.

Adakah syahadat iman itu selain daripada itu.

Kepala iman itu akir (laillahaillallah) hatina menyatakan iman dan cahaya iman itu benar, dan kalam iman itu suci, dan nyawa iman itu hidup.

Jantung iman itu jama’ah.

Urat iman itu segala rukun.

Tulang iman itu rukun.

Lutut iman itu sabar.

Dada iman itu amar.

Iga iman itu ikhlas.

Ilmu iman itu sempurna dunia dan akherat.

Wallahu alam bisawwab.

—oo0oo—

Kemudian apa yang terkandung dalam nama MUHAMMAD.

1. MIM-MAHMUDUN ’ALAIYAH : maksud kepujian pada Muhammad ialah; yang

menjadikan wakil dari Tuhan YME pada hari hisab.

Firman Allah Ta’ala ; tiada aku utus engkau Muhammad melainkan menjadi rahmat sekalian alam.

2. HA-HAMIDUN ALAIHI : maksudnya MUHAMMAD lah yang terpuji yag mendirikan ;

syareat, tharekat, hakikat, dan ma’rifat, seperti kata Tuhan

YME. Dalam hadits qudsyi, maksudnya ; benarlah hambaku

Muhammad, setiap apa yang disampaikannya kepadaku.

3. MIM- MUJANIUN : ialah MUHAMMAD lah yang menghimpun puji bagi Allah

LAHMIJIDILLAH Ta’ala, bagi puji zahir maupun puji bathin

Firman Allah Ta’ala maksudnya : sesungguhnya kami menyuruh mengikuti Muhammad pada perhatiannya maupun perbuatannya.

4. DAL – TOBADILLAH ILLA HUA : maksudnya, kuganti kerjaanku kepadamu ya Muhammad, dijadikan Muhammad atas rupaku, artinya tiada wujudku melainkan wujud Muhammad ganti kerjaanku.

Syahadat bathin ada mengandung sifat 20 kadim :

Syahadat jahirpun ada juga sifat 20nya nyata, yaitu :

UJUD ialah : Bumbunan kepala

KIDAM ialah : Telinga kanan

BAQA ialah : Telinga kiri

MUHALLAFAH ialah : Mata kanan

KIAMUHU ialah : Mata kiri

WAHDANIYAT ialah : Mulut

KODRAT ialah : Bahu kanan

IRADAT ialah : Bahu kiri

ILMU ialah : Susu kanan

HAYAT ialah : Susu kiri

SAMA ialah : Tangan kanan

BASHAR ialah : Tangan kiri

KALAM ialah : Pangkal tangan kanan

KODIRUN ialah : Pangkal lengan kiri

MURIDUN ialah : Kaki kanan

ALIMUN ialah : Kaki kiri

HAYUN ialah : Paha kanan

SAMIUN ialah : Paha kiri

BASIRUN ialah : Pusat

MUTAKALIMAN ialah : Jantung

Maka dengan adanya sifat 20 (dua puluh ) ini, bathin maupun zahir, sudah ada dalam wujud.

BISMILLAHIRRACHMANNIRRAKHIM

WASSOLATU WASSALAMU ALA ASROFIL MURSALIN SYAIYIDINA MUHAMMAD WA ALA ALLIHI WASOHBIHI WASSALAM A’MA BA’DU

Adapun pasal menyatakan bicara hakikat dan am’rifat menyemabah Allah Ta’ala dengan memelihara segala hukum syareat yang zahir yang diperintahkan oleh Rasulullah, yaitu : yang dimaksudkan oleh Allah Ta’ala, ilmu dan amal, dan menjalankan akan jalan segala nabi-nabi dan wali-wali Allah

Yaitu memandang Allah Ta’ala itu dengan hati yang normal. Bahwasannya Allah Ta’ala wujud sendirinya,yaitu memandang dan mengetahui, mengenal satu-satunya paham dan putih bersih, dan nugrahanya haq Allah Ta’ala serta dalil aqal dan naqal. Maka tiada hasil hakikat itu, melainkan dibaiki syareat. Hasil ketiganya itu menghasilkan ma’rifat.

Pasal pada menyatakan hal dan limpahan segala ahli tasauf yang diperbuat tiap-tiap hari siang dan malam ketika mengerjakan segala yang dipardukan Allah Ta’ala dengan sekira-kiranya memadai kuatnya jasad pada mengerjakan dia yang disuruhnya atau disuruh oleh Allah Ta’ala. dan menjauhkan segala yang dilarang. Dan disuruh oleh Allah ta’ala memeliharakan segala rahasia-rahasia kehati dan melazimkan segala makam yang 11 (sebelas) ; seperti Taubat, sakit, sabar, syukur, tawwakal, ridha, wara, suci, ajam, murakabah dan lainnya.

Pertama-tama orang yang megerjakan jalan ini mulai dengan taubat karena taubat itu bersuci dari pada najis. Demikianlah ha ahli tasauf.

Bermula setengah dari rahasia ketuhanan itu IMAN DAN KAMIL. Yaitu keluarlah engkau dari pada Allah ta’ala seperti bahwasannya, jangan engkau sekutukan Allah Ta’ala dengan sesuatu dari segala sifatnya yang tertentu dengan DIA :

Dan “YAKIN KAMIL” Yaitu keluar engkau dari diriku, artinya keluar dari pada dayamu dan kuatmu dan wujudmu. Jangan engkau sekutukan Allah Ta’ala dengan sesuatu dari segala sifatnyayang tertentu dengan dia yang yakin kamil, yaitu ada pada mukamu, karena ujudmu dan dayamu itu majas., dan bayang-bayang jua. Karena sekalian yang dijadikan Allah Ta’ala hanya ujud hakiki, dan kuat daya upaya yang hakikatnya hanya Allah Ta’ala jua.

Maka hendaklah engkau nafikan ujud dirimu dan sekalian yang lan daripada ujud Allah Ta’ala itu. supaya sempurnalah dari pada syirik hafi dan supaya engkau pandang kesempurnaan Allah Ta’ala dan daya upayanya dan kuatnya pada temat ujud dan lemahnya/lemahmu dan daifmu itu.

Setengah dari pada rahasia, ketahuilah olehmu akan bahwasannya kita pandang, kita I’tiqadkan, bahwa sesungguhnya akan kita ini tetap selama-lamanya dalam ilmu Allah Ta’ala.

Pertama : Penglihat, pendengar, kelakuan dan kehendaknya.

Sekianlah pada sebenarnya I’tiqad segala nabi-nabi dan wali-wali Allah serta Ulama-ulama yang saleh-saleh, janganlah kita berubah I’tiqad ini supaya kita sampai kepada jalan FANA BILLAH – BAQA BILLAH. Yaitu lenyapkanlah kita ke dalam Allah Ta’ala supaya kekal dalam keadaan Allah ta’ala.

Bermula dikehendaki lenyap dan hapus itu, tiada lagi kita atau diri kita, hanya yang kelihatan ZAT ALLAH TA’ALA jua semata-mata tetap dengan penglihatannya mata hati dan mata zahir harus menyatu dalam rahasianya.

Dan tilik hakikat adalah isyarat umpama besi di dalam api, maka tatkala merah besi, tidak kelihatan besi, hanyalah keadaan api jua yang kelihatah itu semata-mata. Maka ZAT ALLAH TA’ALA – SIFAT ALLAH TA’ALA – AF’AL ALLAH TA’ALA semata-mata.

Maka apabila tetap dikarenakan sukuan didalam keadaan kita niscaya kita ini hilang. Maka tiada tinggal lagi baginya bekam. Maka kita sampailah kepada jalan fana billah dan baqa billah. Adapun dalil akal, apabila kita tidur lihatlah pada dirimu, adakah kekuasaan, dan kehendak, pengetahuan, penglihatan, pendengaran dan perkataan dan gerakan. Maka dalilnya yang menunjukkan akan tiada mempunyai, hanya daripada menerima sifat jua.

Dan empunya sifat itulah Allah Ta’ala jua semata-mata.

Maka jad dalil tahliklah kita dengan pengajaran guru yang kamil adanya.

SABDA NABI MUHAMMAD SAW pada menyatakan :

Bermula Syareat itu seperti tanah

Tharekat itu seperti air

Hakikat itu seperti angin

Ma’rifat itu seperti api

Maka sembahah syayidina Ali, ya, junjunganku adapun

Syareat itu seperti tanah, tanah yang mana ?

Tharekat itu seperti air, air yang mana ?

Hakikat itu seperti angin, angin yang mana ?

Ma’rifat itu seperti api, api yang mana ?

Jawab Rasulullah s.a.w

Hai ALI dengarlah pengajaranku, yaitu :

Syareat itu seperti tanah, yaitu badanku

Tharekat itu seperti air, yaitu Nur Muhammad

Hakikat itu seperti angin, yaitu nafasku

Ma’rifat itu seperti api, yaitu penglihatanku

Maka sembah Syaiyidina ALI, ya junjunganku sebenar-benarnya lah

Maka jikalau mati orang syareat apakah kejadiannya?

mati orang tharekat apakah kejadiannya?

mati orang hakikat apakah kejadiannya?

mati orang ma’rifat apakah kejadiannya?

RASULULLAH MENJAWAB :

Mati orang syareat hancur luluh

Mati orang tharekat kurus kering

Mati orang hakikat lemak gemuk putih kuning

Mati orang ma’rifat hilang lenyap

Sembah syaiyidina ALI, ya Rasuullah sebenar-benarnyalah

Jawab Rasulullah, barang siapa mengetahui ilmu ini maka sempurnalah serta sselamatlah dunia akherat, imannya lagi tiada kurang NUGRAHA Allah Ta’ala akan rezeki. Inaya Allah Ta’ala. Maka barang siapa yang tidak mengetahui ilmu ini yaitu terlebih atau dulu daripada binatang, sebab belum mengetahui akan tubuhnya sendir, wallahu alam bisawab.

MAN ARAFA NAFSAHU ARAFU RABAHU, artinya ; Barang siapa mengenal akan dirinya maka sesungguhnya ia mengenal akan Tuhannya.

MAKAM ARAFA RABBAHU FASADUL JASAD. Artinya : Barang siapa mengenal akan Tuhannya maka binasalah dirinya.

Maka ketahuilah olehmu NUR MUHAMMAD, itulah anginnya, biasa gaib kepada sekalian nyawa, itu misalnya jadi badan Muhammad, umpamanya karena sabit gaib kepada Muhammad, dan Muhammad itu gaib kepada sekalian hambanya Allh Ta’ala.

Firman Allah Ta’ala dalam hadits qudsyi yang artinya; bermula Sir Allah dengan Sir Muhammad itu sama arti.

Firman Allah ta’ala dalam hadits qudsyi, yang artinya :

Bermula Sir Allah dengan Sir Muhammad artinya ; Rahasia allah rahasia Muhammad. Maka Rahasia Allah tiada sekutu baginya an lawannya, tiada boleh nabi yang lain seperti NABI MUHAMMAD, karena diakui SIR ALLAH KALILLAHU TA’ALA ; menjadikan akan sesuatu jika tiada serta Muhammad, maka tidaklah dijadikannya semesta ala mini. Maka dinamai sifat hamba didalam badan, maka sembah syaiyidina ALI kepada Rasulullah s.a.w.

Ya Rasulullah, apakah yang dinamai jalan empat itu?

1. SYAREAT 2. THAREKAT 3. HAKIKAT 4. MA’RIFAT

Itu jalan empat dalam manusia.

Sabda Nabi s.a.w ya, Ali,

Adapun yang dinamai syareat itu ialah lidahku

Adapun yang dinamai tharekat itu ialah hatiku

Adapun yang dinamai hakikat itu ialah kediamanku

Adapun yang dinamai ma’rifat itu ialah nyawaku. Inilah jalan empat namanya.

Sembah Syaiyina ALI

Ya, rasulullah, akan tuan hamba mencari siddiq

Ya , rasulullah, adapun seperti syareat itu apa, tharekat itu

Apa, hakikat itu apa,, ma’rifat iru apa

Sabda Rasulullah s.a.w YA ALI

Diri itu ada dua : 1. Diri bathin, 2. Diri zahir

Keterangan :

Diri zahir / jasad : nyata daripada Nabi Muhammad s.a.w yaitu api, angin, air, tanah. Maka itulah asal tubuh kita yang kasar atau zahir ini.

Yang dimaksud diri bathin, yaitu yang tersembunyi didalam badan adapun nyawa itu

daripada NUR MUHAMMAD

artinya : adapun syareat itu perkataanku

tharekat itu perbuatanku

Hakikat itu kediamanku

Ma’rifatitu penglihatanku

Dan yang dikatakan : Syareat itu tubuh RASULULLAH

Tharekat itu Hati RASULULLAH

Hakikat itu kediaman RASULULLAH

Ma’rifat itu Rahasia RASULULLAH

Maka ma’na : Tubuh Rasulullah itu – Roh Rohani

Hati Rasulullah itu – Roh Rahmani

Hati Rasulullah itu – Roh Robbani

Dan jadinya : Syareat itu hancurkan jadikan tharekat

Tharekat itu hancurkan jadikan hakikat

Hakikat itu hancurkan jadikan ma’rifat

Ma’rifat itu hancurkan jadikan cahaya

Itulah bayang-bayang Allah ta’ala yang sebenar-benarnya karena :

Syareat itu – Af’al Allah Ta’ala

Tharekat itu – Asma Allah Ta’ala

Hakikat itu – Sifat Allah Ta’ala

Ma’rifat itu – Ujud Allah Ta’ala

Maka barulah sampai (sempurna) marifat kita pada orang arif billah atau alimullah. Wallahu alam bissawab.

Asal mula-mula kejadian dunia tatkala belum ada sesuatu , maka Allah ta’ala sendirinya. Kallahu Ta’ala atau kallallahu Ta’ala.

Kun fayakun, maka nur Muhammad sekaliannya lengkap. Maka jadilah nur Muhammad itu.

Apakah artinya Allah ta’ala ?

Jawabnya : hual awalu, wal achiru, wajohiru, walbathinu.

Ia jua yang awal, ia jua yang akhir, ia jua yang zahir, ia jua yang goib (bathin).

Tentang syahadat artinya – tahu akan zatnya, tahu akan sifatnya, tahu akan asmanya, tahu akan af’al. dan tahu akan iradatnya.

ASYHADU itu artinya syareat

ANLA itu artinya tharekat

ILAHA itu artinya hakikat

ILALLAH itu artinya ma’rifat

Syareat itu tempatnya pada lidah

Tharekat itu tempatnya pada hati

Hakikat itu tempatnya pada Ruh

Ma’rifat itu tempatnya pada Rahasia

ASYHADU itu artinya Ma’rifat

ANLA itu artinya Tauhid

ILAHA itu artinya Iman

ILALLAH itu artinya Islam

Soal syahadat yang empat didalamnya yaitu : Ma’rifat, tauhid, iman, islam, barang siapa belum sampai pada ketetapan ilmu ma’rifat.

Barang siapa belum sampai pada ketetapan ilmu ma’rifat-tharekat, hakekat-syareat ia membawa kitab ini membawa sesat. Jika engkau tetap didalam syareat, tharekat, hakekat, ma’rifat, maka engkau bacalah kitab ini niscaya jalanmu sekalian anbiya dan mulia,sekalian yang salah-salah.

Jalannya ilmu hakekat juga karena syareat. Hakekat yang tak ada didalam syareat yaitu batal. Barang siapa menghimpunkan antara keduanya maka itulah yang bernama KAMIL MUKAMIL artinya sempurna yakni bernama suci.

Adapun yang bernama rahasia itu ialah SIR ALLAH. Adapun kita ini tidak tahu jikalau tidak serta guru yang benar-benar kepada murid. Maka tiadalah mendapat perkataan-perkataan ini, tidak boleh didengar orang. Karena ilmu ini tidak ada didalam kitab. Adapun kita ini MENTUBUHKAN MUHAMMAD JAHIR BATHIN. Maka berbuahlah RUH namanya. Tidaklah kita genang lagi dihati dan tubuh. Artinya Muhammad jadi tubuh kita kepada hakikat kita. Maka kita ini bertubuhkan idhafi. Karena kita tidak lagi mengenang atau mengingat-ingat tubuh bathin dan zahir itu karena yang bernama Muhammad itu Rahasia Sir namanya.

Karena nama rahasia itu banayk sekali namanya. Allah, sifat, asma, af’al namanya jua, Muhammad sekalipun itu namanya jua. Adapun yang sebenar-benarnya Allah itu kepada kita ialah rahasia yang ada pada kita ketahui. Adapun tatkal jalan hakikat namanya : yang mengata ALLAHUAKBAR. Ber-zat-ber-sifat-ber-asma-ber-af’al. tidak lagi tubuhnya menyebut dan tidak lagi yang mengata itu lidah. Yang mengata itu ialah : ZAT, SIFAT, ASMA, AF’AL. yang mengata Allahu akbar itu, atau yang berbagai-bagai itu bunyinya.

Didalam sembahyang itu hanya zat-sifat-asma-af’al-hayat-ilmu-kodrat-iradat. Itulah yang mengata tidak dihati lagi. Karena yang bernama zat-sifat-asma-af’al itu ialah hayat-ilmu-kodrat-dan iradat. Itulah yang namanya RAHASIA ALLAH TA’ALA kepada bathin hambanya yang memerintah didalam diri kita yaitu RAHASIA ALLAH TA’ALA.

RAHASIA ITULAH YANG BERNAMA : …………………………………………………

Adapun ujar ma’rifat atau kata ma’rifat :

Tatkala berdiri sembahyang itu Allah yang ada ia sendiri dan tidak dua tiga, hanya Allah yang ada,

Adapun yang mengata Allahu akbar itu Rahasia Allah. Ia memuji dirinya sendiri jua. Maka itulah namanya fana kita namanya fana itu tiada lagi tubuh kita bathin dan zahir dan tidaklah rahasia hati yang mengatakan, hanya Allah jua yang ada. Karena Allah jua yang bernama rahasia itu, kehendaknya Allah kepada kita menjadi RASA. Jikalau tidak/tiada RASA, karena mengenal Allah dan memuji Allah, dan dapat ber-kata-kata dan sebagainya itulah, seperti dalil :

MAN ARAFA NAFSAHU FAQAD ARRAFA ROBBAHU

Artinya : Barang siapa mengenal dirinya, maka ia mengenal akan tuhannya

Bab ini pasal menyatakan asal Nabi ADAM as. unsurnya kepada kita API, ANGIN, AIR, TAMAN, turun kepada kita.

API ITU RUH KITA HURUFNYA

ANGIN ITU NAFAS KITA HURUFNYA

AIR ITU RASA KITA HURUFNYA

TANAH ITU TUBUH KITA HURUFNYA

Keterangan lainnya :

Kejadian tanah itu bernama syareat

Kejadian air itu bernama tharekat

Kejadian angin itu bernama hakikat

Kejadian api itu bernama ma’rifat

Syareat itu tubuh kita

Tharekat itu nafas kita

Hakikat itu ruh kita

Ma’rifat itu rasa kita

Syareat itu umpama kaki kita

Tharekat itu umpama tangan kita

Hakikat itu umpama tubuh kita

Ma’rifat itu umpama kepala kita

Jadi yang 4 (empat) ini tak boleh bercerai.

SYAHADATAIN

Aku naik sakai tiada Tuhan melainkan Allah, dan aku naik sakai sebenarnya Muhammad itu utusan Allah.

Maksudnya ialah yang dinamakan Tuhan itu ialah kenyataan adanya hidup kita pribadi. Se bab sebenar-benarnya, sebanyak-banyaknya yang disebut itu tidak ada, itulah sebabnya, disebutkan tiada tuhan itu menetapkan hanya hidup kita pribadi. Sebab yang disebut itu, juga yang menyebut. Atau menyaksikan itu juga yang disaksikan. Artinya : Dia menyaksikan dia sendirinya. Sama halnya dengan ma’rifatullah dia yang mengenal dia yang dikenal.

Atau seperti puji qadim bagi qadim. Bahkan si muhaddas memuji si qadim. Maka dari itu NUR MUHAMMAD itu disebut qadim. Adapun yang dinamakan MUHAMMAD itu : bukannya Muhammad yang di MEKKAH atau yang dimadinah itu, tetapi yang sebenarnya adalah cahaya kita pribadi. Itulah sebabnya diakui utusan. Sebab cahay kita itu pertandanya Tuhan.

FAHAMKANLAH. Masalahnya adalah : apabila kita benar-benar sampai kepada Tuhan ; utusan Tuhan dari diri kita bahwa utusan itu medatangkan apa ciptamu atau citamu. Maka barang siapa percaya maka niscaya mendapat kasih ampunan Allah (al-maghfirah) apabila sudah menerima petunjuk yang demikian itu, harap hati-hati dan waspada didalam hati, yang hidup kita pribadi. Itulah adanya nugrah dan anugraha. Artinya , nugrah itu Tuhan, dan anugraha itu hamba. Sebab sudah senyawa didalam badan kita pribadi. Janganlah ada ayak dan ragu lagi didalam hati kita semua.

SAKSI DAN PENYAKSIAN

Yang dinamakan kesaksian : sebab diwaktu menyampaikan sunnah supaya disaksikan oleh sanak saudara kita sesame muslim, yaitu semua titah yang dititahkan didalam alam dunia ini diantaranya ; seperti bumi, langit, bulan, bintang, matahari, api, angin, air dan tanah dan alin-lain sebagainya, supaya semua menjadi saksi dan menaksikan bahwa kita sekarang ini sudah mengakui berdirinya dan adanya Tuhan dan jadi hamba Tuhan, karena Tuhan itu mempunyai dua sifat : 1. Sifat ketuhanan (lahud)

2. Sifat kehambaan (nasud)

Allah adalah hakikat alam, maka jelaslah bahwa sat itu bermula segala ujud, tidak ada yang ujud hanya Allah. Kalau sudah jelas dalam hati ma’rifat akan hakikat ketuhanan itu, af’al, sifat, dan zatnya ; itulah yang dikatakan bahagia.

Dan tiada merasa apa yang dimaksud amal kita mati itu tadi ialah ; mati ma’nawi/mati fil haqiqat, hukum mati hisyi, yang sebenarnya kita ini hidup sebelum ada kehidupan alam ini/dunia fana ini, itulah dia zat yang maha suci, yang tiada huruf dan tiada kata, tiada suara, tiada isyarat dan tiada bernama, tiada warna dan tiada ruh dn tiada jasad dan tiada apa-apa; itlah dia JIBU.

—oo0oo—

MELEBURKAN DIRI

TUJIBUL BADANI SARRIL QALBI

TUJIBUL QALBI SARRIR RUH

TUJIBBURUH SARRIN NUR

TUJIBUN NUR SARRIL ANA

Artinya

HANCURKAN BADAN JADIKAN HATI

HANCURKAN HATI JADIKAN RUH

HANCURKAN RUH JADIKAN NUR

HANCURKAN NUR JADIKAN AKU

SIRAU ANA : AKU ALLAH (dalam rahasia).

—oo0oo—

NAMA TUHAN YANG DIJADIKAN ADAM : IALAH MUFTI

Keterangan : M : MA’RIFATUL

U : UJUDIN

F : MAFATULILLAHI

T : TASRUFIL

I : IHSAN.

—oo0oo—

TAHTINU HAFSANU WATAKARAMU NAFSAHU. Artinya

Ia hendak berbesar dirinya dan bermulia dirinya, ia asyik mengasihi birahinakan kekasihnya maka ditiliknya dirinya dengan asyik. NUR MUHAMMAD.

—oo0oo—

Jadi yang tidak ada maujud didalam ujud ini hanya Allah, Adam pun tiada maujud dengan seendirinya. Tetapi ia maujud dengan ujud Allah Ta’ala yang hakiki, dan fana dibawah ujudnya.

Jadi kalau begini jelaslah kepada kita bahwa ala mini madjhor ujud Allah Ta’ala jua. Maka nyatalah ujud makhluk adalah waham dan hayal jua, kalau dinisbahkan kepada ujud Allah Ta’ala yang hakiki dan fana dibawh ujudnya, jadi nyatalah bahwa ; Allah, Muhammad, Adam adalah satu. Insane kamilpun Allah jua. Adam dan Muhammad pun pada hakikatnya.

HADITS QUDSYI

Artinya : Aku menyaksikan hidupku sendiri sebenarnya tiada Tuhan selain aku. Dan aku naik saksi bahwasannya Muhammad itu utusanku dan sebenarnya yang bernama itu AKIDAHKU, RASUL ITU RASAKU, dan Muhammad itu CAHAYAKU, akulah Tuhan yang hidup yang tiada mati-mati yang ingat tiada kekal tiada berubah pada kenyataan ZAT ; Akulah yang hawas lagi tahu, tiada samar akan sesuatu. Akulah yang kuasa dan yang menguasai dan akulah yang maha bijaksana. Dan maha suci aku, maha adil dan maha pengasih ddan maha penyayang aku, dan sembahlah aku/kenallah aku.

Jadi hadits qudsyi yang diatas ini tadi bukanlah dibaca begitu saja, maksudnya ialah untuk pribadi kita sendiri. Beanikan dlalam soal ini dan jangan takut dan jangan gentar, Tuhan beserta kita. Jadi bolehlah kita mengatakan bahwa kita ini termasuk golongan yang sedikit atau golongan FIAHQALILLAH sedikit tapi bermutu.

Orang awam dan orang alim belum sampai kepada tingkat ini. Orang awam dan orang alim hanya sampai kepada tingkat ilmu belaka. Belumlagi ampai kepada derajat haqiqat, ilmu dan ma’rifat. Jadi sekarang yang penting sekali adalah untuk pribadi kita sendiri. Jadi yang dinamakan Allah itu adalah : af’alnya, dan yang disebut Rasul-rasul itu ya Muhammad, dan Muhammad itu sebenarnya adalah cahaya kita jua. Maka jelaslah yang sebenarnya hidup kita ini adalah hidupnya Tuhan Allah. Bukti nyata dalil qur’an mengatakan : bahwa Tuhan Allah itu kuasa menghidupkan yang mati, adanya mati dari hidup. Justru hidup kita pribadi berasal dari yang mati dan akhirnya tiada mati-mati dan tetap hidup di dunia dan di akhirat dan tiada pernah lupa akan hidup kita, tanpa perubahan dan tanpa bergeser dalam keadaan kenyataan sejati. Itulah dia kesempurnaan hidup. Dan tiada merasa apa yang terang cahaya jauh dipandang. Hendak mendekat dalil dan menaruh dibelakang. Penyeberang dari anak dan dalil menang terlarang. Hati rindu tidak tidak diperdulikan. Biar bahaya, terus berjuang Tuhan Tuhan mengampuni pahlawan sejati.

Qur’an dan hadits khusus pedoman

Baiklah aku serukan ; agar supaya lebih mendalam, tiada batas menurut qur’an tiada seorang makhluk sanggup menghalang jangan pduli ocehan orang sebagai penghalang memuji Tuhan.

Yakin dan bulat didalam bulan, menunjukkan Tuhan chalikul alam.

TUHAN ALLAH ADA BERPERI

SETIAP INSAN HARUS DIBERI

ASAL TUAN SUDI MENCARI

TUHAN ALLAH DIDALAM DIRI

Demikianlah mengenai haqiqat semata ini, semoga kita dapat mendalaminya. Akhirul kalam ku-ucapkan ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WA BARAKATUH.

—oo0oo—

DEMIKIAN SAMPAI DISINI ISI KITAB BARENCONG TANPA MENGURANGI ISI DAN KANDUNGANNYA.

BAGI PARA SAHABAT AM INDONESIA ATAU PARA PENGNJUNG YANG INGIN BERKENALAN ATAU SEKEDAR SHARING DENGAN SAYA SILAHKAN TELPON ATAU SMS DI 08115038709.

DAN UCAPAN TERAKHIR…

TERIMAKASIH KEPADA SELURUH SAHABAT AM INDONESIA DAN SELURUH PEMBACA YANG BUDIMAN DISELURUH PENJURU DUNIA,salah dan khilaf mohon di maafkan.

salam persahabatan selalu,

BANJARMASIN,25 JULI 2014 An ; BAKHTIAR- AM INDONESIA.

KATEGORI:UNCATEGORIZED26 COMMENTS

isi kitab barencong 6

      2 Votes
AKIDAH / PENDIRIAN

Pendirian seorang ahlul ma’rifat ialah tak ragu akan akidahnya, dan tak pernah berubah walaupun dikapirkan orang. Mereka rela mati daripada berubah keyakinannya, mati adalah jalan yang terbaik dari semua jalan yang baik. Seorang ahlul ma’rifat tak pernah luntur, walaupun dihujani dengan hujan fitnah. Kata-kata sesat dan kapir ; dianggapnya sebuah nyanyian seorang sufi yang edang rindu kepada kekasihnya. Mereka tidak peduli akan kata-kata huruf dan suara. Hanya yang penting baginya perasaannya kepada Tuhannya. Apabila cintanya telah bersemi dan berupa penerimaan dari haliknya ; disinilah nilai hidup itu. baginya tak guna hidup, tanpa nikmat (ma’rifat). Karena ma’rifat itu adalah jiwanya iman ; dan jiwanya iman adalah ichsan.

Jadi jiwanya Islam adalah iman, dan jiwanya iman adalah ichsan. Apabila jiwa-jiwa itu kosong dari ma’rifat ; samalah hidupnya sebagai seekor binatang buas, yang rakus dan tak tahu diri. Karena akhir tujuan hidup adalah inta dan ridha.

Apabila cinta dan ridha telah bebas dari belenggu kemakhlukan semata. Karena dalam jiwa yang suci, akan melahirkan perbuatan yang suci pula. Dalam jiwa yang kotor, akan melahirkan perbuatan yang kotor pula. Tentang kata-kata suci dan kotor ini ; anda telah ma’lum adanya. Tak usah anda pikirkan lagi. Karena bagi anda semua suci, semua halal, semua baik. Tidak ada kejahatan didalam dunia ini. Yang jahat itu dalam artian dunia ialah ; orang yang mengaku ada punya akal sendiri. Dan perbuatan sendiri ; yaitu diluar perbuatan Allah. Itulah yang dimaksud jahat atau jahil. Tetapi bagi kita, iman dan toat kapir da ma’siat, jahat dan baik ; adalah sama, dan semuanya adalah baik. Tidak ada perbuatan Tuhan itu yang jahat.

Bila datang dari Tuhan semua baik. Jadi pendirian seorang ahlul Haqiqat atau haqiqat semata ialah benar-benar sudah bersih dari kesirikan ; menyatakan, setiap perbuatan adalah baik, setiap gerak dan geriknya ibadat.

Setiap nafas keluar masuk ; zikir. Jelasnya adalah gerak dan adalah puji (ingat).

Pohon dari ingat ini adalah ; Esa/satu (bersatu dalam rahasia). Apabila sudah benar-benar satu dengan seluruh alam dan Tuhan ; itulah kesatuan ujud namanya.

Sahdatul ujud artinya ; semua itu Allah dan Allah. Kalau sudah begini, inilah yanh disebut Tuhan yang maha Esa. Yang maha sempurna. Kkalau sudah begini katakanlah apa yang kau semuanya baik, sempurnanya ibadah dan semuanya ibadat yang sempurna. Karena pokok pangkalnya segala kejadian, segala kehidupan dan segala perbuatan telah kita ketahui seluruhnya. Maka dari itu janganlah kita ada perasaan syak dan ragu lagi.

Tidak ada yang perlu ditakuti. Jangan takut kepada Tuhan, karena Tuhn bukan hantu bukan iblis dan bukan jin dan bukan malaikat semuanya bukan dan bukan.

Adakah orang takut dengan dirinya sendiri?

Adakah orang benci kepada dirinya sendiri?

Dan adakah orang menyiksa dirinya sendiri?

Adakah orang memerintah dirinya sendiri?

Adakah orang menyakiti kepada dirinya sendiri?

Jawabnya :

Yang ada hanya memuji dirinya sendiri

Mencintai dirinya sendiri

Merasa sendiri dan berbuat sendiri

Tidak ada yang diperintah dan yang diperintah

Tidak ada yang disakiti dan yang menyakiti, tegasnya karena CINTA

Yang ada hanya memuji dirinya sendiri, merasa sendiri dan berbuat sendiri.

Semua orang merasa benar, mengaku baik dan mulia. Hamper semua orang merasa dirinya tidak bersalah, tidak berdosa, tidak tercela.

Semua orang mengaku baik dan mulia dan sebagainya.

Hampir semua orang merasa dirinya tidak bersalah, tidak berdosa, tidak bersalah.

Fahamilah kata-kataku ini. Kalau percaya ambil, kalau ragu buang jauh-jauh. Tidak ada paksaan dalam agama Allah, pilihlah sendiri saja.

MAQAM TUHAN

Seorang insan kamil (manusia sempurna) ; bagi mereka, tak ada atau tak perlu lagi kepada sama atau kedudukan , atau dengan pangkat. Arif/wali. Atau dengan mengulang-ulang kata-kata hamba, atau manusia atau makhluk. Dia tidak perlu lagi mengata zat atau sifat. Apalagi kata-kata sariat dan tharekat, dia tidak memerlukan lagi kata-kata hakikat ma’rifat.

Hanyalah ia diam dalam malaqutnya dan tunggal dalam jabarutnya. Hanya tinggal AKUdalam isyaratnya. Jadi kata-kata AKU telah mencakup keseluruhan seisi langit dan bumi, Arsy dan kursyi, Luh dan kalam,dunia dan akhirat.

Demikianlah hakikat ketuhanan yang maha ESA. Kembali kepada asalnya (awalnya). Sebelum ada yang mengenalnya. Belum tahu namanya, apalagi sift dan zatnya. Dan sebelum menjadikan RUH dan ARAD nya. Sedangkan NUR MUHAMMADIYAH belum ada. Dia berdiri sendiri, hidup sendiri, tanpa RUH dan jasad. Jadi pada hakikatnya tidak memerlukan apa-apa cukup dengan AKU. Tidak pakai kata-kata ENGKAU. Hanya simpun dalam KALIMAH AKU.

Dan kalimah AKU ini harus lenyap pula dalam huruf dan kata-kata dan dalam suara. Artinya: tiada huruf, tiada kata-kata, dan suara. Inilah yang sebenar-benarnya fana dan lenyap dan baqa dan baqaul baqa. Tidak ada diatas ini lagi.

Kata-kata AKU disini hanya ada dalam KAIMINYAK BATHIN. Ada kata, tetapi tiada berkata, ada huruf tetapi tiada berhuruf dan ada suara, tetapi tidak bersuara. Dikatakan diam, tidak berdiam. Dikatakan berdiam padahal tidak diam. AKU disini ialah ALHAQQU.

Jadi akuan orang hawas dengan akuan orang alim/awam adalah berlainan. Akuan orang awam/alim masih konselit. Sedang akuan orang hawas adalah putus hubungan dengan makhluk. Tidak ada duanya lagi, atau siriknya lagi, atau tidak ada berbau makhluk lagi. Ia satu rahasia dengan Tuhan dan satu dengan seluruh alam

Dan satu dengan seluruh perikemanusiaan. Satu ujud, satu nyawa, satu rasa, satu rahasia, satu zat, satu sifat, satu asma, satu perbuatan, satu iradat, satu kekuasaan, satu undang-undang dan satu keputusan. Dalam tingkat ini tidak ada lagi dua kata. Atau dua bagian, atau dua zat, dua sifat, dua perbuatan. Semuanya terlingkup dalam satu kata, satu maksud dan satu tujuan.

Pokoknya serba satu, bukan serba dua. Apabila masih ada merasa dua ujud, atau dua perbuatan atau dua bahagi, atau dua pandangan, maka nyatalah ia masih terdinding. Orang yang benar-benar ma’rifat kepada Tuhannya, ia tidak meadakan selain dirinya. Tidak meadakan perbuatan lain, selain perbuatan dirinya, dan tidak ada pandangan lain, selain pandangan dirinya sendiri. Ia tidak mendatangkan pembela dari langit, atau pengampunan dari luar dirinya, ia hadapi semua itu dengan apa yang ada pada dirinya. Ia telah merasa bahwa AL-HAQ ada padanya. AL-HAQ itulah dirinya. Dan AL-HAQ itulah jaminannya.

Semua orang menghadap Tuhan, membawa jaminan pahala dan kebajikan. Yaitu amal sembahyang dan amal puasa dan seluruhnya, amal-amal kebaikan dengan anggota tubuh.

Tetapi orang yang berada pada maqam Tuhan semata itu; jaminannya tak ada apa-apa. Hanya AL-HAQ jaminannya. Hanya Allah-lah yang menutupi kekurangan-kekurangannya.

Sebenarnya tidak ada kekurangan-kekurangannya, atau tidak ada kelebihannya ; hanyalah itu kata-kata mutiara saja. Lapang dan sempit ada pda Tuhan. Tetapi bagi orang hawas, semuanya lapang. Semuanya nikmat dan semuanya Rachmat.

Dunia ini sorga pertama bagi orang buta mata hati, dan akhirat neraka yang kedua.

Sorga itu rasa menikmati ridhanya. Neraka itu puncak kegelisahan merasai murkanya.

Sorga dan neraka itu lebih dekat kepadamu, daripada kamu pergi kesana.

Baiklah aku nyatakan dengan jelas ; sorga itu karena marifat. Neraka itu karena terhijab.

Soal yang lainnya hanya soal yang kedua saja, atau tidak ada soal sama sekali, yang penting kamu telah suci dari perbuatan Allah, artinya bersih daripada perbuatan sirik. Karena sirik itu ada dua rupa.

Rupa pertama berupa sirik samar,

Rupa yang kedua berupa syirik yang nampak.

Sirik yang halus atau samar ; anda sudah maklum.

Dan sidik yang nampak atau yang terang-terangan seperti di bawah ini :

1. Mengadakan sajian atau memberi makanan kepada makhluk halus kartena takut disakiti, atau supaya ia bisa menyembuhkan.

2. Kedua imannya kosong kepada Tuhan, iblis dan syaitan selalu di adakan

3. Karena syaitan selalu diadakan, maka jelaslah dirinya merupakan syaiton, maka tak segan-segan memberi syaiton.

4. Selama kawan nafsu shaiton belum lenyap dari panddangannya selama itu pula ia sirik kepada Tuhan.

5. Tobat sirik itu tidak ada, kecuali ma’rifat kepada Tuhan

6. Menyembah sesuatu yang bukan Tuhan

7. Karena masih ada sirik yang kasar atau sirik durhaka kepada Allah untuk selamanya. Dan tidak ada ampunannya atau tobatnya kecuali kembali kejalan yang diridhai.

8. Jalan yang diridhai ialah ma’rifat. Inilah suatu peringatan bagi orang yang sempurna akal, tak guna ilmu setinggi langit kalau masih ada berbau sirik. Biar amal seperti sebesar jarah atau sebesar debu, asal diri bersih daripada sirik. Biar bertungging sampai kelangit ; namun sirik bagaikan bukit. Jadi yang utama disini adalh untuk diri sendiri. Jangan bingung kepada pendapat orang lain. Cela dan maki soal biasa saja. Sekianlah.

ZAZAM

Dari kutub utara, sampai kutub selatan.

Dari maghrib dan sampai ke masyrik, dari daksina sampai kepagsina.

Dari ujung dunia, ke ujung dunia, hanya beberapa orang saja yang sampai ketingkat zazam ini. Sedang dunia (didunia) ini hanya ada beberapa daerah besar ini. Maka dari itu nyatalah dapat dihitung dengan jari tangan, orang-orang yang berada pada tingkat ini.

Apakah arti zazam?

Apakah arti zazam ?

Zazam artinya : KOSONG

Dalam kitab berincung disebut : ALIF –TITIK KOSONG

Apabila alif dan titik itu sudah lenyap atau sudah karam dalam lautan ahadiyah zat mutlak ; maka semuanya kosong.

ALLAHUMA ; ya Tuhan kami !

Tidak engaku jadikan alam ini kosong saja ; semuanya mengandung rahasia. Didalam kekosongan itu ada rahasia. Hanya satu daerah satu saja yang sanggup mengisi yang kosong itu. Tidak boleh ada dua orang dalam satu rahasia.

Memasuki daerah Tuhan hanya satu saja, tidak boleh lebih dari satu. Pahamkah anda?

Kalau paham diamlah kalau tidak paham simpanlah.

Dalam soal ini tidadk memerlukan pertanyaan. Siapa bertanya, dia sendiri menjawabnya. Tidak ada atau tidak boleh ada dua jiwa yang mengisi kekosongan itu. Jelasnya tidak boleh ada perantara guru atau seorang syeh. Langsung berdialog dengan tuhannya sendiri tidak ada tawar-menawar dalam soal rahasia ini. Tidak ada emas dan perak menjadi sarat.

Tidak ada anak mas dan anak tiri dalam soal ketuhanan, tidak ada lantaran anak dengan orang tuanya. Tidak ada alasan karena nabi dan rasulnya yang dibolehkan. Nabi-nabi dan rasul-rasul itu sama saja dengan kamu. Rahasia ini bukan hanya untuk nabi-nabi dan rasul-rasul bahkan nabi-nabi dan rasul tercengang melihat umatnya, ada yang sejajar dengan nabi-nabinya atau rasul-rasulnya di alam baqa nanti. Siapakah orang itu?

Orang itu ialah yang : ZAZAM

Dan mereka itu benar-benar sampai kepada maqam ichsan.Ichsan Tuhan kepada Tuhan. Karena ichsan (zazam) ini diatas dari Islam dan iman, sebab islam dan iman itu adalah termasuk sifat ubudiyah (kehambaan).

Sedang tuhan mempunyai dua sifat utama, pertama sifat kehambaan dan kedua sifat ketuhanan.

Aspek luar aradh ; sedang aspek dalamnya al-haq

Jadi orang yang sampai kepada maqam Tuhan (maqam ichsan) atau zazam, maka telah hapusm kedua sifat itu tadi. Karena tidak ada sifat yang berdiri diatas zat.

Maka maqam ichsan itu diluar daripada pengetahuan makhluk. Dan diatas dari semua maqam ahlul ma’rifat. Maqam ini disebut dengan gelar ; PENELANJANGAN TUHAN.

Sebab tidak ada kitabnya, dan keluar dari dalil / nash yang ada, ia merupakan ilmu laduni dan rahasia qudus. Merupakan ilham dan wahyu yang tiada batas.

orang yang berada pada tingkat ini digelari dengan keulungan agama ; atau AL ABQORIA TUDDIHIYAH. Karena ia telah berhasil dalam laratannya dalam bakat penganasia. Ia telah bertemu kepada puncaknya segala puncak. Maka ia berhak disifati dengan gelar keulungan agama itu tadi (penelanjangan Tuhan), orng yang seperti inilah yang dimaksud Tuhan dalam firmannya ; tiap-tiap seratus tahun ; Aku turunkan satu orang utusanku sesudah Muhammad.

Maka sabda Rasulullah s.a.w. yang berbunyi ; Tidak ada nabi sesudahku. Ini bukan berarti; tidak ada utusan sesudahku karena tiap-tiap nabi ; bukan rasul. Tetapi tiap-tiap rasul adalah nabi.

Nabi itu artinya ; menerima wahyu, tetapi tidak menyampaikan. Jadi kata-kata utusan itu tiada batas.

Tiap-tiap seratus tahun ; Tuhan turunkan seorang utusan untuk menyampaikan agama Allah yang haq. Dan ada lagi firman Allah yang berbunyi; artinya aku akan memperbuat agamaku yang haq ini dengan seorang lidahnya lacur. Maksudnya ialah : Aku turunkan nati utusanku yang embwa agamaku kejalan yang hak. Yang disampaikannya dengan terus terang tanpa merasa takut dan gentar. Mereka buka tanpa disadari. Artinya ; diluar kesadaran manusia mereka berkata sembarang kata, asal benar. Mereka tidak takut difitnah atau dikapirkan. Bahkan mereka berani mati dalam menyampaikan yang hak itu. apa-apa yang diputuskannya, tak dirubah lagi kehendaknya tidak bertenangan dengan hukum-hukum Tuhan yang azali Tuhan telah berabda : katakanlah semuanya Ku ikuti kemauanmu. Itulah yang dimaksud Tuhan dengan lidah seorang yang lacur. Berkata dengan sembarang kata.tetapi semuanya hak dan benar. Karena Tuhan maha mengetahui banyak ulama sekarang yang menyembunyikan ilmu agama. Agama dijadikan pencarian. Dimana bunyi gendrang disitu ia menari. Dimana banyak uang, disitu ia berbunyi. Pangkat dan kedudukan, kursi dan kemegahan dijadikan Tuhan. Harta dunia jadi rebutan ; kalau hilang jadi pikiran. Gelar ulama jadi kebanggaan. Menghambur fitnah melalui kekuasaan masjid dan mimbar tempat peraduan. Agama dijadikan pokok dalam perpecahan. Hasut- menghasut menjadi-jadi. Orang bodoh makanan si pintar. Masyarakat bingung mencari pemimpin balik belakang akal pun hilan. Supaya aku tidaklah pincang, pilih ulama sulit dibilang. Aku kembali langsunglah datang. Menghadap Tuhan malikul alam Qur’an dan hadits petunjuk jalan. Menuju sempurna dimalam kelam.

KUN MUHAMMADAN

JADIKANLAH DIRIMU MUHAMMAD

NUR MUHAMMAD atau HAKIKAT MUHAMMAD adalah ; HAKIKAT ALAM ; sebab seluruh alam maya pada ini terbit daripada NUR MUHAMMAD jua adanya. Disini para ulama tidak banyak yang mengetahui arti dan makna yang sebenarnya daripada Nur Muhammad itu tadi.

Ia bukan cahaya yang dalam pahaman para kebanyakan orang. Ia bukan mat, bukan benda, bukan matahari, bukan cahaya seperti sorot lampu dimalam hari. Tetapi diatas daripada segala-galanya ; diatas daripada cahaya segala cahaya.

NUR MUHAMMAD itu adalah cahaya diatas cahaya yang cerlang cemerlang, tiada cahaya yang lebih bercahaya ang lebih qadim daripada Nur Muhammad itu. Nur disini adalah cahaya yang abadi dan petunjuk hidayah. Nur Muhammad itulah asal segala kejadian, dan dia telah terjadi sebelum apa yang terjadi. Dalam hal kejadian dialah yang awal, dalam hal kenabian dialah yang akhir dalam kejadian (kesahiran). Alhak adalah dengan dia, dan dengan dialah hakikat. Dialah yang pertama dalam hubungan, dialah yang akhir dalam kenabian, dialah yang bathin dalam hakikat, dan dialah yang mahir dalam ma’rifat. NUR MUHAMMAD atau hakikat Muhammad itulah yang memenuhi tubuh Adam dan tubuh Muhammad.

Maka apabila NUR MUHAMMAD atau petujnjuk hidayah Muhammad itu telah masuk kedalam diri kita in; maka otomatis dia membawa cahay yang abadi sepanjang masa. NUR MUHAMMAD atau HAKIKAT MUHAMMAD itu qadim pula. Dan apabila Muhammad mati sebagai tubuh, namun NUR MUHAMMAD itu tetaplah ada. Sebab NUR MUHAMMAD itu tiada lain daripada NUR ZAT.

Jadi ALLAH, MUHAMMAD, ADAM adalah satu jua adanya. Insan kamil pun Allah jua ; Muhammad dan Adam pun pada hakikatnya. Jadi pada hakikatnya manusia ini adalah Tuhan dalam Rahasia. Tuhan menurut bentu dan surahnya sendiri, maka dari itu Tuhan memerintahkan kepada malaikat supaya sujud kepada ADAM.

Disini baiklah hamba jelaskan secara mendalam tentang KUN MUHAMMAD IT TADI. Jangan menetapkan saja kepada Muhammad s.a.w yang di MEKKAH itu atau di MADINAH itu. itu memang yang menjadi bibit; bibitnya yang telah ma’rifat. Tetapi carilah hakikat nabi yang ada didalam sekujur wujud kita ini. Sebab Muhammad itu tiada mati-mati dan kekal. Kalau dia mati maka pastilah Dunia ini akan hancur lebur. Semuanya hancur kecuali wajahnya. Jadi pada hakikatnya dia tetap hidup dan tiada mati-mati(langgeng selama-lamanya). Oleh sebab itu cobalah cari Muhammad itu, artinya ; RASA TUHAN yang ada disekujur wujud kita pribadi.

disekujur kita pribadi, kalau sudah ketemu tentu saja ma’rifat kepada zat tuhan yang Maha agung itu.

ketahui olehmu bahwa ma’rifat seseorang itu tidak akan dapat dilihat dengan mata kepala ini, tetapi tetap saja kta ini tidak punya daya upaya, selain rasa Tuhan yang maha kuasa, yang tetap mengetahuinya. Tetapi hanya yang goib diwujud kita ini harus bisa ketemu, supaya bisa pulang keasalnya semula. Yaitu kerasa yang dahulu itu, yaitu pulang kepada rasa Allah atau rasa Tuhan semula. Sebab kalau tidak ketemu sekarang ini tentu nanti tidak akan bisa pulang kembali kepada rasa semula. Yaitu kepada RASA yang haq itu, maka dari pada itu ma’rifatullah lain tidak. Dan kalau belum ma’rifat dikhawatirkan matinya sesat sekarang barulah kita berkisar pula kepada membicarakan SUMBER yang satu.

HAKIKAT RUH itu ialah bukti nyatanya rasa. (hakikat nyawa). Sedang rasa itu adalah beberapa unsure nafsu atau beberapa fasal nafsu. Adapun yang disebut atau yang dimaksud kehidupan yang kekal abadi itu adalah : hidupnya illahi Robbi. Yaitu yang bersifat terang-benderangnya, yang tiak terkena mati dan meliputi seluruh alam ini. Begitu pula seperti Arsy, kursyi, sorga dan neraka yang meliputi semuanya itu, oleh karena itu ia merupakan sifat hidup Tuhan Allah azzawazalla. Jalan yang demikian ini disebut oleh kaum sufi, SAMUDERA HIDUP. Sedang bibit nyawa itu disebut hidupnya seluruh bentuk dan jasad ; sekalipun sampai kepada bakteri, dan kuman-kuman yang sangat kecil sekalipun. Juga manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan apapun jua yang bernyawa atau yang hidup didalam seluruh semesta ala mini, semuanya bersumber dari yang satu itu jua adanya. Sedangkan segala kehidupan didalam dunia ini tidak terbilang banyaknya, hanyalah Cuma itu hanya nyawa. Yaitu yang ada disemua bentuk jasad kita ini. Dan janganlah kita memahami bahwa satu Tuhan itu terbagi-bagi miliyuran jiwa.

Lalu sedikt demi sedikit akan menjadi kurang. Maka dari itu janganlah salah mengerti, bahwa zat Tuhan itu tidak ada berubah sedikit juapun. Tetapi tetap saja langgeng tidak berkurang dan tidak akan bertambah lagi. Karena zat Tuhan yang hakiki itu tidak pernah rusak dan tidak pernah binasa oleh apapun.

Sekarang baiklah kita umpamakan atau kita buat sebuah missal untuk memudahkan paham kita. Umpamanya didunia ini kita nyalakan satu lampu dan lampu itu kita tutup dengan satu kawat kasa yang sangat halus dan menggelembung. (cembung). Dan kawat kasa itu bermiliyunan lubangnya, yaitu lubang kawat kasa itu.

Yaitu lubang kawat kasa itu tadi. Jadi setiap lubang cembung itu adalah sebagai nyawa, satu pula.maka jelaslah kepada kita bahwa setiap lubang kawat kasa tersebut memiliki satu nyawa. Dan lampunya hanya yang satu itu jua adanya.

Demikianlah yang menjadi kita bagi seluruh manusia, ataupun makhluk yang lainnya.

Begitulah sebuah contoh untuk jadi perbandingan dan untuk memudahkan faham kita adanya. Kalau tidak ada contoh dan perumpamaannya, maka sulitlah kita memahaminya. Maka dari itu setiap seorang guru atau seorang ulama tasauf haruslah banyak memberikan contoh dan perumpamaan supaya si murid mudah memahaminya. Jadi yang sebenarnya yang sulit itu bukanlah guruulama itu, tetapi yang ulit itu adalah si muriditu sendiri. Didalam penuntutan itu ata menuntut ilmu tasauf yang utama sekali ialah FAHAMNYA.

Makanya dicari dengan jalan berbelit-belit. Tuhan tidak keberatan menganugerahi kita dengan rahasia ma’rifatnya. Hanyalah kita disuruh memahami dengan fahamnya. Tidak seorangpun yang faham, kecuali dengan fahamnya. Karena didalam ilmu ketuhanan itu tidak seorangpun mendapatkan KIMMIZATNYA, kecuali dengannya jua.

Demikianlah agar kita menjadi maklum adanya.

—oo0oo—

Fasal pada menyatakan artinya yang bernama Alam itu, maka ada satu-satunya tersebut bahwasannya ini soal dan jawab, enjunjungkan yang mana yang dinamai JAMAL A’LAM.

Didalam tubuh kita ini bernama manusia, dan yang dinamai kursyi itu apa ?

Dan yang dinama CUPU GADING itu apa ?

Yang dinama MANI ASTAGIN itu apa?

Yang dinamai Alam awal itu apa?

Yang dinamai PADANG TEPI LAUT itu apa?

Yang dinamai KUDA SAMBRANI itu apa?

Yang dinamai MALAIKAT itu apa?

Yang dinamai akan alam JABARUT itu apa?

Yang dinamai SRI KAMINTING itu apa?

Yang dinamai BUKIT TURSINA itu apa?

Yang dinamai MEKKAH itu apa?

Yang dinamai MADINAH itu apa?

Yang dinamai TIANG ARSY itu apa?

Yang dinamai GUNUNG JABAL KAP itu apa?

Yang dinamai KAWAH NERAKA itu apa?

Yang bernama qur’an 30 huruf itu apa?

Yang bernama LOH MAHFUD itu apa?

Yang bernama KALAMULLAH itu apa?

Yang bernama ZIKIR RAHMAN itu apa?

Yang bernama ALAM UHUK itu apa?

Yang bernama KIRAMAN itu apa?

Yang bernama KATIBIN itu apa?

Yang bernama MAKAM RASULULLAH itu apa?

JAWAB

Yang bernama JAMAL A’LAM itu KEPALA

Yang bernama kursyi tempat duduk sat

Yang bernama CUPU GADING itu UBUN-UBUN

Yang bernama MANI ASTAGINA itu dibawah ubun-ubun

Yang bernama ALAM AWAL antara kedua kening

Maka soal CUPU GADING itu apa isinya dan manik agina itu apa

Isinya, maka jawabnya : CUPU itu malunya perempuan akan ininya dan ASTAGINA itu percintaan perempuan akan isinya.

Yang bernama padang tepi laut itu MATA.

Yang bernama KUDA SAMBRANI itu BIJI MATA.

Yang bernama alam jabarut itu MATA YANG HITAM

Yang bernama SRI KAMUNTING itu ORANG-ORANG MATA.

Yang bernama ALAM JABARUT MATA YANG HITAM

Yang bernama BUKIT TURSINA HIDUNG

Yang bernama MEKAH ITU PIPI KANAN

Yang bernama MEKAH ITU PIPI KANAN

Yang bernama MADINAH ITU PIPI KANAN

Yang bernama TIANG ARSY ITU BATANG LEHER

Yang bernama GUNUNG JABALKAP ITU RAGU

Yang bernama KAWAH NERAKA ITU MULUT

Yang bernama KAWAH NERAKA ITU MULUT

Yang bernama QUR’AN ITU 30 HURUF ITU GIGI

Yang bernama LUH MAHFUD ITU LIDAH

Yang bernama KALAMULLAH ITU AMAL LIDAH

Yang bernama ZIKIR RAHMAN itu DIBAWAH LIDAH

Yang bernama ALAM UHUK ITU LUBANG HIDUNG

Yang bernama KINAMAN ITU BAHU KANAN

Yang bernama KATIBIN ITU BAHU KIRI

Yang bernama MAKAM RASULULLAH itu ialah orang yang MA’RIFAT kepada ALLAH

Yang bernama tempat sujud itu DAHI

Yang bernama telapak nabi mi’raj itu ialah antara hidung dan bibir kita yang diatas

Yang bernama KAIN ASANDUSIN ialah TELAPAK TANGAN

Yang bernama AIR JAM-JAM JAMILLAH ialah AIR MATA

Yang bernama MINYAK ZAITUN ialah disamping hidung kiri dan kanan

Yang bernama TOMDIL itu ialah TERGANTI

Yang bernama MI’RAJ itu BERJALAN

Yang bernama IHRAM itu TERPANDANG

Yang bernama MUNAJAT itu BERKATA- KATA.

Sekianlah.

ILMU TASYAUF

Bertemunya manusia kepada Tuhan dan sampainya kepdanya, itulah puncak harapan, dan dengan itulah dia mencapai kebahagiaan dan kerajaan besar. Bahkan dengan itulah ia akan lupa dan terhibur dari sesuatu selain Allah Ta’ala. hilangkan pandangan makhluk kepadamu, karena puas dengan penglihatan Allah kepadamu dan lupakanlah perhatian/menghadap makhluk kepadanya, karena melihat; bahwa Allah menghadap kepadamu.

Nikmat disebabkan, oleh karena melihat dan dekatnya kepada Allah. Demikian pula siksa itu walau bagaimanapun aneka ragamnya, hanya karena terhijab, dan sempurna nikmat itu, karena melihat kepada zat Tuhan yang maha mulia. Maha suci Allah yang sengaja tidak member tanda kepada walinya kecuali sekedar untuk mengenal kepadanya. Sebagaimana tidak menyampaikan dengan mereka, kecuali kepada orang yang hendak disampaikannya untuk mengenal Allah;itulah hikmah yang maha tinggi. Dan siapa benar-benar sudah mengenal kepada Allah, maka pastilah dapat melihat dalam tiap-tiap sesuatu.

Tidak/tiada suatu nafas yang terlepas yang terlepas daripadanya (daripadamu), melainkan disitu pula ada takdir Allah diatasmu. Semua manusia dalam alam ini sudah tergambar dalam/dilluh mahfu tidak ada kehendak makhluk yang mesti berubah. Perubahan itu hanya dalam pandangan syariat. Sedang dalam pandangan hakikat hanya Allah yang maha mengetahuinya.

Kehendak Allah tidak ada yang tertegah, semua berjalan dengan hikmahnya. Jadi kesimpulannya: kehendak makhluk adalah terbatas, sedang kehendak Allah tidak ada batasnya. Maka daripada itu orang yang paham ialah;orang yang bergembira dalam hidupnya, bergembira dengan Allah dalam setiap nafasnya keluar masuk. Orang yang sudah paham ialah tidak menanyakan lagi apakah boleh berubah atau tidak; dia telah sunyi dengan Allah. Maksudnya ialah : sudah satu iradat dengan Tuhannya. Tidak ada lagi duanya. Apabila sudah menunggal dengannya, maka nyatalah Allah yang berlaku dalam segala hal. Karena lapang dan sempit ada pada Allah saja.

Andaikan Allah membukakan NUR seorang WALI yang berbuat dosa umpamanya : niscaya cahayanya memenuhi antara langit dan bumi. Apalagi dengan NUR cahaya seorang WALI yang taat. Tentu dapat kita membayangkan, bukan ?

Andaikan Allah membukakan hakikat kewalian seorang WALI, niscaya akan disembah orang. Sebab ia telah bersifat dengan sifat-sifat Allah. Dan siapa tidak puas dengan pandangan dan penglihatan Allah dalam amal perbuatan dan dalam perkataannya, maka pasti orang itu kemasukan ria atau atau masih terdinding dengan Allah. Bagaimana dapat dibayangkan bahwa Allah dapat dihijab oleh sesuatu. Padahal Allah yang menzahirkan atau menampakkan segala sesuatu.

Bagaimana mungkin akan dihijab oleh sesuatu.

Padahal Allah yang Nampak zahir pada segala sesuatu.

Bagaimana akan mungkin dihijab oleh sesuatu.

Padahal dia jelas dari segala sesuatu.

Bagaimana akan dhijab oleh sesuatu.

Padahal Allah lebih dekat kepadamu dari segala sesuatu.

Bagaimana akan mungkin dihijab oleh sesuatu.

Padahal dia terlihat dalam tiap sesuatu.

Sesungguhnya yang menghijab engkau daripada melihat Allah itu, karena dekatnya Allah kepadamu.

Allah yang menjahirkan segala sesuatu, karena Allah yang bersifat bathin. Dan Allah yang melihat adanya segala sesuatu, sebab Allah itulah yang johir atau yang jelas pada tiap-tiap sesuatu.

Bagaimana Allah akan terhijab dengan sesuatu. Padahal semata yang terhijab itu semata-mata nur illahi, dan pada segala tempat Allah berada dan tetap hadir, tak pernah goib. Andaikata Allah tidak johir pada benda-benda alam ini, tidak mungkin adanya penglihatan padanya. Dan andaikan Allah mengahirkan sifat-sifatnya, pastilah lenyap alam bendanya.

Bagaimana akan mungkin dihijab oleh sesuatu,

Padahal andaikan tidak ada Allah, niscaya tidak aka nada segala sesuatu. Demikianlah kebijaksanaan Allah atas semua makhluknya atau hambanya.

MANUSIA INI ADA DUA MACAM :

PERTAMA ADA YANG MENDAPAT KARUNIA ALLAH, SEHINGGA IA BERBUAT

TAAT KEPADA ALLAH. MAKSUDNYA IALAH MENGERJAKAN SURUH DAN MENINGGALKAN TEGAH.

KEDUA ADALAH, YANG DENGAN TAATNYA KEPADA ALLAH, SEHINGGA MENCAPAINYA KEBESARAN KARUNIA ALLAH.

NUR IMAN SEORANG SUFI

Dengan NUR cahaya matahari, seorang dapat melihat benda-benda alam ini. Tetapi dengan NUR cahaya iman keyakinan yang mendalam, engkau dapat langsung melihat Allah yang menjadikan benda ala mini.

Amal perbauatan apakah yang paling dekat kepada murka Allah?

Amal yang tidak disukai Allah ialah : karena melihat kepada dirinya sendirinya dan lebih jahat lagi kalau ia menuntut upah balasan itu karena amalnya.

Bagaimana engkau minta upah atas amal perbuatanmu?

Sedang engkau sendiri tidak ikut berbuat.

Nur itulah yang menerangi dan basyirah atau matahari itulah yang menentukan hikum.

Dan hati yang melaksanakan dan menggagalkannya.

NUR itulah yang menerangi baik atau buruk ; lalu dengan matahari ditetapkan hukum, dan setelah itu maka hatilah yang melaksanakan atau yang menggagalkannya.

Sebab hati itu RUHANI, dan RUHANI itu ialah yang bersifat ketuhanan atau luhud.

Alam ini berupa kegelapan, sedang yang meneranginya hanya karena tampaknya Allah padanya.

Maka barang siapa yang melihat alam, tapi tidak meihat Allah didalamnya, atau sesudahnya ; maka nyatalah orang itu buta mata hatinya.

—oo0oo—

KATEGORI:UNCATEGORIZEDTINGGALKAN KOMENTAR

isi kitab barencong 5

      4 Votes
HAQIQAT SEMATA

Maqam ini disebut juga dengan haqiqat mujaradat atau dengan kata DERAJAT HAQIQAT. Orang awan dan orang alim belum mendapat atau mencapai DERAJAT HAQIQAT ini. Mereka hanya sampai kepada tingkat ilmu belaka. Belum lagi sampai kepada DERAJAT HAQIQAT ILMU DAN MA”RIFAT. Orang yang berada pada tingkat haqiqat semata ini, tiada lagi berpegang kepada kulit lahir dan nash dan dalil mereka telah menyeberang dari al’Qur’an dan al-hadits.

Mereka langsung menuju tuhan tanpa perantara

Rasulullah S.A.W sendiri, sebelum turunnya al’Qur’an beliau beliau sudah ma’rifat kepada Tuhan Allah. Beliau cukupmemakai dalil-dalil alam sekelilingnya. Itulah yang disebut KITABUL UJUD. Orang yang berada pada maqam ini berkata dengan sembarang kata, karena mereka tidak peduli atas kaedah sareat. Makanya ulama-ulama sareat atau ulama fiqih menghukumkan jindik kepada mereka. Sebenarnya kata-kata jindik itu hanya kata-kata menakuti saja.

Orang-orangsiddik yang kuat memegang sareat berkata-kata jindik itu hanya untuk supaya jangan ditiru oleh orang yang dangkal ilmu pengetahuanya. Jadi saya yakin, bahwa haqiqat semata ini dapat dibenarkan, asal orang itu benar-benar mendalam, dan dalam ilmu ma’rifah dan telah sampai kepuncaknya.

RASULULLAH S.A.W sendiri pernah bersabda, dan tiba-tiba disuruh Tuhan menutup lidahnya, agar supaya terpelihara sareat MUHAMMAD. Para sahabat mengumpulkan dan mencatat semua hadits nabi saw tetapi nabi melarang mencatat hadits-hadits nabi yang sangat rahasia, kalau dicatat semua maka bisa membawa fitnah besar, para sahabat sering membicarakan soal yang mendalam. Sampai-sampai keluar dari al-qur’an dan alhadits nabi saw sering melarang. Sebab sabda beliau : tidak semua umatku yang mencapai makam ini. Dan nanti bisa membawa fitnah besar, dan sabda nabi s.a.w. yang sangat rahasia itu hanya dibisikan orang ditelinga yang beroleh ilham.

Dan RASULULLAH s.a.wa sendiri pernah bersabda, yang artinya begini : AKU ALLAH TIDAK ADA TUHAN, MELAINKAN AKU.

Demikianlah hadits shahih yang pernah saya temui dalam sebuah kitab tasauf yang sangat mendalam sekali isinya. Maka apabila saya sak dan ragu dengan hadits ini, maka kafirlah saya pada saat ini juga. Dan bakarlah saya dengan neraka jahanam itu. turunkanlah bala bencana yang hebat didalam dunia ini juga. Dan janganlah engkau terima tobat saya sampaii hari kiamat.

Engkau maha mendengar lagi maha mengetahui. Orang yang telah mencapai tingkat ini, mereka telah berada pada alam yang tertinggi, yang disebut dalam firman Tuhan yang berbunyi AL MALA IL ‘ALA. Orang ini hakikat semata, tiada lagi berpegang kepada sareat yang jahir ini. Sebab dalam pandangannya sareat yang berlaku ini adalah sareatullah jua. Gerak dan gerik hanya pada Allah.

Orang yang sampai pada Allah mereka seia sekata , seujud, senyawa , serasa dan serahasia. Kehendaknya tidak berlawanan dengan kehendak Allah. Mereka telah satu dengan Tuhan.

Sifat Tuhan menjadilalah sifatnya.

Ia telah fana dalam Tuhan dan baqa dalam Tuhan. Siapakah lagi yang memerintahkan dan siapakah yang diperintah. Tentunya tidak ada apa-apa lagi. PAHAMKANLAH.

Orang yang pada maqam tertinggi ini, telah mendapat kebebasan dari Tuhan, karena mereka satu kedudukan dengan Tuhan dalam segala hal. Orang ini kerap kali berkata dengan sembarang kata

Karena mereka berdiri sendiri dan berbuat sendiri menurut sesukanya, sering mereka berkata; Aku yang punya alam, aku yang punya kuasa, dan aku yang menentukan hokum. Yang Tuhan itu adalah Aku. Maha suci aku dan sembahlah aku. Tidak ada Tuhan, melainkan Aku MUHAMMAD itu utusanku, MALAIKAT itu abdiku.

Dan semua makhluk mendapat menghadap kepadaku, dan algi katanya ; Akulah Tuhan sekalian makhluk.

Semua orang yang mengahadap itu adalah menyembah kepadaku. Alangkah besarnya kuasa. Akulah Tuhan yang hidup, yang tiada mati semua dengan sendirinya, tiada Ruh dan tiada jasad. Kadang-kadang mereka berpisah.

Berkata pula; Akulah Tuhan yang maha besar, yang meliputi alam.

Aku ada dimana-mana. DI ARSY, DI LANGIT DAN DI BUMI.

Apabila aku berkata ; maka tuhanku menjawab, hambamu mendengar suaramu. Alangkah mesranya hidupku bersama kekasihku. Dia adalah aku dan aku adalah dia. AKU DAN AKU ADALAH DIA.

Aku satu dengan Allah, Aku satu dengan Muhammad, Aku satu dengan Adam, Aku atu dengan seluruh alam, Akulah Tuhan yang maha Esa (rahasianya).

Aku berbuat menurut sekehendakku. Kalau hendak melihat Tuhan ; lihatlah aku. Semua wali-wali itu adalah waliku. Aku berkata sembarangan kata, Tak ada satupun kata, Tak ada satupun yang menenagahnya, kecuali aku sendiri.

Alangkah mulianya aku, Akulah lapang dan akulah yang sempit. Semua perbuatanku di ala mini adalah baik. Hanyalah makhluk sendiri salah sangka.

Siapa menyangka buruk, buruklah jadinya

Siapa menyangka baik, maka baiklah ia.

Inilah contoh orang yang sejajar dengan maqam Rasulullah s.a.w.

Janganlah pandang jahir semata, niscaya jauh dari Tuhan.

Apakah arti hakikat yang sesungguhnya ?

Arti hakikat itu ialah Tuhan semata, tiada campur dengan makhluk

Sedang makhluk itupun juga asma Tuhan. Allah itupun asma Tuhan, semua asma Tuhan, tetap ia hakikatnya satu jua.

Jadi bagi orang yang telah bertemu dengan inti sari ilmu dan ma’rifat adalah ; ia tidak perlu lagi menyebut asmanya, atau pengkatnya, cukuplah ia menyatakan dirinya dengan kata-kata Aku (Hu). Inipun kalau keluar. Tetapi bagi bathinnya ; cukuplah diamnya orang yang telah bulat atau satu dengan Tuhan, telah hapus kata-kata sareat atau tarikat. Hanya tinggal bathin hakikat dan lahir ma’rifat. Yang teratasnya lagi tidak ada/hapus kata-kata ma’rifat ; tinggallah hakikat (tuhan semata). Jadi tinggallah satu pandang syuhud saja. SYUHUDUL WAHDAH FILWAHDAH. Tuhan memandang kepada dirinya sendiri. Jadi disini tidak ada sareat, tarekat dan ma’rifat lagi. Semuanya tidak ada yang berdiri diatas hakikat.

Hakikat adalah ZAT DARI TUHAN ALLAH AZZAWAZALLA, jelasnya tidak ada sifat yang berdiri diatas zat. Jadi jahir Tuhan, bathinnya Tuhan. Yang nyata Tuhan dan yang bathinpun Tuhan jua.

Jadi yang berlaku pada sekalian ala mini adalah ZAT SEMATA atau yang disebut hakikat semata. Dengan kata lain (Rahasia) ialah : HU (AKU) semata.

Kata-kata AKU disini adalah murni dan tak diragukan lagi kebenarannya. MAN ANA (SIAPA AKU) ; Aku disini ialah, Tuhan sekalian makhluk. Simpun seluruh alam dunia dan alam akhirat. Kalau hendak menerangkan kalimah AKU (ANA). Kering air laut untuk tintahnya dan tak cukup daun kayu-kayu untuk kertasnya. Untuk menulis kalimah KU atau ANA tak akan habis-habisnya.

Untuk memecahkan satu kalimah saja, tak cukup umur kita. Inilah tanda kebesaran Tuhan seru sekalian Alam.

Sedang inipun hanya satu tetes dari pialanya

Ilmu rahasia yang dianugerahikan Tuhan kepada hambanya hanyalah sebagai setetes embun diwaktu pagi. Sedang setetes ini sajapun banyak orang yang heran dan tercengang mendengarnya.

Apalagi umpamanya dua tetes, mungin ada yang matiterkejut karenanya. Atau langsung mendustakannya.

Sekurang-kurangnya orang mengatakan gila atau kapir.

Tetapi saya tidak heran atas tingkah laku hamba Allah didalam alam dunia ini. Karena semuanya itu terjadi atau kudrat dan kehendak Allah semata-mata.

Dunia ini adalah panggung sandiwara Allah Ta’ala, dimana Tuhan sendiri sebagai dalangnya. Maka kalau sudah tahu rahasianya, tentunya tentram dan bahagia hidupnya. Dan tak pernah mengeluh lagi. Orang yang sudah benar-benar bulat tekadnya, tidak ada takut lagi. Kadang-kadang orang yang telah merasa nikmatnya kurnia tuhan itu, ada yang ingin mati saja, yaitu mati di pangkuan kekasih. Orang yang demikian ini pandangannya Allah semata dan baik semata dan tersenyum semata. Tak ada lagi kebencian, buruk sangka, fitnah dan lain-lain sebagainyaorang yang seperti ini berkata selalu benar dan tak mau dusta lagi. Mereka tidak mengeluh dalam kemiskinan dan cacian orang. Orang ini telah melekat alam hati sanubarinya sampai kepuncak ARSY perasaan ridhanya dan suci bersih RUH dan SIRNYA. Hanya dalam pandangannya; AKU semata-mata.

Ia tidak lagi mengata : AMALLAH atau ANAL HAQ, atau AKU ZAT, AKU SIFAT. Atau aku hamba, atau aku makhluk atau Aku manusia. Tetapi cukuplah dengan isarat : AKU (ANA).

Kalau tidak perlu diam saja. Mereka tidak dapat lagi membedakan, yang mana dirinya dan yang mana Tuhannya dan mana makhluknya.

Ia tidak tahu lagi siapa dirinya dan siapa Tuhannya.

Ia tidak tahu lagi membedakan yang mana dirinya dan yang mana Tuhannya dan mana makhluk.

Ia tidak tahu lagi siapa dirinya dan siapa Tuhannya

Ia tidak tahu lagi dosa dan pahala. Hanya ia berkata dengan sembarang kata. AL-HAQ ada padanya dan dengan dialah hakikat. Dialah yang bathin dalam hakikat dan dialah yang lahir dalam ma’rifat zahirnya Tuhan dan bathinnya Tuhan. Dia berdiri diatas hukum, bukan di bawah hukum. Biarpun dia dicela dan dicaci, dimanja dan dipuja baginya adalah sama saja.

Inilah manusia Allah yang suci murni dan tiada noda, walaupun satu titik hitam kata-kata kafir atau gila dianggapnya sebagai suara merdu bagaikan seorang sufi meniup seruling buluh perindu dari surga.

Suara cacian dan hinaan sebagai nyanyian pelepas rindu dikala kesepian, tak mampu manusia memutarbalikkan hatinya atau yang disebut kalbun salim.

Dia tetap tenang ; tentram dan bahagia.

Allah tetap hadir dalam setiap saat / detik dalam perasaan

Orang yang seperti ini dapat dihitung dengan jari tangan, dia adalah termasuk golongan yang sedikit diantara 72 atau 73 golongan. Kami berani menyatakan, bahwa kami termasuk golongan yang sedikit. Yaitu golongan FIYAH QALILLAH.

Dalam istilah sufi disebut keluarga Tuhan.

Artinya : satu haderat dengan Tuhan, bahkan satu kedudukan dan satu kekayaan dengan Tuhan. Satu kekuasaan dan satu kebesaran dan satu kemuliaan. Kamilah Tuhan sekalian alam.

NUR ILAHI memenuhi jiwanya, NUR MUHAMMAD meliputi ujudnya.

Akhlak Allah dalam gerakan dan geriknya. Kalamullah setiap kata dan ucapannya. RACHMAN DAN RACHIM dalam setiap pandangannya. Suara ALAIH dalamsetiap pendengarannya.

Kalimah Allah dalam dalam setiap langkah dan tujuannya. SIRULLAH dalam setiap niat dan perasaannya. NIKMAT dan RACHMAD ALLAH dalam setiap turun naik nafasnya.

ZIKRULLAH dalam setiap denyut jantungnya.

HUDAWAATUZZIKRI dalam setiap diamnya. RAHASIA ALLAH dalam setiap akuannya.

Dia ESA dalam ARSYnya dan tunggal dalam melayutnya.

Dia berhaq berkata ; dengan namaku yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji itu hanya untukku. Karena ia dating dariku dan kembali kepadaku.

Tahukah kamu wahai makhlukku !

Bukan engkau yang berbuat itu ; tetapi aku juga memuji diriku. Aku memuji diriku atau aku diam saja; apakah aku tidak kuasa ? aku bebas menurut sekehendakku.

Aku jua yang menyuruh dan Aku jua yang mendengar.

Apabila Aku yang menyuruh, maka satu makhluk pun tak ada yang sanggup meninggalkannya. Dan apabila aku ang menengahmu, maka satu makhlukpun tak ada yyang sanggup mengerjakannya. Inilah tanda kebesaranku dan tanda kekuasaanku dalam setiap makhluk.

Apakah kamu masih belum mengerti?

Apakah aku yang ada, maka tak usah kamu takut dengan neraka, dan tak perlu kamu mencari surga. Akulah yang berhak menentukannya. Karena aku jua yang berbuat dan yang melarangnya.

Apabila aku menyampaikannya bukan aku yang mewajibkannya apa-apa untukku. Hanya semata-mata aku menyuruhmu supaya masuk kedalam surgaku. Apakah kamu belum mengerti? Bukanlah aku merindukan surga tetapi surga itu rindu padaku

Dan aku takut neraka ; teapi neraka sendiri lenyap dariku. Akankah neraka itu terbit dari surga?

Surga itu terbit dari AKU.

Pantaskah aku yang sujud kepada surge dan neraka?

Orang yang mencari surga atau takut akan neraka ?

Tahukah kamu wahai sekalian manusia ?

Dia ini milikmu dan akhirat itu haqmu

Dia ini zahirmu dan akhirat itu bathinmu

Dia ini badanmu dan akhirat itu jiwamu

Dia ini sifatmu dan akhirat itu zatmu

Zatmu tiada lain daripada zatmu

Dia ini neraka pada hakikatnya. Akhirat itu adalah surga . ia dan akhirat adalah satu.

Surga dan nerakapun satu jua. Allah dan Muhammad satu. Kalau begini manakah neraka itu?

Manakah dunia atau makhluk itu ?. Manakah yang adan dan Muhammad ?

Manakah yang jasad dan manakah yang roh itu ? manakah yang makhluk dan manakah yang Tuhan itu? rohlah kamu kalau masih belum mengerti.

Bacalah kitab barincong ; artinya perpisahan antara yang lahir dengan yang bathin. Antara yang batal dengan yang haq. Antara ahli kulit dengan ahli isi. Antara ahli sareat dengan ahli hakikat. Perpisahan antara makhluk dengan Tuhan. Perpisahan antara ahli jahir dengan ahli ibadat bathin.

RINCUNG : tak mau campur baur dengan ahli sareat. Memisahkan diri tak mau rapat. Ilmu jahir membawa mudarat.

Hakikat Allah bahagia dunia akhirat. Kitab barincungpusaka lama. Jangan dibuang dilaut merah. Hati bingung didalam dada.

Ingin mati dilautan darah. Kalau belum bertemu, rindukan bulan

Kalau dapat, jangan tak dihiraukan

Sulit mencari, buang anak bini rahasia sejati ilmu robbani.

PANTUN ORANG HAKIKAT

KALAU BENAR INGIN TERUSKAN

TUNJUKKAN MUKA TARUH DIDEPAN

PANTANG MUNDUR PAHLAWAN TUHAN

MATI SYAHID DIPANGKUAN TUHAN

KITAB BARINCUNG JANGAN TANYAKAN

TAK ADA JAWAB TUAN DAPATKAN

KALAU PERCAYA SILAHKAN MAKAN

KALAU RAGU SILAHKAN (CEPAT) MUNTAHKAN

BANYAK BICARA RAGU TIMBULAN

BANYAK TANYA, NYATA KETAKUTAN

HATI DUA, MAKHLUK DAN TUHAN

KITAB BARINCUNG UNGGUL DIDEPAN

DATUK SANGGUL GELAR MULIA

ILMU SEJATI TAK MAU DIBELAH DUA

TUHAN DAN MUHAMMAD ADALAH BETA

SANGGUL UNGGUL AKULAH TIMBUL

DATUK SANGGUL JELMAAN TUHAN

TUHAN MENJELMA BERNAMA SANGGUL

LIMPAH RACHMAT ABDULLAH TIMBUL

SANGGUL LENYAP DIDALAM MAKBUL

BUKAN AKU BERTAKLID BUTA

KEPADA PIMPINAN ASAL SEMULA

KINI LANGSUNG MENUJU DIA

TUHAN ALLAH TANPA PERANTARA

AKU ALLAH SANGGUL PUN ALLAH

PARA WALI HALIFATULLAH TIDAK BERDUA DIHADERAT ALLAH

WALAU TAK HINA ATAU NABI-NABI ALLAH

RASUL DAN NABI-NABI MANUSIA UTAMA

PANDANGAN JAHIR ADAT DUNIA

AKU ALLAH DIATAS SEGALA-GALANYA

NAMA DAN PANGKAT HANYALAH ASMA

KALAU ORANG BERKATA ; RASUL INI

MULIA DAN NABI INI ADALAH KAYA

SAHABAT DAN AULIA SERTA ANBIYA

PARA WALI TARUH DISUKA

DARI KUJAWAB SEMUA KATA

SEMUA ITU ADALAH BETA

MISKIN DAN KAYA, MULIA ADA PADA KITA

SEMUA ALLAH TUHAN YANG KAYA

ADAKAH YANG TINGGI ATAU MELATA

SEMUA MAKHLUK TERMASUK KITA

TUHAN ALLAH KHALIK PENCIPTA

SEMUA KATA DIHADAPKAN KITA

ORANG JAHIL SERTA PENDUSTA

PAKAI JUBAH KAYA PENDETA

HATI BUSUK, JIWA KAYA BUAYA

LAIN DIMULUT LAIN PULA DIRASA

ILMU ZAHIR MENCEGAH KATA

YANG SATU DIBELAH DUA

ALIM ULAMA JANGAN DIPERCAYA

KALAU MAKHLUK MASIH BERDAYA

BIAR MALING GAWIAN DUNIA

ILMUNYA AMBIL ASAL SEMPURNA

TIDAK SEMBAHYANG BUKAN UKURANNYA

ILMU SEJATI TUHAN YANG PUNYA

BIAR ALIM DALAM DUNIA

TAQLID BUTA HIDUP PERCUMA

BILA SEMBAHYANG MENCARI BALASANNYA

TANDA MUNAFIK NAMPAK KELIHATANNYA

AMAL SEMBAHYANG TIADA ARTINYA

HATI SIRIK, KATA JIWANYA

AKU ALLAH YANG MENENTUKANNYA

SIAPA KENAL ITULAH SEMPURNA.

Tuhan itulah haqiqat ujud dalam hidup ini

Tuhan itulah haqiqat alam, Alam dan tuhan adalah satu

Maka siapa yang fana dengan Allah, niscaya ia lupa akan dirinya.

Dan berkenalan dengan Allah dalam suhudnya

Siapa tiada melekat Allah, dalam apa yang ia lihat ; nyatalah ia masih terdinding. Seorang ahlul haqiqat yang tiada ber haqiqat.

Seorang pencinta Tuhan, yang tiada bertuhan. Dan seorang sareat, yang tiada bersareat.

Dan seorang ahlul ma’rifat, yang tiada berma’rifat. Seorang ahli pikir, yang tiada menggunakan pikiran. Dan seorang ahli tasyauf, yang tiada bertasyauf. Seorang pengenal, yang tiada mengenal lagi. Karena yang dikenal dan yang dikenal adalah satu jua.

Yang mencari itu, itulah yang dicari. Artinya ; Tuhan mengenal Tuhan.

Lemah dari pendapatan akan mendapat, itulah pendapatan Tuhan.

Jadi siapa kenal akan dirinya, niscaya kenal akan Tuhannya. Sebab dirinya itu tiada lain dari Tuahnnya. Jadi nyatalah tuhan didalam diri. Diri dalam genggaman Tuhan.

Dengan kata lain ; pemeliharaan Tuhan pada bathin hambanya. Jadi kesimpulannya JOHIR TUHAN, BATHINPUN TUHAN.

Dunia Tuhan, akhiratpun Tuhan, yang nyata Tuhan, yang ghoib pun Tuhan.

Awal pun Tuhan, akhir pun Tuhan

Yang nyata Tuhan, yang ghoib pun Tuhan

Semua itu Tuhan dan Tuhan itu semuanya.

Inilah ilmu ma’rifat yang sempurna.

Inilah ilmu rahasia yang esa yang sejati.

Inilah agama Islam yang sebenarnya.

Inilah iman haq yang diridhai.

Inilah amal ibadat yang bernilai.

Inilah manusia Allah yang suci murni.

Inilah dua kalimah syadahat yang sesungguhnya dan yang sempurna.

Disinilah sembahyang mi’roj namanya.

Disinilah puasa yang sebenarnya.

Disinilah yang sesungguhnya yang berzakat.

Disinilah haji yang mabrur.

Disinilah letaknya kebenaran cinta kepada Rasulullah dan

Kepada Tuhandan kepada segala makhluk.

Dan inilah yang disebut: AGAMA

Artinya: ALIF, AGEN DAN MIM.

APAKAH ARTI AGAMA itu.

Dalam arti yang sangat mendalam ialah.

ALIF artinya : ZAT ALLAH.

MIM artinya : SIFAT ALLAH.

AGEN artinya : Antara dua ujud. Yaitu ujud Allah dan ujud Muhammad.

Atau antara ujud Adam dn Ujud Allah.

Baiklah aku susun dengan rapi sekali.

ALIF : artinya ALLAH

MIM : artinya Muhammad.

AGEN : artinya nafsu Syahwat.

Jadi dinding antara Muhammad dengan Allah Ta’ala inilah NAFSU. Siapa sanggup mengalahkan nafsu itu ; berarti bertemu dengan Tuhan. Inilah arti yang sebenarnya dalam Rahasia ke-Tuhanan. Jangan hanyabisa mengatakan saja. Sedang haqiqat belum tahu.

Haqiqat yang sesungguhnya nafsu itu ialah ; SYAHWAT .

Maka saya uraikan dalam beberapa fasal.

1. Yang disebut dal Al’Qur’an yaitu : SYAITON

2. Nafsu kebinatangan (hayawan)

3. Nafsu yang belum terkendalikan

Siapa yang sudah sanggup mengalahkan nafsu shaiton itu berarti tidak adashaitonnya lagi.

Kini menjadilah ia nafsu ZAT HAQ TAALA atau nafsu mutmainnah. Inilah SIROLLAH NAMANYA. Maka apabila datangnya dari ZAT – illahiyah (Zat-ketuhanan) semuanya baik dan semuanya ibadat. Ialah artinya Agama itu. inilah agama yang selamat.

Atau yang lazim disebut : AGAMA ISLAM. Islam itu artinya selamat sejahtera.

Jadi dinding (hijab Allah) itu ialah : yang disebut AGEN itu tadi. Apabila musnah Agen itu tadi ; disebut juga AEN. Inilah ZAT ketuhanan yang mutlak. Marilah kita buka terus rahasia ini. Anda sering mendengar orang berkata : Hilangkan titiknya dahulu, baru kamu sampai kepada Allah. Baiklah aku dengan rela hati menerangkannya kepada anda, sesudah itu tutuplah. Baiklah kita membicarakan kembali antara “AIN” ( ) dan Agen ( ). Huruf AIN tidak bertitik.

Sedangkan huruf AGEN ( ) ada titiknya. Maka jadilah ia huruf “AIN” ( ). AGEN

AIN kalau huruf agan itu tadi sudah kita buang titiknya ; maka otomatis orang menyebut “AIN”.

Jadi “AIN ini ZAT ketuhanan yang mutlak (Nafsu ZAT Hau Ta’ala) sedang AGEN itu tadi adalah nafsu shaiton atau nafsu yang batil. Maka bila hilang titik AGEN itu tadi ; berubahlah menjadi “AIN” contohnya ;

Hanya menghilangkan titiknya, jadi sempurna ilmunya. Sama halnya dengan kata-kata AKU. Dan si batal menyebut AKU jua.

Disini kita kita hanya menghilangkan akuan makhluk. Bila sudah hilang, hanya akuan Allah saja yang ada lagi. Sempurnalah ilmunya.

Inilah cara menghilangkan titik itu tadi. Rahasiakanlah buat sementara. Mudah saja bukan. Semuanya jadi rahasia kalau belum diketahui.

ISLAM

Dalam artian umum ialah selamat

Artian dalam ma’rifat lain pula.artinya : Allah, Sir, Nafsu, yang haq, dan Muhammad

Antara Allah dengan Muhammad adalah Sir rahasia dan nafsu zat haq Ta’ala.

Apabila dapat menyatukan antara Sir dan nafsu yang haq, maka baru benarlah dapat menyatukan Allah dengan Muhammad. Apabila sempurna yang empat macam ini ; berarti sempurna islamnya dan sempurna imannya. Dan setelah tersebut tadi.

Sesudah mengetahui yang sesungguhnya arti islam itu ; Barulah dinamakan Islam sejati dan iman yang sempurna. Inilah yang sebenar-benarnya Agama, dan sebenar-benarnya islam dan iman yang haq. Inilah mu’min sejati dan hamba yang sempurna.

Janganlah hanya mengaku beragama Islam, sedang jiwanya kosong dari Agama.

Demikian pula halnya mengenai akidah/ pendirian seseorang yaitu tanpa taqlid buta dan ikut-ikutan orang lain. Kita wajib menyaksikan sendiri, membuktikan sendiri, dan merasakan sendiri. Inilah yang sebenar-benarnya agama Islam yang sempurna. Keterangan, ini merupakan ILMU LADUNI DAN RAHASIA KUDUS.

KEBENARAN DALAM AJARAN TASYAUF

Untuk mengetahui kebenaran dalam ajaran tasyauf ini kita dapat merasakan sendiri, umpamanya ; mendapat musibah, kita harus sabar dan ridha. Dan hanya sanggup tidak berdusta lagi. Jadi dalam pandangan kita semata-mata Allah, dan dalam perasaan kita harus kasih sayang. Dalam hidup ini kita telah mengetahui arti AGAMA.

AKIDAHKU : Aku tidak mau taklid buta lagi, walaupun ulama memakai dalil-dalil dan nash yang hebat.

Alhamdulillah kini jiwaku tenteram dan bahagia, hidupku puas dengan nikmat Allah dn setiap saat. Dalam soal ibadah aku aku tidak takut sedikit amal. Perasaanku kini tak ada lagi merasakan takut atau gentar. Aku tidak takut dengan neraka dan tidak takut siksa dan tidak takut sedikit amal dan tidak takut dicela dan tidak takut dikapirkan makhluk, tidak takut miskin dan tidak takut mati. Kata-kata takut itu lenyap semua dalam perasaanku. Sebaliknya ; aku merasa senang, bahagia, kasih saying, sabar, cinta dan ridha. Dan aku telah merasa nikmat didalam nikmat. Semua nikmat, tidak ada bala dan siksa.

Kini aku tidak minta sorga lagi. Sebab nikmat itu sorga, dan telah kurasakan didalam dunia ini.

Dunia nikmat akhiratpun nikmat. Senang nikmat susahpun nikmat.

Tidak ada yang tidak nikmat bagiku. Tak ada yang tak baik bagiku. Tak ada yang tak taat bagiku.

Semua nikmat, semua baik, semua ibadat, semua rahmat dan semua ridha bagiku. Dalam pandanganku tak ada lagi iblis dan shaiton, manusia dan jin, malaikat dan nahi-nahi, semua Tuhan dan Tuhan semuanya. Pendeknya serba Tuhan, tak ada selalu Tuhan.

Hanya dengan cara beginilah hamba Allah akan mencapai ketentraman jiwadan kebahagiaan. Dengan inilah caraku mencari kebenaran mutlak dan tidak ada yang lebih bahagia daripada kebahagiaan seorang ahlul ma’rifat.

KATEGORI:UNCATEGORIZED1 COMMENT

isi kitab barencong 4

      3 Votes
DIKALA SAKARATAL MAUT

Kesempurnaan hamba allah pulang ke rahmatullah ini hanya sebuah misal atau contoh

Ada beberapa pertanda menjadai rahasia

Bergerak daripada ujung sulla lalu naik ke atas kepada, rasanya seperti ditusuk-tusuk dengan jarum, dan lalu terus kepada telinga kiri dan kanan. Dan mendengar bunyi suara seperti bunyi badil/ meriam atau petir, dan heran rasanya terlalu sangat, itulah hakikat jibril memberi tanda. Jibril itu suatu cahaya keluar dari diri kita pada waktu itu kita mengata : ya hu, ya hu, ya hu.

Sekarang umur kita tinggal 40 hari saja sesudah 33 hari yaitu tinggal 7 hari lagi keluarlah suatu cahaya/dari mata kita rupanya sangat elok bercahaya cahaya.

Dengan berpakaian hijau itulah dia malaikat izrail. Dikala itu kita mengucap : Hakkul hak, hakkul hak, hakkul hak jadi umur kita tinggal 7 hari lagi.

Sesudah 3 hari itu, yaitu pada hari yang ke 36 keluar pula cahaya dari mata kita, yaitu cahaya yang amat putih bersih seperti kita jua besarnya, atau rupanya : baunya terlalu sangat harum seperti ambar kasturi dan dia berkata : akulah yang bernama muhammad itulah sesungguhnya allah ta’ala memberi tanda gerak.

Dan dikala itu kita mengucap alhamdulillah robbil alamin dan pada hari yang yang keempat puluh (40) : maka allah tazali yaitu zat allah s.w.t yang sebenarnya maka bertetaplah engkau pulang kerahmatullahi ta’ala seperti terlalu nikmat rasanya, tiada hingga lagi. Maka kita ingat, jangan lupa dalam hati kita ini Ujudullah Ta’ala.

Maka himpunlah muhammad dan allah, yaitu hu allah inilah perjalanan para aribillah dan para wali-wali allah jangan di ingat dimulut dan dihati ingat didalam dan barang siapa mengenal akan tuhannya, niscaya ia jahil akan dirinya sendiri.

 

 

Jikalau tiada anugerahnya kepadaku, niscaya tiadalah aku dapat mengenal tuhanku

Dan saiyidina Abu Bakar pernah ditanya orang

Bika arofa robbaka, artinya : dengan apa engkau mengenal tuhanmu ?

Maka syayidina abuu bakar menjawab dengan tegas

Araftu robbi bi robbi, walaula robbi ma araftu robbi

Artinya : aku mengenal tuhan dengan tuhanku jua, jiakalu tiada karena tuhanku, tiadalah aku dapat mengenal tuhanku. Maka yang bertanya itu meneruskan pertanyaannya. Apa mungkinkah manusia ini dapat mengenal tuhan ?

Maka saiyidina abu Bakar menjawab :

Al adju andarkil idroki idrokum

Artinya : lemah daripada mendapat akan pendapat, itulah yang mendapat, maksudnya ialah : kelemahanku akan tuhannya. Jadi jelasnya ialah : dia juga yang mendapat kaunya lebih jelas lagi kaum sufi mengatakan laya’rifullah ilallah.

Artinya : tiada mengenal allah hanya allah

Sekarang baiklah hamba bawakan pula ayat yang berbunyi : wafi amfusikum afala tursirun, artinya : didalam diri kamu kenapa kamu tidak mengetahuinya dan lagi dalil mengatakan wafi amfusikum wama yafalun, artinya : tuhan ada pada engkau tetapi

Engkau tiada melihat. Maka dengan adanya dalil ini/ dalil al-qur’an yang nyata ini. Marilah kita mengenal Tuhan Allah s.w.t.

Beranikanlah : jangan ada rasa takut, rasa takut itu adalah bujukan syaiton laknatullah.

Lil jismil insani insanu

Artinya : carilah orang, yang ada orang didalam orang

Fastazkurni, fastzkurkum

Artinya : kenalilah sedalam-dalamnya tuhanmu dan dia juga mengenal kepadamu

Demikianlah orang yang hendak mengenal diri dan lagi firman Allah Ta’ala dalam al-qur’an : wanah aqrobu ilahi min khablil wail . Artinya : kami adalah lebih dekat kepadanya daripada urat leher mereka sendiri (Qaf s. 50,16)

Quluah bitu al-jami’a famma ya’tiyanakum minni huda famantabia huda yafala khaufun alaihin walahum yakhjanun, artinya : berangkalah kamu sekaliannya, jika datang petunjukku kepadamu

maka barang siapa mengikuti petunjukku, niscaya tiada takut dan tiada gentar dan tiada berduka cita waktu selama-lamanya.

Jadi ayat ini adalah bagi kita untuk mendorong kita dalam menuju tuhan robbul alamin.

Maka dari pada itu segalanya ialah : menuntut demi allah, mengenal demi allah, berjuang demi allah

Sembahyang demi allah, bekerja demi allah, beramal demi allah, berusaha demi allah, jadi keseluruhnnya adalah demi allah. Tidak ada demi itu dan demi ini, semuanya ditundukan dan direndahkan demi allah. Hidup di alam maya semata-mata melaksanakan perintah allah dan meninggalkan larangan allah. Hamba berbuat menurut sekehendak allah. Tidak menambah dan mencurangi dari kehendak allah. Apabila hamba berani menambah dan mengurang daripada kudrat dan iradat allah, maka aku hukumkan dariku itu murtad. Dan apabila kau lupa sekejap saja kepada allah, maka aku hukumkan diriku itu kafir. Sekarang baiklah kita teruskan dengan ayat yang berbunyi Kholaqtul zinna wal insa liya’budun. Arrtinya : aku jadikan jin dan manusia semata-mata untuk mengenal kepadaku atau untuk mengabdi kepadaku, atau untuk menyembah kepadaku mengenal tuhan adalah suatu amanah dari allah, untuk kita laksanakan secepat mungkin dan janganlah kita lalaikan mengaji/menuntut rahasia besar ini. Sabda Rasulullah saw faija ajakaro illa khonasa, artinya : apabila ingatlah musnahlah syaiton. Maksudnya ialah : yang ingat disini bukan makhluk biasa, etapi hamba yang sudah melasanakan kepada keakuan tuhannya. itulah manusia allah namanya. Itulah insan kamil inilah yang dimaksud oleh abda nabi kita Muhammad s.a.w dan sekarang kita teruskan pula kepada hadist yang berbunyi : Takholaqu bi akhlakillah. Artinya : berakhaklah kamu dengan akhlak allah.

Apa yang dimaksud dengan berakhlak dengan akhlak allah ? jawabnya ialah hamba yang sudah mewujudkan tuhan dalam dirinya pribadiitulah akhlak allah. Jadi tujuan utama dalam bidang ilmu tasauf ialah : untuk menyempurnakan lahir dan bathin, luar dan dalam, sariat dan hakikat, fikih dan tasauf. Dan dapat membedakan yang yang hak dengan yang batil. Dan dapat membedakan dan mengetahui mana yang sebenar-benarnya insan kamil dan mana manusia biasa.

Yang semula mulia hamba disini tuhannya ialah : yang tahu akan dirinya dan yang tahu rahasia yang satu itu. setinggi-tingi maqam ialah yang menduduki kedudukan tuhannya. Tuhan menjadi matanya untuk melihat, tellinganya untuk mendengar, dan lidahnya untuk berkata-kata.

Dan orang yang tidak terdinding lagi pandangannya ialah : hanya satu pandangannya, satu tekatnya satu akidahnya, satu pendiriannya, dan satu dalam rahasianya. Pokoknya segala-gala adalah Satu belaka bagi pendirian hamba hanya satu dan satu. Semuanya bilangan adalah satu. Semesta satu,semua alam satu, surge dan neraka satu, pendeknya adalah semua satu.

Demikianlah pendirian seorang arif atau waliallah. Seorang waliaalah pernah berkata tidak ada kejahatan di dalam dunia ini.beliau sangat optimis sekali. Demikian lah yang pernah melompat dari mulutnya seorang arif atau wali Allah.

 

ILLAH : RASA

Rasa sejati dan mutlak dan murni inilah rasa tuhan yang sejati dan abadi dan mutlak nafsulmuttmainnah itulah yang disebut sunyi dari zat maha suci tuhan yang disebut nafsu zat hak ta’ala yang disebut sunyi dari zat maha suci tuhan.

Rasa yang sejati itu tidak tersentuh dan tidak bercerai dari maha suci tuhan, ini yang dikatakan dia yang didalam dan dia yang diluar. Dia yang mengurung dan dia yang dikurung. Itulah kedudukan seorang waliallah at’ala. Beliau itu sudah wahua ma akum artinya berberangan siang dan malam dan tiada dibatasi oleh ruang dan waktu dan tiada rusak karena rusaknya adam, Dia tetap langgeng selamanya.

 

Liqo (pertemuan)

Kalau yang tertulis dalam al-qur’an itu datangnya dari mana dan kemana simpunnya. Apakah setelah membekas pada kulit-kulit kayu daun-daun kurma, batu-batu dan di kayu-kayu sudah dihilangkan yang sejatinya ?

Apakah al-qur’an itu hanya yang tertulis di lukh mahfutz saja ? adalah yang alinnya lagi ?

Bagaimana muayatnya dan apakah nama tempatnya?

Kitab yang diturunkan allah kebumi ini ada 104 buah kitab. Adalah kitab yang tersembunyi dibalik yang 104 itu yang memang ada, ialah : kitabullah yan sebenarnya itu apakah ia berhuruf, bersuara merupakan kata-kata kitabullah itu sunyi dari segalanya. Manusia hanya diberi sedikit saja percikan kalau tuhan hakiki dan azalli. Jadi siapa yang berhajat kepada ilmu, ilmuwan namanya. Dan siapa yang berhajat kepada ilmu dan kepada allah, itulah yang sebenarnya, yang sampai. Inilah makam tuhan yang hakiki dan azali dan inilah makam ahlul akhirat namanya. Inilah makam nabi-nabi. Dan rasul-rasul allah. Ini makam muhammada namanya. Makam yang terpuji dilangit dan terpuji di bumi. Jadi siapa-siapa yang dikehendaki allah, hanya engkau sendiri kurang faham dengan allah. Bila engkau paham dengan Allah, maka berarti engakau sepaham dengan Allah.

Artinya : fahammu satu rahasia dengan allah, kemauanmu satu rahasia dengan kuasa allah.

Akhirnya ujudmu dan hidupmu satu rahasia dengan ujud allah dan hayatullah zat.

 

Nur Muhammad

Nur Muhammad itu adalah pandangan pertama bagi kita karena itu adalah bibit dari segala kejadian.

Adapun takbir atau mukarramah itu ialah : Allah itu hayat Hu itu Roh, Roh itu nafas, nafas itu nyawa. Mukarramah takbir ini diambil dari kitab TUHPA. Pakaian dari DATUK SANGGUL tanah kuning Rantau (kalsel). Sekarang kita mengambil pakaian DATU MUHMMAD HASAN Negara (kalsel) bunyinya inilah ilmu rapat mufakat segala ulama yang ahlus sunnah wal jamaah yang hak. Maka inilah pegangan kita pada hayat. Hayat itu menjadi nyawa dan nyawa itu menjadi Nur Muhammad. Dan Muhammad itulah Roh Allah. Tetapi disini kita teruskan kepada zat-zat sifat allah jua. Jangan terhijab/terdinding. Jadi allah dan Muhammad jangan diceraikan, seperti naïf dan isbat kesimpulannya ialah kalimah la ilaha ilallah itu gugurnya kepada : hayat, roh, nafas dan nyawa.

Susunannya begini la itu hayat, ilaha itu roh, illa nafas dan allah itu nyawa.

Jadi yang sebenar-benarnya diri itu nur muhammad

Yang sebenar-benarnya nur Muhammad itu sifat

Sebenar-benarnya sifat itu zat, yaitu zat hayat

Allahlah yang disebut rahasia allah (sirrullah)

Inilah perjalanan menurut Datuk Muhammad Hasan

Kebersihan hamba kepada semua penuntut smpanlah

Ia baik-baik jangan sampai dibeberkan ditengah- tengah

masyarakat, nanti bisa menimbulkan fitnah besar.

 

Syeh Muhammad arsyad Al-banjari / datuk arsyad

Pandangan syeh Muhammad arsyad al banjari dalam

Martapura (kalampaian martapura)

ampun yang sebenar-benarnya diri itu hayat

zat itu roh, roh itu nafas, nafas itu rahasia, rahasia itu nur Muhammad

dan yang sebenar-benarnya Muhammad it ujud kita ini. itulah pegangan kita sekarang ini, dan seterusnya inilah pakaian datuk Arsyad Kalampaian, Martapura.

Dan selanjutnya kita teruskan kepada pakaian Datuk Abussamad Bakumpai, Kalsel menurut keputusan kaji beliau adalah yang sebenar-benarnya badan rohani kita itu adalah : Allah Ta’ala sesudah engkau faham, maka jangan engkau cari lagi. Karena ia sudah menjadi nyawa kita.

Maksudnya ialah : jangan dicari lagi, karena Allah itu sudah laisya kamislihi sai’un

Apabila kau cari lagi ia bertambah jauh darimu

Coba saja kau berdiri di muka cermin yang bersih

Apa yang engkau lihat? Bayangan bukan ?

Mana ujudmu yang sebenarnya dari keduanya itu ?

Tentu ujud berdiri itu bukan

Nah, itulah contohnya yang paling mudah pada akal

Hamba mohon diambilkan dan dimesrakan lahir

Bathin. Sekali lagi. Jangan dicari lagi. Karena ia sudah

Menjadi al-insanu sirri wa ana sirohu

Artinya : insan itu rahasiaku dan akupun rahasianya

Demikianlah adanya, wassalam.

 

—oo0oo—

 

Kalimah La Ilaha Illallah

Kalimah tauhid ini mengandung empat roh

Satu roh JASMANI, tempatnya pada seluruh tubuh.

Roh ROHANI tempatnya diatas jantung kita

Roh RAHMANI, tempatnya pada otak, member cahaya mata

Roh IDHAFI, tempatnya dalam jantung.

Ialah empat roh itu yang ada pada diri kita

Tapi jangan kau artikan bahwa roh itu bertempat karena semuanya itu sudah lebur

Ke dalam rahasia Allah. Siapa yang mendapatkan Allah pada suatu tempat orang itu sesat dan kafir naudjubillahiminzalik.

Dan kalimat ini mengandung empat pasal pula itu sifatnya kebesaran, kemuliaan, keragaman, keelokkan dan kesempurnaan zat Allah Ta’ala. sedang sifat 20 itupun simpunnya pada kalimah ini. Juga seperti : sariat,tarekat, hakikat, ma’rifat. Simpunnya kepada kalimat tauhid itu tadi juga. Sedang asma af’al sifat dan zat tercakup kepada kalimah tauhid juga.

Dan kalimah tauhid ini tadi termasuk kalimah meadakan dan meniadakan, maksudnya ialah allah ada, makhluk ada. Dan juga kalimah tauhid itu menunjukkan fana dan baqa. Fana hamba ke dalam tuhan dan baqa dan tuhan. Artinya : fana dalam kekidaman, dan baqa dalam keesaan. Sebagai yang terakhir kalimah tauhid itu menjadikenyataan ujud semesta dan hayat semesta.

Kalimah la ilahailallah ini simpulnya kepada huruf lamjalalah ini menunjukkan keadaan allah. Dan keadaan yang menyebut itu sendiri. Kalau kita artikan secara umum, itu berarti dengan tiada. Tapi sebaliknya menunjukkan keadaannya. Kalau seorang arif itu mengata ala allah. Artinya melainkan allah jadi huruf la ini zikir jua adanya dan senantiasa adapula zikir bathin yang tak panjang bacaannya hanya bagi ingat cukup, inilah kesempurnaan diri. Allah hadir, allah ma’I, allah alimun, allah basyirun, allah sami’un, allah mutakalimun. Artinya : allah hadir, allah serta, allah tahu, allah melihat, mendengar, berkata-kata. Inilah zikir bagi ingat atau bagi tahu-tahu saja. Tapi kalau belum matang bisa dilatih dahulu, dan kalau sudah mesra dan zliam. Pemberitahuan : umpama ada yang lainnya hanay ada empat zikirnya, pun sama saja. Kalau yang empat itu kita sudah mengerti artinya maka dengan sendirinya bisa meneruskan yang lainnya. Demikianlah mengenal zikir rahasia atau zikir diri, namanya. Sebab arti zikir ini sangat luas dan dalam arti dan maksudnya.

Zikir itusemua baik, asal saja sudah faham artinya dan tujuannnya, tepat diantara semua zikir lahir atau bathin yang paling istimewa dan paling mulai ialah zikir DIAM.

 

Susunan Sifat 20 Gugurnya Kepada Diri

 

Ujud adalah kepala

Qidam adalah telinga kanan

Baqa adalah telinga kiri

Muhalapah adalah mata kanan

Qiamuhu adalah mata kiri

Wahdaniat adalah mulut

Kuadrat adalah bahu kanan

Iradat adalah bahu kiri

Ilmu adalah susu kanan

Hayat adalah susu kiri

Sama adalah tangan kanan

Besar adalah tangan kiri

Kalam adalah pangkal lengan kanan

Badhrun adalah pangkal lengan kiri

Muridun adalah kaki kanan

Alimun adalah kaki kiri

Hayyun adalah paha kanan

Samiun adalah paha kiri

Bashirun adalah pusat

Mutakalimun adalah jantung

Demikian susunan menurut urutan-urutannya.

 

Huruf-huruf nama Allah

Allah : zat, sifat, asma, af’al

Muhammad : sir, nur, asma, perbuatan

Adam : rahasia, roh, hati, kelakuan

Insan kamil : rahasia allah Ta’ala

Sebuah misal :

Roh umpam istana

Hati umpama raja

Ilmu umpama hakiki

Akal umpama pembesar kerajaan

Tubuh unpama kendaraan

Nafsu umpama penarik kereta

Telunjuk sebagai penguasa kerajaan

Mata sebagai pengawas

Telinga sebagai penghubung

Hidung sebagai timbangan

Mulut sebagai palu

Kaki sebagai lascar

Tengah sebagai tempuk pemerintahan, sayap kanan/kiri.

Demikianlah yang dapat hamba harapkan untuk sesamaku. Ini hanya sebagai missal atau contoh saja. Inilah raja kuasa bagi sekalian umat. Inilah yang disebut halifah di dalam bumi ini. Sekianlah ulasan tersebut di atas ini.

 

Doa nikah supaya mendapat tuntunan hidup

Wanumadzilu minal qur’ani wahuma sifa’u warahma hulillmuminin

Mada keluarlah engkau daripada tubuh

Madi keluarlah engkau daripada hati

Mani keluarlah engkau daripada nyawa

Manikan keluarlah engkau daripada rahasia

Keluarlah engkau dengan izin Allah

Keluarlah engkau dengan qodrat allah

Keluarlah engkau dengan iradat allah

Malaikat kiraman-katibin bukai pintu hadijah, buka pintu aisyah, bukai pintu maimunah, bukai pintu salamah, bukai pintu patimah, pintu surga zannatun na’in, tutupkan pintu neraka dengan pandangan lailahaillallah muhammadarrasulullah.

 

Cara memakainya

Duduk berhadapan bertemu lutut, ajari dengan membaca astagfirullah hal adzim 3x

Syahadat dan al-fatihah. Selesai ini kita baca dalam hati ayat tersebut diatas. Selesai membaca ayat yang dimaksud sewaktu akan main, senjata kita didepan senjatanya, baca assalamu’alaikum yang bahir rahman, dijawab oleh istri : wa’alaikum salam ya bahir rahim. Sewaktu air akan keluar kita abaca syahadat tauhid yakni ashaduanlaailahaa illallah disambung Istri dengan syahadat rasul yakni waashaduanna muhammadarrasulullah.

 

Cinta hakiki

Jangan jauh-jauh engkau mencari ajaran. Karena ajaran-ajaran itu telah berada didalam dirimu sendiri. Bahkan seluruh dunia ini telah berada dalam dirimu sendiri. Jadikanlah dirimu itu cinta, cinta sejati dan abadi. Dengan cinta itu kau dapat melihat dunia, arahkanlah pandanganmu dengan tajam dan dengan keheningan parasmu nan elok rupawan kepadanya siang atau malam. Karena apakah kenyataannya ? segala sesuatu yang tampak di sekeliling kita adalah akibat perbuatannya. Oleh karena itu jelaslah sudah bahwa tuhan berada dalam cinta, engkau tidak akan menemui kesulitan lagi asalkan masuk dan keluarnya telah jelas bagimu. Pengertian tentang hal ini sangat terbatas sekali. Dia sama sekali tidak berbentuk seperti sangkamu. Dia tidak tampak oleh orang biasa (orang awam) tetapi dia tetap ada dan tetap hadir. Tetapi bagi orang yang berakhir dalam pandangannya, maka tampak sesuatu yang benar dan agung. Dan ketika dipandangnya ujud itu, maka dengan jelas tampak membayang ujud yang seragam antara dia dengan ujud itutidak ada bedanya. Dia tidak tampak karena terdesak oleh gerakan-gerakannya sendiri dari seluruh dan azali. Jadi bedanya tidak tampak pada sumbernya karena ini walaupun kita bicarakan siang dan malam tapi jika orang belum pernah memperoleh ajaran yang rahasia ini tetaplah tiada faedahnya (tidak ada gunanya).

Ia maujud dengan ujudnya allah ta’ala yang hakiki, dan fana dibawah ujudnya. Maka jelaslah kepada kita bahwa hilang diri itu atau insan itu melahirkan seorang insane kamil atau Muhammad insan kamil. Persembahan seorang insan kamil tidaklah mengenal waktu semua gerakannya digunakan untuk ibadah. Sikap diamnya dan bicaranya dan gerak tubuhnya, bahkan bulu romanya, kotorannya, kencingnya semuanya diperuntkkan sebagai ibadah memuji tuhan. Inilah sholat dhaim namanya.

Sekian wassallam.

 

 

Sedikit tentang Tanya Jawab

Tanya : Bagaiman menutup pintu shaiton?

Jawab : untuk menutup pintu-pintu itu mudah saja. Asal tahu rahasianya kejadiannya yaitu :

lepaskan akuan sendiri kepada akuan tuhan, itulah penutup pintu-pintu shaiton.

Tanya : apakah puncak segala puncak ma’rifat itu ?

Jawab : puncak segala ilmu dan ma’rifat itu ialah : kosong

Tanya : manakah al-qur’an yang rahasia itu?

Jawab : al-qur’an yang rahasia itu ialah tiada huruf, tiada suara dan tiada kata-kata

Tanya : apakah nama tuhan yang azali itu?

Jawab : nama tuhan yang azali itu tiada bernama hanya disebut huwa, sesudah itu baru hu.

Hu itu allah ta’ala : dan nur bernama Muhammad.

Tanya : apakah bedanya nur allah dengan nur Muhammad?

Jawab : nur allah dengan nur Muhammad tiada lain. Siapa menyangka berlainan, kafirlah

orang itu

Tanya : nur itu artinya cahaya benarkah itu?

Jawab : itu tidak benar. Itu hanya kata-kata kiasan saja. Nur yang sebenarnya bukan cahaya,

bukan benda, dan bukan materi, dan bukan zat, dan bukan sifat. Tidak seorang pun

yang tahu kecuali orang yang beroleh petunjuk hidayah.

Tanya : apakah yang dimaksud mekkah itu?

Jawab : yang dimaksud dengan Mekkah itu ialah Muhammad

Tanya : apakah yang dimaksud dengan madinah itu ?

Jawab : yang dimaksud madinah itu ialah : dua kalimat syahadat/ syahadatain

Tanya : apakah yang dimaksud dengan ka’bah itu ?

Jawab : yang dimaksud ka’bah itu ialah adam

Tanya : huruf mim, ha, mim, dal, itu masuknya ke mana?

Jawab : huruf Muhammad itu masuk kepada huruf : alif, lam awal, lam achir,dan ha

Tanya : mana menyatukan itu?

Jawab : alif dalam mim

Lam awal dengan ha

Lam achir dengan mim

Ha dengan dal

Tanya : apakah arti sin, ba, qab ?

Jawab : sin itu adalah rahasia semesta alam

Ba itu kejadian semesta alam

Qaf itu meliputi sekalian alam

Tanya : coba kamu uraikan sedikit sedikit tentang sin, ba, qaf

Jawab : sin, ba, qof itu ialah

Sin itu rahasia allah

Ba itu rahasia Muhammad

Qab itu rahasia alam

Baiklah ringkasnya saja hamba uraikan :

Allah ya Muhammad, Muhammad ya adam

Apakah arti ba, alif, mim, lam ?

Bakhrul abu malun laqut

Apakah yang dimaksud dengan bakhrul abu malun laqut?

Itu yang disebut. Bismillahirahmanirrahim

Itulah asma tuhan yang paling rahasia

Tutuplah kepada yang bukan ahlinya. Karena bisa membawa fitnah besar dimata umum

Apakah mungkin ada ba, alif, mim, lam, kalau tidak ada sin, ba, qob, tidak ada, tentunya ba, alif, mim, lam pun tidak ada jua. Jelasnya : kalau Muhammad tiada, siapa yang mengatakan tuhan itu ada. Jadi buktinya tuhan itu ada, adanya aku. Adanya tuhan itu adanya aku. Dan adanya aku,

adanya tuhan. Jadi intisari kalimah la ilaha illallah itu tidak ada tuhan, melainkan aku. Dan tidak ada aku melainkan aku. Sekarang, akuku lenyap dalam jibu. La hurufi wala sautin artinya : tiada huruf, tiada kata-kata, tiada suara.

Aku kini tiada disana, hanya engkau tunggal semata.kini aku tiada lagi mengata aku, hanya aku mengata : engkaulah tuhanku.

Maksudnya : ialah yang tuhan itu adalah aku didalam rahasiaku

Demikianlah garis besar tentang Tanya jawab ini maka sampai disini.

KATEGORI:UNCATEGORIZED1 COMMENT

isi kitab barencong 3

24 Juli 2014

      3 Votes
sambungan dari postingan tanggal 23.

————————————

MAKAM PENELANJANGAN TUHAN

Makam ini disebut juga dengan makam ahlul ahirat, atau makam HAKIKAT SEMATA. Makam ini sangat dahsyat sekali. Ia diluar dari akal orang banyak. Dan ia tidak berpegang kepada kulit lahir daripada Nas dan dalil lagi. Ia telah menyeberang daripada

Nas dan dalil yang ada ini, ia tidak berpegang dengan kata- kata yang ada ini lagi, dan tidak bersandar kepada hukum-hukum lahir lagi. Ia berdirisendiri menurut kata SIR-nya

Inilah yang menjadi hokum baginya Jadi yang beginilah yang hamba katakan sangat dahsyat sekali, dan sangat hebat sekali

TIDAK AdA TUHAN, MELAINKAN TUHAN

TIDAK ADA ENGKAU, MELAINKAN AKU

TIDAK ADA AKU, MELAINKAN ENGKAU

ENGKAU DAN AKU ADALAH ESA

ENGKAU LENYAP, AKU BERNYATA

AKU LENYAP ENGKAUPUN NYATA

ENGAKU DAN AKU telah lenyap didalam kefanaannya,

kefanaan lenyap didalam ke-esaannya Tuhan.

Keesaan lenyap didalam kekidaman.

Kekidaman lenyap didalam kebaqaan.

Akhirnya fana dan baqa dalam keagungan.

Kini tiada kelihatan lagi makhluknya.

HAMBA dan TUHAN hanyalah asma.

HAMBA itu berarti ; AKU

TUHAN itu berarti ALLAH

HAMBA dan TUHAN adalah Satu

AKU dan ALLAH juga Satu

Kalau dihimpunkan menjadi : AKU ALLAH

Lenyap AKU, tinggallah ALLAH

FANA HURUF ALLAH, timbullah kosong

Kosong huruf, kosong asma, kosong suara, kosong segala-galanya, dan tidak apa-apa, tiada hingga. Ahirnya didalam kekosongan, Nampak jelas ujud membayang. Bayangan Allah adalah alam.

Terpandang kepada Allah Nampak jelas ujud yang sebenarnya. Karena ia tiada boleh pisah walau ……….

Jadi bagi orang yang berada pada makam penelanjangan TUHAN, berkata dengan sembarang kata, tapi jadi. Apa yang dikehendaki pasti jadi.

Hanya orang banyak tidak mengerti dan tidak paham dengan apa yang dimaksudkan. Contoh banyak sekali kepada wali-wali Allah yang terdahulu. Hamba pribadi telah banyak membuktikan apa-apa. Yang terjadi, diluar kemampuan orang umum/awam.

Siapa percaya boleh percaya, dan siapa yang tidak percaya boleh tinggalkan ajaran ini.

AKULAH YANG ERNAMA CINTA, AKULAH YANG BERNAMA si HAK, AKULAH YANG BERNAMA SORGA DAN NERAKA ITU. AKULAH YANG BERNAMA ZATULHAQQ, SIFATULHAQQ, ASMAULHAQQ, DAN AF’ALLUNHAQQ, HAQUQULHAQ adalah ; HAQQ, HAQQ TA’ALA itulah AKU.

TA’ALA itu namaku yang rahasia didalam ala mini.

RUHULHAQ RASIA HAMBA, NAMAKU DISEBUT SETIAP SAAT.

Apabila orang menyebut TA’ALA didalam bacaannya, atau dalam hatinya atau dalam DIAMnya. Maka tersebut samaku didalamnya.

AKULAH TA’ALA ITU, DAN AKULAH RAHASIA ITU.

BERARTI HAMBA ALLAH. Yang member nama yang empunya nama.

HAMBA ALLAH berarti : AKU ALLAH

NAMA YANG DIHANTARKAN KEPADAKU NYATA DARI ALLAH

Tiap-tiap nama seseorang itu mengandung hikmah. Hikmah itu bertepatan dengan pemberian nama itu. AKULAH YANG HAMBA DAN AKULAH YANG TUHAN.

AKULAH YANG BERNAMA siHAQ ITU

DAN AKULAH YANG NYATA DAN YANG GOIB ITU

AKU JUA YANG LAHIR DAN AKU JUA YANG BATHIN

AKU HIDUP YANG TIADA MATI-MATI, dan apabila AKU tiada lagi dalam dunia fana ini, janganlah mencari Aku lagi.

Aku tetap ada setiap orang yag beriaman kepada ALLAH. Bila engkau hendak bertemu AKU, pandanglah dirimu itu AKU. Tidak ada AKU, melainkan AKU. Dalam keseluruhannya.

AKULAH yang bernama ala mini, dan AKULAH YANG bernama akhirat itu

Tidak aku lihat didalam sesuatu itu, melainkan AKU melihat AKU

AKU itu telah lenyap dalam KE AKUANKu, sehingga tidaklah AKU melihat kehambaanku lagi. Dan Aku telah bernyata didalam AKU, beraku ku. Sehingga hapuslah mulutku dan hatiku

mengata AKU. Kini Aku tidak berkata dengan lidah lagi, tidak dengan hati lagi, dan tidak dengan puad dan jantung lagi.

TA’ALA RIDHA KASIH SAYANGKU

TA’ALA RACHMAD ITU SELIMUTKU

TA’ALA NIKMAT ITU RASAKU

TA’ALA HIKMAH ITU RACHMAN RACHIMKU

TA’ALA SUNNAH ITU ATURANKU

TA’ALA SHOLEH ITU ILMUKU

TA’ALA ADIL ITU KEKUASAANKU

TA’ALA ISFIAH ITU KEMAUANKU

TA’ALA DHOIM ITU RAHASIA PRIBADIKU

TA’ALA ALAIH ITU KALAMKU PASTI

T ‘ALA JALAL ITU KEMESRAANKU

TA’ALA JAMAL ITU KEELOKKANKU

TA’ALA KOHAR ITU KEKERASANKU

TA’ALA KAMAL ITU KESEMPURNAAN DAN KEMULIAANKU

TA’ALA KHIB ITU KESATUANKU BAGI SELURUH ALAM

Demikialah sebagai penutup dari pembukaan

Rahasia yang terkandung pada kejadian DUNIA dan

Achirat, dan amalan akhir kalamku sebagai harta atau

Pembendaharaan GOIB yang kuwariskan kepada saudaraku

MUSLIMIN DAN MUSLIMAH dimanapun ia berada.

INILAH ASAL SEBENARNYA TUHAN

MENJADIKAN MANUSIA

1. KUN PAYAKUN : MENJADI OTAK PADA KITA YAITU ; ROH

IDOFI

2. KUN HAQ : MATA TERANG HATI TERANG

3. KUN SABITAH : NAPSIAH NAFSU PADA KITA

4. KUN SAPUTIH : NYAWA PADA KTA (GERAK PADA KITA)

5. KUN SADJATURRACHMAN : KEHENDAK PADA KITA

6. KUN SUDJATULLAH : KELAKUAN PADA KITA

7. KUN RAHMAN : RUPA KITA

8. KUN ZAT HAYUN : TIADA MATI

9. KUN ILLA NUR : RASA SEGALA TUBUH KITA

NAMA DIRI HAMBA NUR HAYA QADIM

TURNA ILALLAHI WAYARAKNA ILLALLAHI WAMA DAMA, ALA MA’PA’AL NAHU WALA ADJAM NAHU, MINGKULI DJAMIL AZIM WALA NAU WUDU BIHI ABADAN ABADA.

Kata Allah nyawa itu kekuasaanku dihati putih tempat bernyawa

dalam UKUP, dijadikan umat MUHAMMAD sekaliannya daripada ;

AIR KUM DUMULLAH. (yang bernama NUR MAYA QADIM).

LAILLAHAILLALLAH : Hampir hamba kepada Tuhannya

LAILLAHAILLALLAH : MAUJUD BIHAKQI

ILLALLAH : Aku maujud pa’hu (diri)

RAHASIA SYARIAT PD ANGGOTA TUBUH.

RAHASIATHARIKAT PD HATI.

RAHASIA HAKIKAT PD NYAWA.

RAHASIA MA’RIFAT PD DIRI. Kalau sudah mengenal diri nampaklah hakikat diri pencipta sekalian alam.

Itulah yang bernama ; ALLAH : tiada berpermulaan tiada berkesudahan

1. LAILLAHAILLALLAH ; zikir

2. ILLALLAH ; zikir

3. ALLAH ; zikir

4. ; sunyi

MINALLAH ; HAMBA

BILLAH ; MUHAMMAD

LILLAH ; ALLAH

1. Dari pada ALLAH

2. Kepada ALLAH

3. Karena ALLAH

1. ROHANI : TUBUH SYARIAT

2. RAHMAN : HATI THARIKAT

3. IDOFI : NYAWA HAKIKAT

4. BABBANI : RAHASIA MA’RIFAT

INI PASAL AIRMULHAYAT

Bermula asal diri kita diambil secara ringkas.

Asal diri kita selagi belum ada apa-apa, hanya ibu dan bapak belum berkumpul menjadi satu. Maka Allah Ta’ala memerintahkan mengambil air MULHAYAT, diarak didalam surga atau dilangit beberapa malaikat dan jibril membawanya lalu diperintahkan dikirim kepada Bapak kita MAKAMAL MACHMUD, namanya setelah mahaluat 7(tujuh) hari lamanya. Lalu bapak kita menjadi satu kepada ibu, umpama besi terdampar dibatu, jatuhlah air mulhayat dirahim ibu kita, yang dinamakan MUKTAH.

Air mani ayah berasal dari matahari, justru Putih warnanya, maka dari itu sir atau syahwat cepat merangsang pada pihak ayah, itu dinamakan ZAT SIR RAHU, jatuh kepada ibu seperti air hujan setitik didalam daun keladi. Maka menjadi anasar ayah aurat, tulang, otam, sumsum. Dan pada ibu air mani tersebut dari bulan dan dinamakan MUTEPAH. Karena itu air mulhayat ibu kuning warnanya. Sir atau syahwat ibu lambat merangsang namun kekuatannya air tadi sama dengan bapak, pihak ibu dinamakan ZAT SIR JAMANINI artinya anasar ibu ; bulu, kulit, darah, dan daging. Dan anasar MUHAMMAD ; Pendengar, Penglihatan, pencium dan pengrasa. Empat puluh hari belum lagi terserat, tatkala delapan puluh hari didalam rahim ibu kita, waktu itu darah haid nikah bercampur dengan air bercampur dengan air Nuktah, lalu suka makan asam-asam ibu kita dan suka tidur, karena sudah hamil atau mengandung. Demikianlah daeerahnya atau alkah sedarah namanya daging segumpal dirahim ibu kita. Tatkala seratus dua puluh hari didalam rahim ibu maka menjadi ALIF ACHMAD pujinya, Inilah daerahnya tatkala genap seratus empat puluh hari cukup lengkap kai, tangan, mata, mulut, kepala, hidung dan telinga MUHAMMAD pujinya, inilah darahnya didalamrahim ibu kita. Tatkala cukup 9 (sembilan bulan)9 (sembilan) hari maka firman Allah Ta’ala : LA TATTAHARAKA ILA BI IZNILLAH dengan seizin Allah maka keluarlah anak itu demikianlah berdo’alah amin.

MAKAM SALIK

Ini jalan ringkas dimakam salik yaitu ambil jumlah, supaya lekas paham, asal mula ambil dari bawah naik keatas : Pertama ROHANI jasmani, arad basariyah segala tubuh yang kasar. Kedua ayan darajiah, roh idhofi atau roh maruhul qudus artinya roh yang halus tetapi masih kasar jua halusnya itu jirim-jisim artinya tubuh yang halus betul, halus masih kasar jua, halusnya ini seperti debu dijendela iruhul cahaya matahari, karena alam roh, alammitsal, alam ajasam dan alam insan, sifat ma’ani nur iman belum dapat mengenal allah, mesti berhancur atau jalan fana, hapus atau jalan baqa ulbaqa atau jalan kadim bagi kadim, baru bisa dapat makam ubudiyah dan mendapat makam uluhiyah serta didapatnya pula makam rububiyah. Serta didapatnya akan salik karena nur mubassarah dengan nur mutalazimah, berlazim-laziman didapatnya ZAUK WADJIDAN IDRAK artinya dirasa dengan pengrasanya dan didapat dengan pendapatnya daripada yang lemah, karena kita tiada merasa, dan mendapat serta lemah, hanya ilmu saja yang tahu sampai kepada JUDBAH, dan makam laduniyah atau makam istiqomah artinya tetap.

ALAM NUR / NUR AKLI NUR

BISMILLAHIRRACHMANNIRRACHIM

Ambil ringkas saja jalan asal UJUD ADAM mesti mengambil amanah HALAKAL INSANA MINTIN. Artinya asal manusia itu dari pada ujud Adam. Adapun ujud Adam dari pada NUR MUHAMMAD. Jadi jasad dan roh oun jadi dari pada NUR MUHAMMAD jua. Sebenar-benarnya diri adalah Roh. Sebenar-benarnya Roh adalah manusia, sebenar-benarnya manusia adalah Muhammad, sebenar-benarnya Muhammada adalah NURULLAH, sebenarnya NURULLAH ialah NUR ZAT, sebenarnya NUR ZAT ialah ILMU ; mengetahui pandang SUHUD yaitu pandang SALIK.

NAIK dan TURUN, tatkala naik pujinya “HU” dan tatkala turun pujinya “ALLAH” Naik senaiknya, turun seturunnya tiada di naik-naikan, tiadaa diturunkan. Ini hanya sendirinya, janagan berpegang kepada nafas keluar masuknya, kalau naik, nafas masuk, kalau turun nafas keluar.

Yang dikata dengan lidah dan hati. Yang dipakai puji naik HU dan turun ALLAH. Supaya jangan berpegang kenafas, tetapi naik-turun, tatkala naik pujinya HU melengkapi tujuh lapis langit ujudnya HUTASARPAH la hurufin wala sautin, tiada huruf dan suara, zat dirinya. Tatkala turun pujinya ALLAH melengkapi tujuh lapis bumi ujudnya huyasariyah ZAT dirinya.

Inilah dinamakan makam SALIK, (taraki dan tanazul) turun dan naiknya tetap berdiri sendirinya sampai pulang ke rahmattullah. Jika ada yang menyerupai tolak, semua was-was dari syaiton, tidak ada yang menyerupai lagi.

Itulah JIBU / UJUD MUHDAR.

BISMILLAHIRRACHMANIRRACHIM

Yang menjadikan dan yang memberi baik dan jahat dan yang lengkap tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi yaitu hanya ZAT ALLAH dan SIFAT ALLAH yang sebenar-benarnya. Adapun akan JIBU itu yaitu yang tiada ber ujud dan tiada ia ZAT. Adapun ZAT dan SIFAT itu namanya jua, maka jikalau ada ujud, ZATlah namanya. Sungguhpun ada ujudnya, yaitu belum nama tetapi pada hakikatnya tiada lain daripada JIBU, tiada ujudnya dan tiada zatnya dan tiada sifatnya melainkan dirinya jua, yang sekalian ni JIBU jua. Adapun yang ber-ujud itu zatnya dan yang berzat itu ujudnya, dan yang ber pa-el itu sifat ilmunyadan yang berilmu itu Zatnya karena Tuhan itu yang tiada bersifat. Adapun Allah itu bukan karena ia karena nama, Allah itu namanya. Engkau pikirkan/ cari dengan pikiran yang sempurna. Maka barang siapa yang menyembah ZAT ALLAH maka orang itu sirik, barang siapa meninggalkan ZAT ALLAH dan UJUD ALLAH maka orang itu mukmin sebenar-benarnya MUKMIN.

Maka itu barang siapa menyembah ZAT atau SIFAT, maka orang itu BID’AH sesat menjadi kafir kepada Allah, Islam makhluknya. Adapun lenyap sekalian semesta alam ini ma’lum, lenyap maklum kepada hayun, lenyap hayun kepada ZAT, kepada hidup yang tiada berzat, karena zat dan sifat dan ujud kembali kepada JIBU, pada hari yang kemudian, kedua-keduanya itu karena tiada kembali kepada tiada.

UJUD MUHDAR……………

UJUD MUHDAR

Alhamdulillahirabbil alamin wassalatu wassalam ‘ ala saidul mursalin, wa’ala alihi wasahbihi ajma’in. Asal-usul sebelum ada bumi dan langit, tiada ada apa-apa hanya kosong saja, melainkan ALLAH TA’ALA saja yang ada sendirinya tiada apa-apa. Allah pun belum ada namanya LA – TA – YIN, tiada senyata-nyatanya. Hanya UJUD MUHDAR yang ESA, hidup didalam ilmunya takluk kabdah namanya ESA sendirinya didalam genggamannya yang hidup tiada mati.

AHDIYAT, WAHDAH, WAHDIYAT

Tanzizi kadim suluhiyah kadim takluk kodrat iradat ; jalal, jamal, kabar dan kamal. artinya ; kebesaran, keelokkan, kekerasan dan kesempurnaan. Maka lengkaplah bumi dan langit dengan isinya semesta sekalian alam ini adanya. KUN katanya ALLAH PAYAKUN kata MUHAMMAD, ALLAH bernama ZAT MUHAMMAD bernama SUHUN ZAT, karena kita bernama tanzizi hadist, arad basariyah tubuh yang kasar sifat baharu alam, keterangan ringkas ini didabit oleh DATUK ABDURRAHMAN dan diperbanyak oleh DATUK SYAHRUDIN.

Sekian hanya untuk akhlinya saja.

—oo0oo—

HADIST QUDSYI

Dan ini bermula hadist qudsyi, menerangkan sehingganya pada batang tubuh kita dan lenyap melainkan yang ada, Ujudnya Allah Ta’ala semata-mata, dan inilah keterangannya tersebut di bawah ini.

1. Hancurlah badan timbul hati

2. Hancurlah hati timbul akal

3. Hancurlah akal timbul fikir

4. Hancurlah fikir timbul faham

5. Hancurlah faham timbul ilmu

6. Hancurlah ilmu timbul rahasia

7. Hancurlah rahasia timbul cahaya

8. Hancurlah cahaya timbul nyawa

9. Hancurlah nyawa timbul AKU (rahasia) melainkan ujudku yang ada.

NAMA ROH DALAM JANTUNG

1. Ruhul amin

2. Ruhul Amri

3.

1. AKU : ALLAH

2. AKU : MUHAMMAD

3. KARENA : HAMBA

: ALLAH

: IRADAT

: UJUD

—oo0oo—

UNTUK HALAMAN YG TERAKHIR INI ; saya gali sejarah

KALIMANTAN SELATAN pada abad ke 18 (delapan belas)

Ada beberapa tokoh yang terkenal ditengah-tengah

PERTAMA ialah Syeh ABDUL HAMID TATAKAN/RANTAU, yaitu dengan gelar DATUK SANGGUL / DATUK KUNING.

KEDUA ialah SYEH MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARI

KETIGA ialah SYEH ABDUL HAMID ABULUNG

KEEMPAT ialah SYEH MUHAMMAD NAFIS AL BANJARI

Dan pada abad ke-19 bertambah banyak lagi tokoh-tokoh agama di Kalimantan ini. Dan akhirnya pada abad ke-20 banyak lagi melahirkan tokoh-tokoh baru untuk penerus perjuangan beliau itu.

Jadi tokoh-tokoh empat besar itu tadi patut kita warisi, karena adalah berdasarkan Al-Qur’an dan hadist dan ijma Ulama yang ahlus sunnah wal jama’ah yang hak.

Bagaimana kita hendak ingkar dengan ajaran-ajarannya yang berbau dengan kebenaran itu.

Demikian pula wali-wali itu adalah di bawah nabi sebagai halifah didalam bumi ini, sedang nabi-nabi itu beroleh wahyu dan wali-wali beroleh ilham.

Marilah kita teruskan perjuangan yang gigih itu untuk merebut kembali kemenangan yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita dahulu. Beranikanlah dirimu untuk terjun dimedan laga, untuk meraih kemenangan yang gilang-gemilang. Serahkanlah dirimu bulat-bulat kepadanya, niscaya Tuhan berdiri dihadapanmu sekaliannya. Kita semua harus berani jangan pengecut ; karena pengecut itu adalah bibit segala dosa durhaka. Kalau siapa pengecut dalam perjuangan, itu namanya pahlawan syaiton namanya. Dan siapa berani berjuang dengan Allah, ia akan mendapat gelar pahlawan Tuhan. Pilihlah antara dua, inign jadi pahlawan Tuhan atau jadi pahlawan shaiton.

Marilah kita menuju kebenaran ; insya Allah, Tuhan akan menunjukkan jalannya.

Lihat contoh sebagai pahlawan Tuhan yaitu ;

DATUK ABULUNG mati dalam mempertahankan agamanya. Dan beliau meninggalkan warisan yaitu sebuah kata-kata mutiara yang lebih berharga daripada harta benda dunia, apakah kata-kata itu ;

TIADA YANG MAUJUD, MELAINKAN HANYALAH DIA

DIA ADALAH AKU

DAN AKU ADALAH DIA

Inilah inti sari tasauf beliau

Dan DATUK SANGGUL mewariskan kalimat ; A, I, U

Dan DATUK KELAMPAIAN mewariskan kalimat ; L, L, L

Dan DATUK MUHAMMAD NAFIS mewariskan sebuah kitab yang bernama ADDURUN NAFIS

Dengan intisarrinya yang berbunyi ; A, A, A

Apakah arti dan makna A, L, U, itu ?

Apakah arti dan makna L, L, L, itu ?

Dan apakah arti dan makna dari A, A, A

Marilah kita gali selanjutnya sampai tuntas, siapa beroleh

Petunjuk, dialah yang beruntung

DEMIKIANLAH RIWAYAT SINGKAT TENTANG TOKOH “ KEAGAMAAN DI KALIMANTAN SELATAN, KHUSUSNYA, DAN KALIMANTAN UMUMNYA.

Sekian.

WASSALAM

INSAN KAMIL

1. Jadi insan kamil adalah pada waktu tanazul berada paling akhir, sedang pada waktu taraki nantinya jadi yang awal sekali.

2. Yang disebut rahul hajat ialah pintu Tuhan hakikatnya dikatakan pintu-pintu zat itulah dia lobang yang dinamakan mekar dan kkuncupnya marnas atau buka tutupnya mahid.

3. Syiratal mustaqim ialah maksudnya menamakan hilang perginya atau, sempat diakhirat atau diakhirat ilahi robbi dan tuhan kita mengatakan bahwa ayat yang diatas ini tadi maksudnya adalah keluarnya perkataan kita.

4. Arsiullah artinya muka pada hakikatnya wadah persidangan zat yaitu berada di kepala dan di dada kita

5. Kursi artinya tempat duduk pada hakikatnya tempat duduk zat yaitu berada pada otak dan jantung

6. Luch machfut / luch kalam artinya luch tempat machfut dijaga pada hakikatnya adalah sifat-sifat zat. tempatnya berada di jasad serta dijaga oleh malaikat katibin. Jadi yang dimaksud puncak hidup itu ialah berada di badan kita pribadi (pahmakanlah)

7. Mizan artinya timbangan, pada hakikatnya pertimbangan zat yang berada di penglihat, pendengar, pencium, pengrasa dan perkataan maksudnya mengatakan terhadap pertimbangan hidup kita yang berada di panca indra.

Ibarat wahana zat dengan sifat itu, seperti sendiri-sendiri saja. Jelasnya mengatakan terhadap berdirinya hamba dan Tuhan. Seolah-olah berdiri sendiri-sendiri padahal yang sebenarnya adalah tetap satu (esa). Jadilah kesimpulannya adalah tidak ada sifat yang berdiri diatas zat atau yang bertambah dengan sifat ma’ani yaitu gazlikun bizatihi, maridun bizatihi, alimun bizatihi, dan seterusnya sampai kalam.

Jadi disini duduknya kepada JIBU artinya tiada huruf dan tiada suara, zat dirinya. Ibarat roh dengan badan, tetap kekal. Inilah yang dinamakan alip mutakalimun wahid. Artinya yang berkata-kata jadi ucapan tanpa mulut itu adalah yang mempunya rupa yang sejati, dan tempatnya berada didalam sukma/nyawa kita pribadi, dan suara. Inilah yang disbut zikir batin yang sesungguhnya dan yang sebenarnya serta azali dan qadimdan yang baqa. Sedang malaikat pun tidak boleh tahu apapun yang keluar itu : semua malaikat dan zipun bisa tahu. Tetapi yang disebut mudawatuhzukri itu tak ada seorangpun yang tahu kecuali dia sendiri inilah puncak segala puncak ilmu dan amal ma’rifat. Dan inilah zikir yang senantiasa dan tiada pernah lupa walau sekejap matapun. Maka ada seorang wali pernah berkata : apabila aku lupa sekejap juapun sengaja atau tidak sengaja, maka aku hukumnya diriku itu murtad. Demikianlah adanya kepada kita ini semuanya, bila lupa berarti belum sempurna ilmnya. Dengan sdanya keterangan ini itulah apa adanya dapat hamba sampaikan semoga Allah meridhoinya amin ya robbal alamin.

TENTANG NAFSU

Nafsu itu ada empat martabat :

1. Nafsu amarah tempatnya pada empedu

2. Nafsu lawwamah tempatnya pada perut

3. Nafsu sawiyah tempatnya pada limpa

4. Nafsu mutmainah tempatnya pada tulang

Inilah nafsu zat haq ta’ala. Kenyataannya pada/diri hidung kejadiannya dalam cahaya putih : kelihatan segala macam sesuatu dikalam laut Rachmad jadi kesempurnaan dari ke 4 macam tersebut diatas tadi adalah bersatu di dalam alam nur/ cahaya kita pribadi. Demikianlah uraian ringkas dari hamba semoga kita semua beroleh petunjuk, serta taufik dan hidayahnya dari pada Tuhan azzawazallah. Amin

Qalbu hati

Hati itu ada dua bagian :

1. Hati sanubari : juga disebut hati nabati

2. Hati nurani : juga disebut hati cahaya

Sebab disebut hati nabati, karena ia daging segumpal berhenti dibawah lambung kiri diantara dua jari di bawah susu kiri di dalam dada kita. Dan adapun hati nabati itu mempunyai beberapa nama. Namanya Halifatullah artinya ganti Allah karena ia memerintah tubuh manusia dan lain-lainnya. Namanya amisu mu’minin artinya raja yang nyata karena kuasa akan sesuatu. Namanya arsyullah artinya mahligai Allah, karena ia tempat taajalli allah ta’ala kepadanya. Namanya Zarrotul Haq artinya cermin haq ta’ala karena ia haq ta’ala kepadanya. Namanya iradatul ujud artinya kehendak yang nyata ada atau kehendak dari. Karena ia tiada luput daripadanya. Adapun hati nurani itu amat besar dan amat luasnya daripada segala alam. Tetapi amat/halus maka ialah menerima tadjali zat allah, sifat allah, asma allah, af’al allah. Maka daripadanya lampah kepada yang lainnya Karena hati nurani itulah yang memakai sifat 7 yaitu: hayat, ilmu, kudrat, iradat, sama, besar dan kalam, jadi kalau terhenti kepada hati nurani karena hidupnya hati nurani itu adalah kenyataan hayat.

Zatullah ta’ala. Tahu hati nurani kenyataan ilmu Zatullah ta’ala. Kuasa hati nurani kenyataan kudrat Zatullah ta’ala. Berkehendak hati nurani kenyataan pendengaran Zatullah ta’ala melihat hati nurani kenyataan penglihat Zatullah ta’ala. berkata hati nurani kenyataan alam Zatullah ta’ala. jadi pernahkah susunan/gugurnya kepada diri kita sendiri atau diri pribadi.

Arti dan Makna

Jadi baiklah kita uraikan arti dan makna sebenarnya apa yang berlaku kepada hati nurani itulah kelakuan Zatullah ta’ala maknanya apabila kelakuan Zatullah ta’ala pada hati nurani itu tiada di dalam da tiada diluar hamba tiada dengan nyata-nyatanya hati nurani karena hati nurani itu adalah sifat zattullah dan daripada hati nurani itulah lampah kepada tubuh kita ini. Maka nyatalah tubuh kalimah daripada hati nurani. Maka karena hidup tubuh kita ini sebab hidup hati nurani tahu tubuh kita ini sebab tahu hati nurani. Kuasa tubuh kita ini sebab kuasa hati nurani. Berkehendak tubuh kita ini sebab berkehendak hati nurani. Mendengar tubuh kita ini, sebab mendengar hati nurani. Melihat tubuh kita ini. Sebab melihat hati nurani. Berkata tubuh kita ini sebab melihat hati nurani. Berkata tubuh kita ini sebab berkata hati nurani. Bergerak tubuh kita ini sebab bergerak hati nurani. Gerak dan diam tubuh kita ini sebab gerak diam hati nurani jua. Maka nyatalah hidup kita dan tahu, kuasa kita, bergerak dan mendengar/melihat serta berkata-kata ini kenyataan hati nurani artinya kelakuan hati nurani. Maka apabila kelakuan hati nurani pada tubuh kita yang kasar ini, tiada nyatanya kepada tubuh kita yang kasar ini karena tubuh kita yang kasar ini. Sifat hati nurani dan hati nurani itulah kenyataan zat Allah Ta’ala yang tiada baginya ialah yang di per-ujudileh sekalian yang maujud adapun sebenarnya hamba itu yaitu : mata tiada melihat, telinga tiada mendengar, mulut tiada berkata-kata, hidung tiada mencium, maka mata dapat melihat, telinga dapat mendengar hidung dapat mencium mulut dapat berkata-kata. Hanya pekerjaannya jua. Sabda rasulullah saw yang artinya : lidah itu juru bicara hati dan hati itu juru bahasa lidah, hidayah itu daripada cahaya yang qadim dan azali. Adapun arti hidayah itu ialah sifat tubuh yang nyata pada hati nurani adapun sifat itu adalah kenyataan zat yang wajibal wujud. Tuhan Allah ada menerangkan didalam al-Qur’an yang artinya kenyataan Allah didalam diri kamu melengkapi, mengapakah kamu tidak melihat. Dan lagi Allah Ta’ala serta kamu, dimana saja kamu berada

Maka nyatalah bahwa kelakuan yang nyata kepada dirimu itu ialah nafsumu itu semuanya kenyataan keadaan zatullah ta’ala yang meutlak, adapun hamba tak punya. Jadi yang mempunyai kelakuan itu tiada huruf dan tiada suara.dan tiada isyarat itulah dirimu dunia dan akhirat itulah Jibu. Adapun pahamnya segala yang tersebut didalam akibat yang lain-lainnya, ang dinaakan kitab maksudi tasauf itu yaitu jikalau kita ada bisa mengembalikan amanah allah atau berlaku barang sebgainya sama didalam sembahyang, didalam ziki atau barang pekerjaan dunia, maka sudah karamlah kita didalma laut qadim ang haqiqi. Manakal karam hapuslah namanya, manakala hapus lenyaplah baginya namapun tiada itulah yang dikata Esa dan meliputi. Jadi kalau tiada demikian, tiadalah hasil ma’rifat seperti ini barulah benar-benar cinta dan rindu dendam dengan zat hayat yang hidup sendirinya. Maka berkasih-kasih dan berinjak-jinakan, karena sudah sauju senyawa, serta serasa dan serahasia. Inilah walaupun sembarang saja kelakuannya, tiada diketahuinya dirinya karena pekerjaan itu atau kelakuannya didunia dan diakhirat sama dibuatnya adapun arti rindu itu belum berjumpa dan arti dendam itu sudah bertemu.

Dan arti rindu itu hamba, dan dendam ialah Tuhan maksudnya. Yang artinya berjumpa itu sudah bertemu nyatalah dengan nyatanya, manakala nyata datanglah laut rahmat dan nikmat itulah jibu.

KARENA itu tidaklah BERDIRI SENDIRI. TETAPI SEMUANYA BERHAJAT KEPADA ALLAH. MAKANYA ADANYA ALAM INI TIDAK MENARIK PERHATIANNYA. KARENA ITU MEREKA ANGGAP BAGAIKAN TIDAK ADA. INILAH CAHAYA ILAHI ROBBI YANG MENYINARI DIRINYA LAHIR BATIN.

DUA KALIMAH SYAHADAT

Dua kalimah syahadat itu ada dua bagian : pertama yang disebut syahadat tauhid, kedua syahadat rasul. Dua kalimah syahadah itu kita sudah maklum yang artinya menurut logat umum ialah aku naik saksi tiada tuhan melainkan allah. Dan aku naik saksi bahwasannya Muhammad itu utusan Allah.

Maksudnya ialah : yang dinamakan tuhan itu ialah kenyataan adanya hidup kita pribadi. Sebab sebenar-benarnya yang kita sebut itu tidak ada. Itulah disebut tiada tuhan itu menetapkan hanya hidup kita pribadi. Sebab yang menyebut itu juga yang menyebut atau yang menyaksikan itu juga yang disaksikan. Berdasarkan dalil al-Qur’an dan al-Hadist al-insanu sari wa ana sirrohu. Artinya : insan itu rahasiaku dan akupun rahasianya.

Dan lagi firmannya : al-insan sirri wa ana sirri sifatin wa sifatun ligoirih, artinya : insan itu rahasiaku, rahasiaku itu sifatku, dan sifatku itu tiada lain daripada aku jua. Jadi nyatalah kepada kita bahwa allah, Muhammad, adam (insan) adalah satu. Insan kamil pun allah jua. Adam dan Muhammad pun pada hakikatnya. Jadi pada hakikatnya manusia ini adalah tuhan (dalam rahasia) atau rahasia dalam ketuhanan.

Johiro abdi bathinu abdi artinya : pemeliharaan tuhan pada bathin tuhannya yakni kepada ilmu hakikat kenyataannya, adanya tiadanya dan Esanya huwal awwalu wal ahiru wadjohiro wal bathinu wahuwa ala kulli sya’in qadir. Dia yang awal dia yang akhir, dia yang johir dia yang batin. Adapun yang dinamakan Muhammad itu bukannya Muhammad yang di Madinah. Tetapi yang sebenarnya ialah cahaya kita pribadi. Itulah sebabnya diakui utusan, sebab cahaya kita itu pertandanya tuhan. Masalahnya adalah begini : apabila kita benar-benar sampai kepada tuhan, utsan tuhan keluar dari diri kita : bahwa utusan tuhan itu mendatangkan apa ciptamu, maka barang siapa percaya mendapat kasih ampunan tuhan. Apabila sudah menerima petunjuk yang demikian itu. harap hati-hati dan waspadalah didalam hati. yang hidup kita pribadi itulah adanya nugraha dan anugrah. Artinya : nugraha itu tuhan dan anugrah itu hamba.Sebab usaha senyawa didalam badan pribadi. Janganlah sak dan ragu lagi.

—oo0oo—

Artinya : aku adalah suatu perbendaharaan yang tersembunyi, aku ingin dikenal, maka kujadikan makhluk, supaya mereka mengenal aku dengan aku. Maka disinilah kita membuatkan cita-cita yaitu : yang disebut jam-ul himmah dan ada lagi sebuah hadist yang berbunyi. Mal’lam yazuq lam yarif, artinya barang siapa belum pernah merasai, maka belumlah ia akan tahu, dan lagi sebuah hadist yang berbunyi : Mal-lam bizuq lam yadir, artinya : barang siapa tiada merasai niscaya tiadalah ia mendapat dan tiada beroleh maqam arifinbillah, jadi dalam tingkat ini siapa tiada merasai dengan rasanya niscaya ia bergemilang dalam dosa durhaka kepada tuhan dan kepada rasulullah saw sekarang baiklah hamba teruskan kepada membicarkan tentang Hulul. Hulul artinya : yaitu ketuhanan atau lahu menjelma kedalam diri insan atau nasud. Nur Muhammad sebagai asal usul segala kejadian amal perbuatan dan ilmu pengetahuan dan dengan perantaraanya seluruhnya ala mini djadikan. Bila batin seorang insan telah suci di dalam

menempuh perjalanan dalam hidup kebathinan, niscaya akan naiklah tingkat hidupnya it dari satu makam ke makam yang lainnya yaitu yang dmulai makam yang paling bawah sampai ke makam yang paling atas yaitu makam Mukarrabin.

Mukarrabin artinya: orang yang paling dekat kepada tuhan di atas daripada makam mukarrabin itu tibalah di puncak sehingga bersatu dengan tuhan (tunggal dalam rahasia) maka tidak dapat lagi dibedakan atau dipisahkan diantara asyik dengan ma’syuknya. Dan apabila ketuhanan itu telah menjelma atau tjih di badan dirinya maka tidaklah lagi kehendaknya yang sabda Rasulullah saw.

Sabda nabi: yang aku khawatirkan terhadap umatku, ialah kelemahan dalam iman keyakinan. Kalau lemah dalam ibadah lahir dapat diperbaiki dengan kesabaran. Kelemahan iman keyakinan bisa membawa lenyapnya semua amal yang lalu/ yang sekarang dan yang akan dating maka dari pada itu ma’rifatlah lain tidak. Sebab ma’rifat itu adalah puncak segala amal, dan puncak segala kebahagiaan dunia dan akhirat, puncak rasa menikmati ridhanya. Jadi kesempatan adalah sorga karena adanya ma’rifat dan neraka itu karena terhijap artinya ; tidak kenal kepada Allah, dan tidak melihat allah dalam apa yang ia lihat.

Sabda nabi Isa alaihissallam

Berbahagialah orang yang perkataannya zikir, diamnya berzikir panangannya penuh perhatian. Sesungguhnya orang yang sempurna akalnya ialah selalu mengoreksi dirinya sendiri, sebelum dikoreksi orang lain.

Dan selalu berakal untuk kemudian harinya rasulullah saw bersabda

Rasulullah saw membenarkan perkataan seorang pujangga yang berkata : bahwa segala sesuatu itu selain allah semuanya palsu belaka. Maksudnya ialah : apabila memandang kepada sesuatu apapun jua, maka pandangan itu tertuju kepada sesuatu itu saja, maka pandangan itu palsu belaka. Jadi yang benar ialah apabila kita memandang kepada sesuatu itu maka pandangan kita lenyaplah sesuatu itu dalam pandangan basyirah hati itu. walaupun kita memandang kepada makhluk namun hati tetap memandang kepada Allah Ta’ala. itulah pandangan yang benar yang hak. Jadi jelasnya begini : semua itu allah dan allah itu semuanya inilah yang disebut yang satu, memandang kepada yang satu (suhudul wahdah filwahdah).

Demikianlah tampak jelas sifat-sifat allah didalm tiap-tiap sesuatu didalam ala mini sehingga apabila masih ada manusia tidak dapat melihat allah dalam apa yang ia lihat dan ia dengar niscaya ia masih terdinding/terhijab.

Ciri-ciri nas seorang arif

Suatu tanda/ciri nas dari orang yang lulus dalam perjuangan mereka selalu menyerah kepada allah sejak awal perjuangannya mereka ridho kepada allah dan berbuat menurut kehendak allah.

Pertama : syua’aa’ul basyirah : cahaya akal

Kedua : ainal basyirah : cahaya ilmu

Ketiga : haqqul basyirah : cahaya ilahi

Keterangan-keterangan

Orang yang sampai kepada cahaya akal yakni : allah selalu meliputi dirinya dan mengurung mereka lahir dan bathin, artinya : ia yang meliputi dan ia yang meliputi, ia yang mengurung dan ia yang dikurung.

Orang yang sampai kepada cahaya ilmu, yakni : allah selalu bersamanya dimana saja ia berada. Ia merasa dirinya tidak ada lagi jika disbanding dengan adanya allah : artinya adanya adalah adanya allah, dan tiadanya adalah tiada makhluk. Karena pada hakikatnya makhluk ini fana kepada / kedalam allah (fana zihir dan bathinlahir bathin). Inilah disebut seorang aribillah.

Karena ahli hakikat itu hanya melihat kepada allah saja walaupun matanya terbelalak melihat alam. Orang seperti itu bukanlah tidak melihat kepada sesuatu disampingnya karena itu tidaklah berdiri sendir-sendiri.

Maka tidaklah lagi kehendaknya yang berlaku, melainkan kehendak allah ta’ala jua. Apabila ruh allah telah meliputi akan isa anak mariyam, demikian pula kita ini pada hakikatnya tiada berbeda-beda dengan isa a.s.Jadi apabila siapapun mampu memfanakan dirinya ke dalam tuhan yaitu dengan pensucian ruh. Maka pada waktu itu ruh Allah masuk ke dalam badan insan maka dikala itu perbuatan dan iradat insani tadi menjadi perbuatan dan iradat tuhan. Tegasnya insan ain allah dan allah ain insan. Jadi pada hakikatnya manusia itu adalah tuhan tuhan dalam rahasia. Sebab insane jadi daripada zatnya jua (rahasia). Tuhan menurut bentuk dan surahnya sendiri. Itulah sebabnya maka tuhan menindahkan kepada malaikat supaya sujud kepada adam (manusia). Ini adalah bukti yata dalam al-Qur’an. Tuhan itu menjelama atau tjli kepada insan yang telah sanggup mempanakan dirinya kedalam tuhan, sehingga mendapat baqa didalamnya, fana kedalam tuhan dan baqa dalam tuhan. Cinta kedalam tuhan adalah kecintaan tuhan. Sekarang kita lanjutkan pula kepada membicarakan tentang hakikat. Perkataan hakikat berpokok dari kata al-haqqu (sebenarnya) kemudian pindah menjadi muhaqqa (nyata kebenarannya). Sudah itu pindah menjadi ta haqio (benar tak salah lagi). Akhirnya menjadi hakikat (zat dari al-haqqu). Jadi ang disebut haikat dalam mutunya yang luhur itu ialah bebas lepas dari segala pengaruh berkuasa sendiri dan tidak satu misalpun di pendapat untuk dicontohnya. Hakikat yang kuhur itu hanya dapat dilihat oleh ilmu, ruh dan perasaan (ZAUQ). Sekarang kita dalami lagi tentang mengenal hakikat.

Kata-kata hakikat tadi berpokok dari pada al-haqqu. Al-haqqu itulah yang memberikan nur cahaya dan aulia yang menjadikan segala yang ujud (segala yang ada) dialah yang

Menjadikan segala yang ujud (segala yang ada). Dialah yang menjadikan alam seluruhnya. Didalam alam itulah terletak sinar yang membukakan rahasia dari al-haqqu. Dengan kata lain al-haqqu itu ialah : allah ta’ala. Jadi apabila manusia berangsur-angsur mengetahui dan mengenal al-haqqu itu. Maka akhirnya al-haqqu itu pulalah yang menjadi buah kehidupan manusia itu. Demikianlah keterangan tentang mengenal Hakikat.

SAKSI DAN PENYAKSIAN

Yang dinamakan kesaksian ialah sebab diwaktu menyampaikan kewejangan atau ajaran, supaya disaksikan oleh sanak saudara kita sesama muslim. Yaitu semua titah yang dititahkan didalam alam dunia ini diantaranya seperti bumi, langit, bulan, bintang, matahari, api, angin, air, hawa dan udara dan lain-lainnya. Semuanya menjadi saksi dan menyaksikan bahwa kita sekarang ini mengakui berdirinya dan adanya tuhan dan jadinya hamba Tuhan. Didalam hadist qudsyi, Tuhan berfirman artinya : aku menyaksikan hidupku sendiri sebenarnya tiada tuhan melainkan aku.

Dan aku naik saksi bahwa Muhammad itu urusanku.

Dan sebenarnya yang bernama Allah itu akidahku.

Rasul itu rasaku. Muhammad itu cahayaku.

Akulah yang hidup yang tiada pernah mati. Yang ingat yang tidak

Lupa, kekal tiada berubah, pada kenyataan zat, akulah yang hawas lagi tahu, dan tiada samar dan dari segala sesuatu.

Akulah yang kuasa dan menguasai, dan akulah yang maha bijaksana, maha suci aku, dan sungguh besar kuasaku, dan sembahlah aku.

Di hadist qudsyi ini tadi, bukan saja kita baca saja tetapi yang utama sekali ialah ; untuk pribadi kita sendiri dan untuk akidah kita sendiri.

Jadi inti dari semua itu adalah ; Tiada tuhan melainkan allah, dan Muhammad itu utusan Allah.

Jadi yang disebut allah itu adalah af’alnya.

Dan disebut rasul itu ya muhammad.

Muhammad itu adalah cahaya kita jua.

Jadi hakikat kita yang sebenarnya adalah, hidup kita ini adalah hidupnya Tuhan Allah (Rahasia)

Buktinya Tuhan kuasa menghidupkan yang mati dan adanya mati dari hidup. Justru hidup kita ini berasal dari yang mati.

Dan akhirnya tiada yang mati, dan hidup didunia dan akhirat tiada akan pernah lupa akan hidup kita, tanpa perbuatan, tanpa bergeser dalam kenyataan yang sejati.

Jadi dasar kenyataan yang sampai kepada pusat yakin. Itulah dia kesempurnaan hidup.

Dan tiada merasa apa-apa yang dimaksud asal kita mati ialah, mati MA’NAWI, bukan mati HISYI.

Adapun kehidupan ini atau kehidupan dunia ini, itulah dia zat yang maha suci, yang tiada huruf, dan tiada suara, tiada kata-kata dan tiada nama, tiada warna-warni, tiada roh, tiada jasad, dan tiada apa-apa tiulah dia JIBU.

LAHURUFIN WALA SAUTIN artinya ialah tiada huruf, tiada suara, tiada kata-kata zat dirinya. Demikian tentang dua kalimat syahadat tersebut.

Asal dua kalimat syahadat itu ialah ; nur Muhammad, nur Muhammad itu ialah cahaya kita yang terang benderang tuhan telah bertazalli kepadanya. Nur Muhammad itu adalah hakikat alam. Dan nur Muhammad itu ialah cahaya kita pribadi. Jadi kesimpulannya ialah kita ini asal adam. Adam dari nur Muhammad, dan nur Muhammad itu dari nur zat. Maka wajarlah kita ini dengan zat allah. Karena zat itulah bermula segala ujud. Jadi nyatalah kepada kita bahwa ujud sekalian alam ini kenyataan ujudnya allah ta’ala jua. Inilah yang disebut wahdatul ujud (ke-esaan ujud). Nyata dan jelaslah kepada kita bahwa semua ujud ala mini adalah ujud allah ta’ala jua. Jadi allah, Muhammad, adam adalah satu. Insane kamil pun allah jua, adam dan Muhammad pun pada hakikatnya. Jadi hakikatnya manusia ini tuhan/dalam rahasia hamba.

—oo0oo—

Beberapa hadist untuk jadi pertimbangan

Rithatu bil ilmilah

Pokok pengetahuan itu ialah : orang yang telah mendapatkan makam tuhannya. Dan diduduki kedudukan orang yang kuasa manusia allah yang bersifat dengan sifat-sifat allah dalam dirinya. Latknatuni goirif wala goirifuna. Artinya : adapun ilmu yang satu itu, siapa saja yang menangkapnya, niscaya masuk sorgalah ia.

Laya’rifu Robbahu wala robbahu. Artinya : barang siapa yang mengetahui ilmu satu itu, dan dapat mengamalkan, niscaya sempurnalah ia di dunia dan akhirat. Demikianlah yang hamba sampaikan kepada saudaraku muslim.

Wala mukminin hayun fiddroini. Artinya : masuk dalam lipatan pakaian suaminya hal ini terdapat pada nikah batin, sebab dia mengaku ma’mum pada suaminya.

Dan menghalalkan dirinya kepada suaminya, dan mengharuskan nyawanya pada allah dan melenyapkan tubuhnya pada nabi Muhammad, serta mengaku ma’mum pada suaminya dunia akhirat.

Nata kimbolong artinya : termasuk dalam lipatan pakaian istrinya : ialah karena perkawinan itu.

Nikah bathin yang sebenarnya, dan jangan sampai pisah dunia akhirat. Nikah bathin yang sebenarnya ialah : apabila si istri mengenal diri dan memahami sebenar-benarnya tentang rahasia dirinya dan memahami akan tuhannya sedalam-dalamnya. Maka dialah yang diberikan oleh suaminya nikah bathin.Sebab mustahil akan bercerai dengan suami dari dunia hingga akhiratnya. Cobalah renungkan sejenak berpisahnya allah dengan Muhammad.

Inilah bukti nyata dan dalil nyata.

Syahadatnya para rasul-rasul

Nama-nama rasul utusan tuhan allah

1. Nabi Muhammad saw

2. Nabi Adam a.s

3. Nabi Nuh a.s

4. Nabi Musa a.s

5. Nabi Isa a.s

a. Asyhadu alla illaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah

b. Asyhadu alla illaha illallah wa asyhadu anna adam khalifatullah

c. Asyhadu alla illaha illallah wa asyhadu anna nuh habibullah

d. Asyhadu alla illaha illallah wa asyhadu anna Ibrahim kholilullah

e. Asyhadu alla illaha illallah wa asyhadu anna musa kalamullah

f. Asyhadu alla illaha illallah wa asyhadu anna isa ruhullah

Firman Tuhan kepada Muhammad

Ya, Muhammad, engkau utusanku

Sekarang engkau harus ma’rifat kepadaku. Sebab engkau adalah kehadiranku. Dalilnya adalah: al-insanu sirri, wa ana sirrohu. Insan itu rahasiaku dan akupun rahasianya. Jelasnya adalah, sesungguhnyarasaku ini sudah pasti dan derajatnya tidak salah lagi Muhammad rasulullah. Dan aku menganugerahimu burokuntuk nanti menghadapku dan terus sampai ke anak cucumu, lalu kepada wali-waliku.

Ini tiada batas sampai kepada hari kiamat.

Kesimpulannya apabila nabi kita mi’raj maka kitapun mi’raj jua adanya.

Kalau tidak demikian, maka tersalahlah ma’rifat kita kepada Allah Ta’ala. karena hakikatnya disekujur badan kita ini telah menerima keadaan dalam wujud pribadi.

Jadi hakikat adam itu tadi adalah sebagai adekan perwujudan kita pribadi yang nyata kepada kita adalah pendengaran, penglihatan, perkataan, penciuman kita itulah nafas kita yang sudah pasti dan Muhammad itu tadi adalah rasa jasad kita. Sekarang meresap sekali yaitu : penglihatan, pendengaran, pencium, pengrasa dan pengucap. Semuanya masuk kedalam rasa. Ujud juga adalah sebagai bukti. Jadi pada hakikatnya seluruh rasa itu sudah menyatu atau menunggal didalam jasad. Tentu tidak ada kekurangan lagi bukan ?

Makanya sudah kita katakan dahulu tadi bahwa kalau didalam hadits qudsyi allah mengatakan seperti di bawah ini. Tidak ada Tuhan melainkan Aku dan Muhammad itu adalah utusan-Ku. Makanya kitapun harus demikian juga adanya kalau tidak tersalahlah ma’rifat kita kepada Allah dan kepada Rasulullah. Memang banyak yang dapat memahami arti dalil-dalil dan hadits yang mendalam sekalipun mereka tiu cap seorang guru atau seorang ulama dan penceramah, belum tentu dapat memahami dalil dan nash dan hadits-hadits qudsyi yang mendalam dan yang penuh dengan liku-likunya memang sulit kalau tidak ada pertolongan, Ilham dari Tuhan robbul alamin. Kalau hanya menggunakan akal manusia semata, bangkrutlah yang akan bertemu.

Jadi yang utama sekali dalam menggali ilmu ketuhanan itu ialah tumpahan ilham dari alam goib dan jangan mengartikan ayat-ayat al-Qur’an dan al-hadits menurut seleramu sendiri, karena ayat-ayat suci al-Qur’an itu mengandung empat arti dan makna dan pengertiannya. Kalau mengajinya hanya selapis saja memang sulit untuk mencari kebenaran mutlak maka dari itu wahai sekalian penuntut camkanlah selama akalmu masih bergelimang dalam nafsumu selama itu pula shaiton selalu mengkuti jejakmu.

Bagaimanakah mengatasi yang demikian ? untuk megatasi dalam perjuangan pertama ialah : menyerah bulat-bulat dengan tak ada sak wasangka lagi. Mohonlah doamu supaya hatimu beroleh petunjuk.

Firman allah kepada nabi adam a.s

Wahai engkau adam, diperintahkan olehmu menjadi utusan tetapi engkau sekarang jangan ma’rifat kepadaku dulu, pengetahuanmu tiu biarlah dahulu wujudmu itu sendiri. Sebab ujudmu itu sebagai kenyataan adanya aku. Dalilnya adanya : wallahu bathinul insan johirullah.

Artinya : johir Tuhan ada dimanusia dan bathin manusia ada di Tuhan. Dan sholatmu itu dua rakaat. Yaitu pada waktu subuh apakah sebabnya jadi dua rakaat ? sebabnya ialah adanya nyawa dan ujud.

Firman Allah kepada nabi Nuh a.s

Wahai engkau Nuh, aku perintahkan engkau menjadi utusanku, tetapi engkau jangan ma’rifat dulu kepadaku, ketahui siapa dulu olehmu : bahwa pendengaranmu itu adalah pendengaranku, dalilnya sama dengan adam dan engkau sholat empat rakaat pada waktu johor. Apakah sebabnya jadi empat rakaat ? sebabnya ialah engkau punya telinga dan dua kaki.

Firman Allah kepada Nabi Ibrahim a.s

Wahai engkau Ibrahim, kuperintahkan engkau jadi utusanku, tetapi engkau jangan ingin ma’rifat kepadaku dahulu. Ketahui saja dahulu bahwa penglihatanmu itu adalah penglihatanku dan sholatmu empat rakaat ashar. Demikianlah tentang sholat ashar.

Firman Allah kepada Nabi Musa a.s

Wahai engkau Musa kujadikan engkau utusanku, tetapiengkau jangan ingin tahu dahulu kepada zat dan sifatku. Ketahui saja bahwa pengucapmu itu sesungguhnya adalah pengucapku. Dalilnya sudah ada yaitu kalam mutakalimun. Sholatmu ada tiga rakaat pada waktu maghrib, yaitu mulut, punya lisan dan memiliki arti yang tak salah lagi.

Firman Allah kepada Nabi Isa a.s

Wahai nabi Isa, engakau adalah utusanku, dan engkau tak usah ma’rifat kepadaku dulu, atau engkau ingin tahu tentang zatku ketahui saja bahwa nafasmu itu sendiri. Itu adalah kenyataan hidupku ini pasti, dan engkau harus sholat empat rakaat pada waktu isa. Sebab di dirimu itu ada dua lobang hidung, sebagai bukti nyata dari padaku, dan punya darah. Sebab darah itu nanti mati (beku), dan nafasmu habis hilang. Jadi dapatlah kita simpulkan bahwa sholat lima waktu itu sudah terhimpun pada diri.

Baikah hamba susun seperti di bawah ini. Inilah sholat yang 17 rakaat itu pada diri kita.

1. 1. Nyawa 11. mulut

2. 2. Ujud 12. lisan

3. 3. Telinga kanan` 13. Arti yang tak salah lagi

4. 4. Telinga kiri 14. Lobang hidung kanan

5. 5. Kaki kanan 15. Lobang hidung kiri

6. 6. Kaki kiri 16. nafas

7. 7. Mata kanan 17. darah

8. 8. Mata kiri

9. 9. Tangan kanan

10. 10. Tangan kiri

Demikianlah adanya usul sholat 17 rakaat yang ada pada diri kita masing-masing. Inilah sebenarnya sholat (ingat) ingatlah selalu jangan lupa pada asalnya.

Ma’rifat ada tiga bagian

Pertama : ma’rifat sariat

Kedua : ma’rifat tharikat

Ketiga : ma’rifat hakikat

Apakah perbedaan antara tiga bagian itu :

Pertama : ma’rifat orang ahli sariat itu yaitu : mengenal segala hukum dan mubah, fardhu dan sunat.

kedua : adapun ma’rifat orang dalil tharikat itu yaitu mengenal barang yang seni seperti: ria, ujud, takbur, sum’ah, dan hasad dan Lainnya. Segala sifat mazmumah yang tercela oleh rasa dan mengenal akan kasih sayang akan Allah Ta’ala kepada hambanya dan mengenal buruk dan baik zahir bathin.

Ketiga : adapun ma’rifat orang ahli hakikat yaitu: antara antazzahu tasybih dan tiada terdinding pandangan zahir dengan yang bathin dan sebaliknya tiada terdinding pandangan bathin akan zahir. Demikianlah secara ringkasnya saja.

Apakah yang dinamakan sariat dan apapula hakikat ? sariat itu tubuh kita dan hakikat itu jiwa, keduanya itu tiada boleh pisah atau bercerai walaupun kita sudah kembali kea lam baqa. Ruh dan badan tiada tiada boleh pisah. Sebab sudah senyawa di dalam badan atau di dalam rasa. Jadi siapa sariat semata dalam hidupnya, maka tiada harapan kumpul dengan ruhnya. Tetapi kalau sudah sampai kepada hakikat tidak mungkin lagi terpisah dengan sifatnya (badannya).

Jadi bagi ahlul hakikat walau bagaimanapun jua bentuknya, tetaplah ia ada sariat inilah arti sariat yang sejati dan mutlak, disini tidak ada tawar menawar lagi, titik.

Sariat tubuh, tharikat nafas, hakikat ruh, dan ma’rifat adalah sir. Inilah yang disebut af’al.Asma, sifat, dan zat kesemuanya ada dalam diri kita lahir bathin. Dan inilah orang yang dahulu disebut: pandanagn, pengrasa, pengucap, dan pencium. Kesemua itu bersatu atau bersamaan di dalam di dalam rasa. Jadi siapa sudah mengembalikan hak ta’ala yaitu rasa, maka dialah yang merasa di dalam rasanya da siapa masih betah dalam rasa adam, maka tempatnya d neraka karena rasa itu ada tiga martabat, 1. Rasa allah 2. Rasa Muhammad 3. Rasa adam. Demikianlah yang sebenarnya yang dapat hamba sampaikan, dan pilihlah sendiri-sendiri.

Iman dan Islam

Adapun islam itu sariat, dan iman itu hakikat, atau dengan kata lain ialah islam itu zahir dan iman itu bathin, dan bisa juga disebut islam itu tubuh dan iman itu ruh/nyawa, jadi kalau kita kembalikan kepada asalnya yaitu: ruh dan jasad kembali kepada nur Muhammad dan nur Muhammad itu jadi daripada kudrat dan iradatnya. Kalau demikian adanya nyata kepada kita

bahwa nur Muhammad itu jadi daripada nur zat nyata benar bahwa zat itulah bermula sgala ujud. Zat itulah bermula segala ujud tidak ada yang ujud hanya allah dan perbuatan allah ta’ala. Jadi nur Muhammad itu tadi disebut juga dengan hakikat alam, Muhammad, dan hakikat Muhammad ialah hakikat alam. Jaid nyata kepada kita bahwa ujud alal dan ujud allah, dan ujud allah ain ujud alam ialah adalah hakikat alam. Jadi alam dan tuhan ialah satu (rahasia). Kalau demikian adanya maka ini dengan alam seluruhnya adalah satu rahasia di kesimpulannya adalah: allah, Muhammad, adam ialah satu rahasia insane kamil pun allah jua. Muhammad dan adam pun pada hakikatnya, jadi ada hakikatnya manusia ini tuhan dalam rahasia. Syarat a dalam beramal. Yang sebenarnya syarat syah beramal ialah: khusyu, ikhlas, dan ikhsan (ma’rifat)

Baiklah kita ambil pertengahan saja dahulu ikhlas ada tiga martabat/tiga bagian:

1. Ikhlas orang mubtadi

2. Ikhlas orang mutawasit

3. Ikhlas orang muntahi

1. Ikhlas orang mubtadi itu ialah; suci daripada riya, ujud sum’ah dan tujuannya hanya semata karena allah ta’ala. maksud dan tujuannya untuk masuk surge dan takut akan neraka. Jenisnya ingin pahala dan menjauhi akan segala dosa.

2. Ikhlas orang mutawasit itu ialah:

Maha suci dari riya dan sum’ah hanya semata karena allah dan tidak inign pahala, hanya mengerjakan suruh dan meningkatkan tengah.

3. Ikhlas orang muntahi itu ialah: tiada menilik baginya dari atau amal lainny, hanya memandang fi’il hakiki kelakuan allah ta’ala pada dirinya.

Dan mereka tiada merasa lagi ada ujudnya sendiri, semuanya fana zahir dan batinnya. Kehendaknya adalah tidak bersalahan dengan kehendak tuhannya pandangannya manuggal dengan pandangan tuhannya. Kemauannya telah menunggal dengan kemauannya atau tuhannya dan dia seujud, senyawa, serasa, serasi dan serahasia dengan tuhannya. Tuhan menjadi matanya untuk melihat, telinganya untuk mendengar dan lidahnya untuk berkata-kata. Dia menjadi wali allah dan allah menjadi walinya. Demikianlah orang yang duduk pada golongan muntahi itu tadi. Inilah yang dimaksud dengan ikhlas, atau khusu dan ikhlas, dan ihsan. Inilah maqam ahlul akhirat namanya. Untuk menjalani ke maqam muntahi ini kita harus sabar dan ridha apa kehendak allah ta’ala saja dan harus menjalani maqam/martabat yang tiga itu seperti yang diterangkan di atas tersebut. Demikianlah keterangan ini.

—oo0oo—

Rahasia – Ma’rifat

Adapun rahasia itu didalam hati, dan hati itu didalam puat, puat itu didalam jantung, dan jantung itu di dalam rahasia allah.

Tetapi hati, puat, jantung itu sudah lebur kedalam rahasia allah. Jadi tuhan itu tiada bertempat dan tiada ditempati oleh makhluk siapa yang sangka bahwa tuhan itu bertempat di hati, di puat, di jantung, di arsy, di langit, di surge, atau di manusia, maka rang itu kafir.

Atau rahasia ma’rifat itu tidak terpakai lagi kata-kata yang bagaimanapun, sebab kalau kita masih berpegang kepada kata-kata maka kata-kata itulah yang jadi dinding. Dan yang disebut rahasia allah itu tadi, pertama rahasia yang berada di dalam jantung itulah yang bernama allah. Dan yang demikian bernama rahasia allah, dan kehendaknya, kehendak allah inilah yang berada dalam puad, dan inilah yang bernama rasa. Karena disitulah tempat akan segala kehendak allah, lahir atau bathin. Sekali lagi janganlah dipahami bahwa tuhan itu bertempat kepada manusia, atau manusia bertempat kepada tuhan. Untuk membuktikan hilangnya rasa itu. lihatlah contoh orang yang sedang tidur. Semuanya tiada merasa apa-apa lagi. Apalagi yang disebut in itu sudah tidak ada. Dari itu janganlah lagi akhluk berkehendak, jangan lagi ada Ingatanmu, dan dirimupun tiada. Maka yang ada itupun hanya hayat jua adanya. Jadi, disini adalah rahasia allah itu jad iradat kepada insane dan kepada hayawan, sekiranya jika rahasia allah itu dan iradat allah zahir dan bathin, tidak ada maka disitulah manusia menganggap ada perbuatan dirinya sendirinya. Disinilah hawa nafsu menunggangi manusia. Bukan manusia menunggangi nafsu, tapi nafsulah yang beraku-aku itu dalam setiap kejapan mata. Aku haramkan mulutku, aku kapirkan hatiku, bila aku masih beraku-aku dengan hawa nafsu yang tercela atau dengan nafsu akuan makhluk aku sebagai si penyusun kitab ini bertanggung jawab atas kata-kataku tadi. Siapa yang hendak mengambil boleh dan siapa yang menolakpun boleh.

Tidak ada pakaian dalam agama allah.

Seorang wali itu tidak beraku-aku lagi kecuali dengan akuan allah. Bulanlah engkau yang beraku-aku.

Dikata engkau beraku-aku tepi allahlah yang beraku-aku tiada engkau beraku-aku. Jadi yang beraku-aku dikala itu adalah rahasia allah, bukan engkau dalilnya: wama romaita idjromaita, walakinnallah aroma. Artinya: bukanlah engkau yang melempar dikala engkau melempar, tapi allahlah yang melempar dikala engkau melempar. Pahamkah.

—oo0oo—

Yang Sebenar Diri

Yang sebenar benar diri itu nyawa

Yang sebenar benar nyawa itu ruh.

Yang sebenar benar ruh itu nur Muhammad

Yang sebenar benar nur Muhammad itu sifat

Yang sebenar benar sifat itu zat (zat hayat)

Yang sebenar benar zat itu diri

Yang sebenar benar sifat itu rupa

Tapi bila kita mendakwa kepada ruh, maka teruskanlah kepada zat dan sifat allah. Supaya jangan terdinding kepada allah apabila sudah kita tembuskan kepada zat dan sifat allah, itulah tubuh orang ma’rifat yang sebenarnya. Kalau sudah sampai kepada diri yang sebenarnya atau diri bathin, barulah bathin dapat melihat bathin. Disini dapatlah orang yang sampai itu melihat perjalanan ruh/rohani. Adapun yang disebut roh idhofi itu berbadan Muhammad. Disini hamba tambahkan pula tentang nama-nama roh yang patut dikenal: seperti roh idhofi, roh mukayyat, dan roh mutlak. Dan yang pertama tadi disebut roh idhofi. Dan yang disebut roh/nyawa itu tadi disebut juga roh mukayyat. Yang disebut roh mutlak itu adalah roh robbani itu adalah roh tuhan allah.

Kalau orang yang hanya sampai kepada roh mukayyat atau yang disebut nyawa itu: artinya yang belum meneruskan kepada zat dan sifat allah ta’ala.

Maka orang yang telah meneruskannya kepada zat dan sifat allah itulah yang disebut roh mutlak. Atau lazim disebut oleh kaum sufi dengan ruhul kudus atau ruhul haq, ruhul amin.

Jadi seorang wali allah yang berada pada tingkat atas darinya bertubuh sir, dan berubah-ubah tuhan. Yang disebut sir dan roh itu ialah : zat allah dan sifat allah. Dengan adanya zat dan sifat itu lalu kita ingat kepada kalimah yang berbunyi ah, ah, ah, ah, ah, ah, ah. Disini ada dua huruf, yaitu huruf alif dan huruf ha. Alif itu berarti ujud, dan h itu berarti hayat. Tiap-tiap hayat tentunya dengan ujud. Setiap ujud dan hayat, pasti dengan namanya pula. Dan setiap ada ujud, hayat dan asma, tentu ada af’al jadi susunannya yang sebenarnya itu adalah : zat, sifat, asma, dan af’al itulah yang bernama allah dan akhirnya kalimah la illha ilallah itulah yang bernama zat sifat asma dan af’al. inilah rahasia bathin dan zahir syariat dan hakikat. Hamba dan tuhan, abid dan ma’bud, khalik dan makhluk. Zat dan sifat tiada boleh pisah, begitu juga tidak boleh sekutu. Ia seperti naïf dan isbat jua adanya dan masa lalinya rasa, kita lupa dan kita tidak ingat lagi yang sebagai macam, itulah yang bernama idhafat ma’allah artinya : hilang semuanya dan tidak ketinggalan walau sebesar atom. Maka ini hamba disebut dengan makam : penelanjangan tuhan. Sekarang baiklah kita teruskan kepada membicarakan tentang yang lainnya. Adapun cita-cita dan rasa perasaan masalah berbagai bathin dan zahir sekalian tubuh itu lahir dan bathin. Sebab karena

yang dipuji itu jatuhnya kepada tubuh bathin dan zahir. Inilah jadinya kedalam diri kita, bilangan tatkala allah ta’ala itu bersifat dengan sifat, kata ain. Jadi kesimpulannya ialah yang memuji ia yang dipuji. Ia yang menyembah dan ia juga yang disembah. Karena ahadiyah, wahdah, dan wahadiah adalah Esa. Jadi disini boleh di kata : puji qadim bagian qadim, puji hadist bagi qadim. puji qadim bagi hadits. Dan puji hadits bagi hadits. Bagi orang yang paham tentan rahasia ma’rifat itu, tidak ada lagi syakan ragu atas kata-kata yang diatas ini tadi sebab dalam ilmu hakikat ada kesimpulan yang berbunyi wahadiah, wahdah, wahidiyah, adalah Esa. Jadi Muhammad, adam adalah Esa.

Kamilpun allah jua. Muhammad dan adapun ada hakikatnya : jadi pada hakikatnya manusia ini adalah rahasia Tuhan menurut bentuk dan surahnya sendiri. Makadari itu tuhan memerintahkan kepada malaikat supaya sujud kepada adam a.s.

KHALIK DAN MAKHLUK

Beberapa kesimpulan

Asal kata makhluk diambil dari kata-kata halq dan kata-kata halq diambil dari kata khaliq. Dan kata-kata khalik itu adalah khalik. Jadi asal dari khalik kembali lagi kepada khalik. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Datang dari allah kembali kepada allah. Awalnya allah, dan akhirnya allah. Awalnya tuhan dan akhirnya tuhan. Awalnya tidak ada permulaannya dan akhirnya puntidak ada penghabisannya.

Kalau ma’rifat kita sudah ta’zimullah, yaitu :

Tilik seorang arif itu akan kebesaran dan kemuliaan dan keagungan tuhan allah azza wazalla jua adanya maka intisari dari pada itu adalah segala makhluk itu adalah khalik, dan khalik itu sebaliknya. Dalilnya : syhudul kasrah til wahdah dan syuhudul wahdah fil kasrah, akhirnya syuhudul wahdah fil wahdah. Demikianlah pandangan seorang arifin billah. Jadi kesimpulannya adalah : semua itu allah dan allah itu semuanya inilah yang disebut wahdah al-ujud atau kesatuan ujud. Jadi hamba dapat menyimpulkan pula bahwa allah adalah hakikat alam.

Apakah yang dimaksud Azzazatullah

Baiklah hamba uraikan secara ringkas saja bagi orang yang telah ma’rifat zat, tiadalah baginya permulaan dan penghabisan.

Pandangannya jauh berbeda dengan pandangan orang yang hanya berada dengan pandangan tingkat bawah. Orang demikian berpandangan bahwa ia melihat allah setiap kejapan mata dan dalam setiap sentuhan hatinya yang disebut mata hati itu bukannya ia nya. Sebab mata lahir dan mata hati itu hanya asma jua adanya disini mata bathin melihat bathin. Dan mata hati itu sudah lebur kedalam fana. Jadi pandangan yang tertinggi sekarang ini adalah kembali kepada mata zahir jua dahulu. Hingga mata bathin, sebab tiada kebilangan hakikat itu tanpa syariat/ zahir dan tiada kebilangan sariat itu tanpa hakikat/bathin. Kesimpulannya adalah : zahir ia yang bathin, dan bathin ia yang zahir, sebab awal dan akhir itu adalah rahasia insan. Maka dari pada itu pandangan akhir jua pandangan awal. Disinilah letaknya rahasia allah / insan, dan rahasia allah adalah rahasia insan. Rahasia insan dan rahasia allah itu disebut juga dengan sirullah atau sirullahzat atau zat ilahiah.

Zat ilahiah itu yaitu diri bathin dan zahir. Zahir tuhan ada dimanusia dan bathin manusia ada di tuhan. Dengan kata lain yaitu : johirnya makhluk dan bathinnya tuhan dan zahirnya……..bathin……..

Jadi hendaklah diketahui akan sirullah didalam ujud insan dari kita ini. Sekira kira ujudullah berdiri dihadapanmu dengan nyata dan jelas. Hilangkan dan lenyapkan ujudmu. Niscaya ujudullah berdiri dengan kedirianmu.

Tak ada ujud bagimu, lahir dan bathinnya, kecuali itu hanya ujudullah jua yang ada.

Ujud kesegalaan ini hanya ujud hayal, bukan sebenarnya ujudullah ada pada setiap diri : dan ada pada setiap manusia dan seluruh makhluk. Tetapi disini memerlukan perincian yang mendalam. Jadi siapa masih melihat kepada dirinya seumur hidupnya tidak akan bertemu dengan tuhannya. (tidak akan melihat kepada tuhannya). Siapa yang melihat kepada tuhannya niscaya tiada lagi melihat kepada dirinya sendirinya. Tiada lagi melihat makhluk yang terlihat hanya tuhannya. Itu menunjukkan tidak lagi melihat dirinya dengan kekuatan dalil yang nyata yaitu : ROBBI BI ROBBI.

Melihat tuhannya dengan tuhannya.

Mengenal tuhannya dengan tuhannya.

Demikianlah tentang ujudillah itu tadi.

Beberapa Bentuk Zikir

Dalam ajaran tasauf ada beberapa bentuk zikir walaupun umpamanya berlainan antara saufi ini dan saufi itu, atau guru ini, dan guru itu, semuanya disebut zikir jua. Bagi penelitian hamba yang daif lagi hina in, semua bentuk zikir itu baik hanya ada beda dalam sebutannya dan hurufnya. Tapi semua itu adalh zikir. Tetapi yang penting disini bukan huruf dan suara akan tetapi isinya apakah zikirnya kosong, atau isi, itulah yang menjadi nasa allah. Dalilnya adalah : laya’ zikrullah ilallah, artinya : tiada menyebut allah hanya allah, inilah ainnya. Sekarang zikir yang hendak menangkap burung nuri seekor. Umpamanya kita berzikir mangata : hu allah, hu allah. Itu ibaratnya menangkap burung tertangkap ekornya.

Mengata : allahu, allahu, baru tertangkap bulunya saja

Mengata : allah, allah, tertangkap kakinya saja

Mengata : la ilalaha ilallah zatullah tertangkap kepala

Mengata : la ilaha ilallah hak, tertangkap paruhnya

Mengata : la ilaha ilallah nurul hak, tertangkap dadanya.

Mengata : lahu, lahu, tertangkap lehernya

Mengata : la, la, la tertangkap sayapnya saja

Mengata : hu, hu, hu tertangkap suaranya saja

Mengata : ah, ah, ah tertangkap keindahannya saja.

Ahirnya : la hurupin wala sautin : baru tertangkap saikungan

Artinya : diam

bersambung..

KATEGORI:UNCATEGORIZED3 COMMENTS

MUKADDIMAH

TUHAN ALLAH ADA BERPERI SETIAP INSAN HARUS DIBERI ASAL TUAN SUDI MENCARI TUHAN ALLAH DIDALAM DIRI

JALIN SILATURRAHIM
ABAH SADDAM 

Jl.Kodeco KM.02 Perum. JHONLIN INDAH Blok D11 NO.18 

SIMPANG EMPAT,BATULICIN TANAH BUMBU-KALIMANTAN SELATAN,INDONESIA

+6282154116382

setiap hari. sms atau telpon

LIKE HALAMAN FB AM INDONESIA
TAMU AM INDONESIA

212,843 PENGUNJUNG SALIK MUHIBBIN

PALING BANYAK DIBACA

academ…

kitabb…

plus.g…

kitabb…

facebo…

kitabb…

kitabb…

facebo…

kitabb…

kitabb…

POS-POS TERBARU

SYEKH KHOLIL AL BANGKALANI

7 Agustus 2016

SYEKH YUSUF

26 Juli 2016

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437H.

6 Juli 2016

CARA DAN NIAT ZAKAT FITRAH DALAM ILMU HAKIKAT

5 Juli 2016

Sifat Ma’ani dalam Al fatihah

24 Juni 2016

TOP POSTS & HALAMAN

Isi Kitab Barencong 1

PENGERTIAN SIFAT 20 KEPADA DIRI

Tasawuf Bugis lino ahera

Download isi file Kitab Barencong

isi kitab barencong 7

KITAB ILMU TAUHID SYEKH H.MUHAMMAD SAMMAN AL BANJARI

LAA MAUJUD BIHAQQI ILLALLAH

GURU CANTUNG KH. AHMAD DAHLAN BIN ABBAS

RAHASIA DIRI

SYEKH KHOLIL AL BANGKALANI

HARI INI

Agustus 2016

S S R K J S M

« Jul    

1 2 3 4 5 6 7

8 9 10 11 12 13 14

15 16 17 18 19 20 21

22 23 24 25 26 27 28

29 30 31  

SEKAPUR SIRIH DI HAKIKAT MUDRAJAT

Ketahui olehmu hai para salik..

Bahwa semua apa yg dibicarakan disini baik teori dan praktek, semua itu hnya lewat saja dan kalaupun mampir di akal pikiran hati serta pengetahuan ilmu itu hanya sementara boleh dikatakan hanya embel-embel atau hiasan tampilan saja.

Yg sebenarnya ialah DIAM.

diam artinya adalah mempunyai kuasa apa-apa walau sebesar zarrah.

Mau tidak sholat kah tidak puasakah tidak apa kah… terserah allah.

Mau jadi malingkah perampok kah mau jadi preman kah mau mabuk-mabukah mau berzina kah terserah Allah.

Sek yg penting antara aku dan Allah itu satu.

Tiada aku lihat akan sesuatu selain Allah sebelum nya, Allah didalamnya, Allah besrtanya, Allah sesudah nya.

Dan itikad ku sekarang KAPIR AKU JIKA AKU LUPA DAN TIADA MELIHAT MESKI SESAAT DENGAN ALLAH.

BAHAS MUHAMMAD?

MUHAMMAD TIADA LAGI..

YG LAIN SDH TIADA. SEMUA ALLAH, ALLAH SEMUANYA Menjadi satu ia dlm pandangan dan akuan, yaitu ALLAH.

Dan aku bersumpah di maqam ini TIDAK ADA LAGI REJEKI LAGI. Dan engkau telah manjadi KAFIR di hadapan pandangan Mahluk.

Engkau telah menjadi orang gila. Engkau telah menjadi org hina dan engkau tidak diakui saudara keluarga orang tua sanak kerabat handai tulan. Engkau gila dan engkau yg penuh musibah bala dan bencana.

BERHATI – HATILAH JALAN INI SANGAT LICIN.

AWAN TAG

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. |

🙂

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

HUKUM THAIIARAH DAN SHALAT

HUKUM THAIIARAH DAN SHALAT
HUKUM ‘TINAHARAH

DAN SHALAT

Bersuci

Air yang dapat dipakai untuk bersuci adalah:

air hujan, air laut, air yang telah dipakai untuk

bersuci (air musta’mal), dan air yang tercampur

dengan sesuatu yang suci (seperti tercampur sabun)

dan masih seperti asalnya, tidak berubah dari

wujudnya sebagai air. Adapun air yang tercampur

dengan sesuatu yang najis dan merubah bau, rasa,

dan warnanya, maka air tersebut tidak dapat dipakai

untuk bersuci. Akan tetapi, bila tidak merubah bau,

warna, dan rasanya, maka air tersebut masih dapat

dipakai untuk bersuci. Air yang tersisa bekas

diminum adalah suci, kecuali air sisa minuman babi

dan anjing, maka air tersebut adalah najis.

Najis

Najis adalah sesuatu yang diwajibkan atas

seorang muslim untuk suci darinya dan menyuci apa

saja yang terkena olehnya. Pakaian dan badan yang

terkena najis, wajib dicuci hingga hilang najisnya

jika najis tersebut terlihat, seperti darah. Apabila
HUKUM THA.FLARAII DAN SHALAT

setelah dicuci masih ada bekas yang tidak dapat

dihilangkan, maka hal tersebut dimaafkan.

Sedangkan najis yang tidak dapat terlihat, cukup

dicuci walaupun hanya sekali.

Apabila tanah terkena najis, maka bisa

menjadi suci dengan cara menyiramkan air ke

atasnya, sebagaimana bisa suci pula dengan

keringnya najis tersebut, jika berupa najis yang cair.

Sedangkan jika berupa najis padat, maka tidak bisa

menjadi suci kecuali dengan cara menghilangkan

benda najisnya.

Hukum-hukum najis

1. Apabila seseorang terkena sesuatu yang tidak

diketahui apakah itu benda najis atau bukan,

maka ia tidak wajib menanyakannya atau

menyucinya.

2. Apabila seseorang selesai melaksanakan shalat,

lalu ia melihat najis di pakaian atau badannya

sedangkan ia tidak mengetahuinya, atau

sebelumnya ia telah mengetahuinya tapi ia

terlupa, maka shalatnya sah.

3. Apabila seseorang tidak dapat mengetahui

tempat najis di pakaiannya. maka ia wajib

menyuci semuanya.

4. Macam-macam najis:
HUKUM THAIIARAH DAIY SHALAT

a. Kencing dan kotoran besar

b. Wadi: cairan berwarna putih kental yang

keluar setelah kencing.

c. Madzi: cairan berwarna putih lengket yang

keluar ketika ada gejolak syahwat.

Pakaian atau badan yang terkena najis ini

wajib dicuci. Sedangkan mani hukumnya suci tetapi

sunnah dicuci jika masih basah, Sedangkan jika

telah kering, maka cukup dikerik.

d. Kotoran (air kencing dan tinja) hewan yang

tidak dimakan dagingnya adalah najis,

sedangkan kotoran hewan yang dimakan

dagingnya adalah suci (madzhab Hambali).

Buang hajat

Diantara adab-adab buang hajat adalah:

1. Masuk dengan kaki kiri sambil berdoa:

                                                    ,011 `Sc j.111 wl r-*..,!

“Dengan nama Allah, ya Allah, aku berlindung

kepadamu dari setan laki-laki dan setan wanita”

Lalu, keluar dengan kaki kanan sambil

membaca:

“Ya Allah, aku memohon ampunan-Mu”
HUKUM THAHARAH DAN SHALAT

2. Tidak membawa sesuatu yang bertuliskan nama

Allah, kecuali jika dikhawatirkan hilang.

3. Tidak menghadap kiblat atau membelakanginya

ketika buang haj at di tempat terbuka.

4. Menutup aurat agar tidak terlihat oleh manusia.

Batasan aurat laki-laki adalah dari pusar sampai

dengkul, sedang aurat wanita adalah seluruh

tubuhnya kecuali wajahnya ketika shalat.

5. Berhati-hati agar kotoran besar dan kencing

tidak mengenai pakaian atau badan.

6. Membersihkan kotoran (sehabis buang hajat)

dengan air atau dengan tisyu, batu, dan

sejenisnya jika tidak ada air, dan dengan

menggunakan tangan kiri.

Wudhu

Shalat tidak diterima tanpa berwudhu

berdasarkan sabda Rasulullah

:;;- aL.:,-f 1:$1 c ,.;_f ‘ 31

“Sesungguhnya Allah tidak menerima , shalat

seseorang di antara kamu jika ia berhadas sampai ia

berwudhu- (HR. Tirmizi dan Abu Daud)

Wudhu harus dilakukan dengan tartib

(mendahulukan anggota yang harus didahulukan)

dan urut, sebagaimana disunahkan berhemat dalam
HUKUM THAWARA_FI DAN SHALAT

menggunakan air. Ibnu Majah meriwayatkan bahwa

Rasulullah 4 pernah melihat seseorang berwudhu

lalu beliau berkata kepadanya: “Janganlah berlebih-

lebihan, janganlah berlebih-lebihan (dalam

menggunakan air)”

Cara berwudhu:

1. Niat berwudhu di dalam hati tanpa melafazhkan

dengan lisan. Niat artinya keinginan hati

melakukan sesuatu perbuatan, lalu membaca

basmalah.

2. Kemudian mencuci dua telapak tangan sebanyak

tiga kali.

3. Kemudian berkumur dan memasukkan air ke

dalam hidung sebanyak tiga kali.

4. Kemudian membasuh muka tiga kali. Lebar

muka dimulai dari telinga sampai telinga yang

lain, dan panjangnya dimulai dari tempat

tumbuhnya rambut di kepala sampai bawah

j anggut.

5. Kemudian membasuh kedua tangan dari ujung

jari sampai siku dimulai dari tangan kanan lalu

tangan kiri.

6. Kemudian mengusap kepala satu kali, dengan

membasahi kedua tangan dan mengusapkannya

ke kepala dimulai dari bagian depan sampai

belakang, kemudian kembali ke depan.
HUKUNI THAHARAH DAN SHALAT 10

7. Kemudian mengusap kedua telinga satu kali

dengan memasukkan telunjuk ke dalam lubang

telinga, dan ibu jari mengusap bagian luarnya.

8. Kemudian membasuh dua kaki tiga kali dari

ujung jari sampai mata kaki dimulai dari kaki

kanan lalu kaki kiri.

9. Kemudian membaca doa:

“Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak

disembah melainkan Allah semata, yang tiada sekutu

bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad

adalah hamba-Nya dan utusan-Nya.”.

2 3

6

10
HUKUM THATIARAH DAN SHALAT 11

Mengusap khuf (sejenis sepatu)

Merupakan keluwesan dan kemudahan

agama Islam, diperbolehkannya mengusap khuf,

berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam

Bukhari dari Abu Ja’far bin `Amru, ia berkata:

“Saya melihat Rasulullah mengusap sorban dan

kedua khufnya”. Dari Mughirah bin Syu’bah, ia

berkata: “Pada suatu malam, saya bersama

Rasulullah . Namun mendadak beliau pergi

untuk menunaikan hajatnya. Setelah itu, beliau

kembali lagi, dan saya tuangkan air dari bejana

kepadanya untuk berwudhu. Lalu, beliau pun

mengusap kedua khufnya”. (HR.Muslim)

Akan tetapi disyaratkan dalam mengusap

khuf ini agar ketika memakainya dalam keadan suci

(dari hadas), dan mengusap pada bagian luarnya,

bukan bagian dalamnya. Masa berlakunya adalah

sehari semalam bagi orang yang tidak bepergian

(mukim), dan tiga hari bagi orang yang bepergian

(musafir).

Mengusap khuf menjadi batal setelah selesai

masa berlakunya, atau dilepas setelah diusap, atau

karena junub, mengingat khuf harus dilepas saat

mandi j inabat.
HUKUM THAHARAH DAN SHALAT

Hal-hal yang membatalkan wudhu

Hal-hal yang membatalkan wudhu adalah

segala sesuatu yang keluar dari dua saluran (qubul

dan dubur), yaitu kencing, kotoran besar, buang

angin/kentut, mani, madzi dan wadi. Adapun mani

mengharuskan mandi jinabat. Demikian juga tidur,

menyentuh kemaluan tanpa penghalang, memakan

daging onta, dan hilang akal. Semua ini dapat

membatalkan wudhu.

Mandi (Bersuci)

Mandi adalah membasahi seluruh tubuh

secara merata dengan air disertai niat bersuci.

Membasahi seluruh badan harus disertai dengan

berkumur, dan memasukkan air ke dalam hidung.

Diwajibkan mandi karena lima hal:

1. Keluar mani disertai syahwat dalam keadaan

terjaga atau tidur, baik pada laki-laki maupun

wanita. Jika tidak disertai syahwat, maka tidak

wajib mandi. Demikian juga tidak wajib mandi,

jika seseorang mimpi bersetubuh tetapi tidak

keluar mani. Namun, jika ia melihat adanya mani

atau bekasnya, maka ia wajib mandi.

2. Bersetubuh, yaitu memasukkan kepala zakar

(hasyafah) ke dalam vagina wanita, walaupun

tanpa mengeluarkan mani.
HUKUM THAHARAH DAN SHALAT 13

3. Berhentinya haid dan nifas.

4. Meninggal dunia, karena memandikan mayit

hukumnya wajib.

5. Apabila orang masuk Islam, maka is wajib

mandi.

Hal-hal yang diharamkan atas orang yang

sedang junub:

1. Menyentuh mushaf, membawa, dan

membacanya, baik membaca dengan suara pelan

ataupun keras dengan cara menghapal atau

melihat mushaf.

2. Berdiam di dalam masjid tidak diperbolehkan

bagi orang yang sedang junub dan wanita yang

sedang haid. Namun, jika itu hanya sebatas

melewati masjid saja, maka hukumnya tidak apa-

apa.

Tayamum

Tayamum diperbolehkan, baik dalam

keadaan berdiam (mukim) atau sedang melakukan

bepergian. Tayamum merupakan pengganti wudhu

dan mandi, bila terdapat salah satu dari sebab-sebab

berikut:

1. Jika tidak ada air, atau ada air tapi tidak cukup

untuk bersuci. Namun, sebelumnya disyaratkan
HUKUM THAILARAII DA1V SHALAT 14

untuk mencari air terlebih dulu. Jika ia tidak

menemukannya, atau melihat air tapi khawatir

bahaya akan mengancam diri atau hartanya bila

pergi mengambilnya, maka ia boleh

bertayamum.

2. Apabila di sebagian anggota badan yang harus

dibasuh saat berwudhu atau mandi terdapat luka,

maka wajib membasuhnya dengan air. Namun,

jika membasuhnya berpengaruh pada luka, maka

cukup diusap dengan cara membasahi tangan,

lalu mengusapkan pada bagian yang luka. Jika

ternyata mengusap juga berpengaruh pada luka,

maka barulah ia bertayamum.

3. Bila air dan cuaca sangat dingin dan khawatir

bila menggunakan air tersebut akan berbahaya.

4. Bila ada air, namun ia membutuhkannya untuk

persediaan minum.

Cara bertayamum

Cara bertayamum adalah sebagai berikut:

Niat di dalam hati. lalu memukulkan dua telapak

tangan pada debu satu kali, kemudian

mengusapkannya pada wajah dan telapak tangan.

Adapun yang membatalkan tayamum adalah

hal-hal yang membatalkan wudhu, sebagaimana

tayamum tersebut batal ketika ia menemukan air
HUKUM THAHARAH DAN SHALAT 15

sebelum dan di tengah shalat. Adapun bila is telah

selesai shalat, maka shalatnya dinyatakan sah.

Shalat

1. Shalat merupakan rukun Islam yang kedua dan

kewajiban bagi setiap muslim yang berakal dan

baligh. Orang yang meninggalkan shalat (dengan

mengingkarinya) adalah kafir menurut ijma’

ulama, dan shalat merupakan amal yang pertama

akan dihisab pada hari kiamat.

2. Shalat lima waktu secara berjamaah di masjid

adalah wajib bagi kaum laki-laki. Kemudian

disyariatkan pula bagi seorang muslim pergi ke

masjid dengan tenang sebagaimana disunahkan

melakukan shalat dua rakaat ketika masuk

masj id.

3. Diwajibkan menutup aurat ketika menunaikan

shalat. Dan, batas aurat laki-laki adalah dari

pusat sampai lutut, sedang aurat wanita adalah

seluruh tubuhnya kecuali wajahnya ketika shalat,

sebagaimana menghadap kiblat merupakan

syarat diterimanya shalat.

4. Shalat harus dilaksanakan pada waktunya,

sehingga Karam melaksanakan shalat sebelum

waktunya atau mengakhirkannya dari waktu

yang ditentukan.
HUKUM THAIL4RAH DAN SHALAT 16

Waktu shalat

1. Waktu Dhuhur sejak tergelincirnya matahari

sampai bayangan sesuatu sama dengan aslinya.

2. Waktu Ashar dimulai sejak bayangan sesuatu

sama dengan aslinya sampai matahari terbenam.

3. Waktu Isya dimulai sejak hilangnya awan merah

sampai pertengahan malam.

4. Waktu Subuh dimulai sejak terbitnya fajar

sampai matahari terbit.

Cara shalat

Wajib bagi setiap muslim melaksanakan

shalat dengan thuma’ninah dan khusyu’. Pengajaran

shalat harus disertai dengan praktek. Dan, seorang

guru harus memastikan bahwa murid-muridnya

benar-benar telah mampu melaksanakan shalat

dengan baik.

Praktek shalat

1 Seorang yang shalat harus menghadap kiblat

dengan seluruh badannya, tanpa menoleh atau

miring.

2. Lalu berniat di dalam hati mengerjakan shalat

yang dikehendaki, tanpa melafazhkannya dengan

lisan.
HUKUM TIL411ARAH DAN SIL4L 4 T 17

3. Lalu takbir dengan mengucapkan: (,.4141) sambil

mengangkat kedua tangan, sejajar dengan

pundak atau telinga.

4. Lalu meletakkan di dadanya telapak tangan

kanan di atas punggung tangan kirinya.

5. Lalu membaca doa iftitah:

“Maha Suci Engkau, ya Allah, dan segala puji bagi-

Mu, namu-Mu agung, kedudukan-Mu mulia, dan

tidak ada yang disembah selain-Mu”

6. Kemudian membaca isti’adzah:

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan

yang terkutuk”

7. Kemudian membaca basmalah dan surat al-

                                                     Fatihah:

14 7-..)1 4i1

                                                     1.1″):411 lj7CA1 231;1

0.JC;2.11
HUKUM THA HARAH DAIV SHALAT 18

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha

Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi

Allah, Rabb semesta alam, Maha Pemurah lagi

Maha Penyayang. Yang menguasai hari

pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah

dan hanya kepada Engkaulah kami motion

pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus,

(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau

anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan)

                                                    mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan)

                                                    mereka yang sesat.” (QS. al-Fatihah: 1 -7)

8. Kemudian membaca sebagian ayat yang mudah.

9. Kemudian ruku’ dengan mengangkat kedua

tangan sejajar dengan pundak sambil

mengucapkan:( ), dan kedua tangan

                                                                                                 diletakkan di atas kedua tumit dalam keadaan

                                                    jari-jari terbuka, lalu membaca: ( ).

                                                                                                 Kesunahannya adalah dibaca sebanyak tiga kali,

                                                                                                 namun dibolehkan pula membacanya satu kali.

10. Kemudian bangun dari ruku’ dengan

mengucapkan: (e I ‘ ), dan kedua

tangan diangkat sejajar dengan pundak.

                                                    Sedangkan makmum mengucapkan: )

                                                    sebagai pengganti ucapan: ( .1.11t ) , lalu
HUKUM THAIIARAII DAN SHALAT

meletakkan di atas dadanya telapak tangan

kanan di atas punggung tangan kirinya.

11. Ketika berdiri setelah ruku’ mengucapkan:

“Ya Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji

sepenuh langit dan bumf, dan sepenuh segala yang

Engkau kehendaki”

12. Kemudian merunduk untuk sujud yang pertama

sambil mengucapkan: ( ). Sujud hams

dilakukan dengan tujuh anggota, yaitu: kening

dengan hidung, dua telapak tangan, dua lutut,

dan jari-jari kaki. Kedua lengan direnggangkan

(tidak menempel) dari lambung, dan ujung jari

kaki menghadap ke kiblat. Ketika sujud

mengucapkan: ( ). Kesunahannya

                                                              adalah diucapkan sebanyak tiga kali. namun

                                                              boleh selain itu, seminal diucapkan hanya satu

kali.

13. Kemudian bangun dari sujud sambil

mengucapkan: ( ,:54 4’1 ), lalu duduk antara dua

sujud di atas telapak kaki kiri dengan

menegakkan telapak kaki kanan, dan meletakkan

tangan kanan pada ujung paha kanan dekat lutut,
HUKUM THAHARAH DAN SHALAT 20

serta meletakkan tangan kiri pada ujung paha

Ketika duduk sambil membaca:

v41-6 1.-3 v313:11; skill; te::•:,-..)13

“Ya Rabb, ampunilah aku, sayangilah aku,

tunjukilah aku (jalan yang benar), berilah rezeki-Mu

kepadaku, perbaikilah diriku, dan berilah kesehatan

kepadaku”

14. Kemudian sujud yang kedua persis dengan

                                                       sujud yang pertama, baik dalam sifat maupun

bacaannya.

15. Kemudian bangun dari sujud kedua sambil

mengucapkan:( .61 ), lalu berdiri dan

melaksanakan rakaat kedua seperti pada rakaat

pertama, kecuali doa iftitah yang tidak dibaca

pada rakaat kedua. Setelah sujud kedua, duduk

dan membaca tasyahhud (tahiyyat), sedangkan

telunjuk digerakkan ketika membaca kalimat:

j “; ‘ o f :41f, 4, ;i1-411 y of 41!

“Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak

disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa

Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya.

Kalimat tasyahhud adalah sebagai berikut:
                                                                                                   HUKUM THAHARAH DAN SHALA T 21

                                                      pp I Lilt a.;:1; LA31’A

411 :91 Zij:1 :1’42.1f -cka.’..31 41 ?cf.

                                                                                                                                ‘411 .4.4) 41t,

                                                                                                                                2,1(4,br.,;1 drurc-; L4:5 A

                                                      ” z ej 41A3

1.;;..J1

“Segala penghormatan, shalawat, dan kebaikan

hanya bagi Allah. Salam sejahtera beserta rahmat

Allah dan keberkahan-Nya semoga atasmu, wahai

Rasul. Salam sejahtera bagi kami dan hamba-hamba

Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada

yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi

bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rusul-

Nya. Ya Allah, berilah rahmat-Mu kepada

Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau

telah memberi rahmat-Mu kepada Ibrahim dan

keluarganya. Sesunggguhnya Engkau Yang dipuji

dan Mulia. Berkahilah Muhammad dan keluarganya,

sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan

keluarganya. Sesungguhnya Engkau Yang dipuji dan

mulia. Aku berlindung kepada Allah dari neraka
HUKUM THAHARAH DAN SHALA T

jahanam, azab kubur, fitnah kehidupan dan

kematian, serta fitnahnya dajjal.”

Setelah itu, berdoa memohon kebaikan dunia

dan akhirat kepada Allah.

16. Kemudian salam dengan menoleh ke kanan

dan mengucapkan: lalu

menoleh ke kiri dengan ucapan serupa.

** Perhatian:

Adapun pada shalat tiga rakaat seperti

Maghrib, atau shalat empat rakaat seperti Dhuhur,

Ashar dan Isya, maka berhenti pada kalimat ini, lalu

bangun dengan mengucapkan: at), dan

mengangkat tangan sejajar dengan pundak. Ketika

berdiri, telapak tangan kanannya diletakkan di dada

dalam posisi di atas punggung telapak tangan

kirinya. Kemudian ia mengerjakan rakaat

selanjutnya seperti pada rakaat sebelumnya, namun

ia hanya membaca surat al-Fatihah saja pada saat ia

berdiri.

17. Pada tasyahud akhir, seseorang duduk secara

tawaruk, yaitu duduk dengan cara mengangkat

tegak telapak kaki kanan dan mengeluarkan

telapak kaki kin dari bawah betis kaki kanan,

serta meletakkan pantat dengan kuat pada
HUKUM THAHARAH DAN SHALA T 23

lantai/tanah. Kedua tangan diletakkan pada

paha seperti meletakkannya pada waktu

tasyahud awal. Pada tasyahud akhir ini,

tasyahud dibaca dengan lengkap.

                                                 3 -4 – 5

9 10
HUKUM THAHARAH DAN SHALA T 24

                                                                                                   Ketentuan bagi makmum masbaq (yang

                                                                                                   tertinggal beberapa rakaat dalam shalat).

                                                                                                                                               Apabila makmum tertinggal beberapa rakaat

dari shalatnya imam, maka ia harus

                                                      menyempurnakannya setelah imam salam. Dan,

rakaat pertamanya terhitung sejak ia shalat bersama

imam. Mendapatkan ruku’ bersama imam, berarti

telah mendapatkan satu rakaat. Sedangkan bila tidak

mendapatkannya, maka tidak mendapatkan satu

rakaat. Makmum yang tertinggal (masbuq) bila

masuk masjid, hendaknya segera bergabung bersama

jamaah dalam keadaan bagaimanapun, berdiri,

duduk, sujud dan sebagainya, dengan tidak

menunggu mereka bangun untuk rakaat berikutnya,

dan melaksanakan takbiratul ihram dalam keadaan

berdiri, kecuali jika uzur seperti sakit.

Hal-hal yang membatalkan shalat

1. Berbicara dengan sengaja walaupun sedikit.

2. Berpalingnya seluruh badan dari arah kiblat.

3. Keluarnya angin dari dubur dan semua yang

mewajibkan wudhu dan mandi.

4. Banyak bergerak secara beruntun tanpa ada

kebutuhan.

5. Tertawa sekalipun sedikit.
HUKUM THAHARAH DAN SHALAT 25

6. Menambah ruku’, sujud, berdiri atau duduk

dengan sengaj a.

7. Mendahului imam dengan sengaja.

Lupa dalam shalat

Apabila seseorang melakukan kesalahan

dalam shalat, misalnya ia lupa mengerjakan salah

satu kewajibannya (bukan rukun), seperti duduk

untuk tasyahud dan yang lainnya, maka hendaknya

ia sujud sahwi dua kali sebelum salam, karena

meninggalkan hal tersebut termasuk mengurangi

bentuk shalat. Sedangkan jika ia melakukan

penambahan dalam shalat, maka sujud sahwi

dikerjakan setelah salam, kemudian salam lagi yang

kedua. Dan, apabila seseorang lupa mengerjakan

salah satu rukun shalat, maka ia harus mengerjakan

rukun yang tertinggal tersebut agar shalatnya sah,

lalu melakukan sujud sahwi.

Hal-hal yang wajib dalam shalat

1. Semua takbir selain takbiratul ihram.

2. Membaca: ( ) dalam ruku’

3. Mengucapkan: ( ) bagi imam dan

                                                       orang yang melakukan shalat sendirian.

4. Membaca: ( ) setelah bangun dari ruku’
                                                   HUKUM THAHARAH DAN SHALAT 26

5. Membaca: („ W pada waktu sujud.

6.- Membaca: ) pada waktu duduk di antara

dua sujud.

7. Tasyahud awal.

8. Duduk pada tasyahud awal.

Rukun-rukun shalat

1. Berdiri bagi yang mampu.

2. Takbiratul ihram.

3. Membaca surat al-Fatihah dalam setiap rakaat.

4. Ruku-.

5. litidal (berdiri setelah ruku’).

6. Sujud pada anggota tubuh yang tujuh.

7. Bangun dari sujud.

8. Duduk di antara dua sujud.

9. Thuma’ninah.

10. Tasyahud akhir.

11. Duduk pada tasyahud akhir.

12. Membaca shalawat atas Nabi.

13. Salam.

14. Tertib di antara rukun-rukun.

Zikir-zikir setelah shalat

1. Membaca: ( ,60 ) sebanyak 3 kali.

2. Membaca:
HUKUM THAHARAH DAIV SHALAT 27

;,11:11 11 14 ‘ tffiel:11

Ltu, az.:; 6- t.ry

A “v1:4-. “v, ;31 y ,414 “vi j;;:V A:/j1

;,75

“Ya Allah, Engkau adalah Dzat yang damai, dan

berasal dari-Mu pula kedamaian tersebut. Engkau

Maha Memberkati. wahai Dzat yang memiliki

keagungan dan kemuliaan. Tiada tuhan yang berhak

disembah selain Allah semata, yang tiada sekutu

bagi-Nya. Hanya bagi-Nya kekuasaan dan pujian,

dan Dia adalah Dzat yang Maha berkuasa atas segala

sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat mencegah

apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang dapat

memberikan apa yang Engkau cegah, dan tidak

berguna kekayaan dan kehormatan dari (azab) Allah

bagi pemiliknya, (selain iman dan amal saleh,penj).

3. Membaca:

                                                                  Afj d-11:11 :Li Ai 4).1 4:41

Je,’13 ;5=4.’ J-5 lgia’
HUKUM THAIIARAII DAIV SHALAT 28

“Tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan

hanya Allah semata, yang tiada sekutu bagi-Nya.

Bagi-Nya kekuasaan, dan bagi-Nya segala pujian.

Dia Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan, dan

Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Dibaca sebanyak 1 kali dan 3 kali setelah

shalat Maghrib dan Subuh.

4. Kemudian membaca: (4:bi ) sebanyak 33

kali, lalu membaca: (411;12..;-ii ) sebanyak 33 kali,

lalu membaca: ) sebanyak 33 kali. lalu

membaca:

5. Membaca ayat Kursi

6. Membaca Surat al-Ikhlas, al-Falaq, an-Nas

sebanyak 1 kali dan setelah shalat Maghrib dan

Subuh sebanyak 3 kali.

Sunnah rawatib

Disunnahkan bagi setiap muslim dan

muslimah ketika tidak bepergian agar memelihara

shalat 12 rakaat, yaitu: empat rakaat sebelum

Dhuhur, dua rakaat setelahnya. dua rakaat setelah
HUKUIll TIIAHARAH DAN SHALAT

Maghrib, dua rakaat setelah Isya dan dua rakaat

sebelum shalat Subuh, karena Rasulullah selalu

memeliharanya. Beliau bersabda:

“Barangsiapa melaksanakan shalat dua belas rakaat

dalam sehari semalam, maka akan dibangunkan

baginya rumah di surga” (HR.Muslim)

Hal itu sebagaimana disunahkan pula bagi

seorang muslim melaksanakan shalat witir. Dan

waktunya adalah setelah shalat Isya sampai terbit

fajar. Shalat witir dan shalat sunah fajar adalah

shalat sunah yang belum pernah ditinggalkan oleh

Rasulullah , baik ketika sedang bepergian maupun

ketika berada di rumah.

**Perhatian:

1. Tidak diperbolehkan shalat sunnah bila telah

dilakukan iqamah untuk shalat fardhu,

berdasarkan sabda Rasulullah

i;cd, x;

“Jika shalat (fardhu) telah didirikan maka tidak ada

shalat lagi selain shalat lardhu. ‘(HR. Muslim).
HUKUM THAHARAH DAN SHALAT 30

2. Di dalam shalat jahriyah (yaitu shalat yang

di dalamnya bacaan imam dikeraskan), wajib

bagi makmum untuk mendengarkan bacaan

imam, hanya dia diwajibkan membaca surat

al-Fatihah Baja, mengingat tidak sah

shalatnya tanpa membaca surat al-Fatihah.

3. Tidak diperbolehkan untuk selamanya bagi

seorang makmum untuk shalat di belakang

shaf sendirian, ketika dia tidak mendapatkan

tempat di dalam shaf. Namun, dia harus

mencari seseorang untuk shalat bersamanya,

atau hams menunggu hingga datang orang

lain. Hal itu, berdasarkan sabda Rasulullah:

Li:431

” Tidak sah shalat bagi seorang makmum yang

sendirian di belakang shaf” (HR. Ibnu Majah dan

Ahmad).

4. Dianjurkan agar melakukan shalat di dalam

shaf yang pertama, mengingat sebaik-baik

shaf bagi jamaah lelaki adalah shaf yang

pertama. Juga, agar orang yang shalat

tersebut berada di posisi samping kanan

imam. Rasulullah bersabda:
HUKUM THAILAILIH DAIV SHALAT 31

;Li

“Sebaik-baik shaf bagi jamaah laki-laki adalah yang

pertama dan sejelek-jeleknya adalah yang terakhir,

sedangkan sebaik-baik shaf bagi jamaah wanita

adalah yang terakhir dan sejelek-jeleknya adalah

yang terdepan.” (HR. Muslim). Serta sabda

Rasulullah

“Sesungguhnya Allah beserta para malaikat-Nya

memberi shalawat kepada orang-orang• (makmum)

yang shalat pada bagian kanan shaf. ” (HR. Abu

Daud)

5. Rasulullah bersabda:

                                                                                        .• 1.■ ‘., • – : • “.• • A ,

                                                      .7,15L.401 ft..; zr. di ‘),11…C4).1,o•

“Luruskanlah shaf-shaf (barisan) kalian, karena

meluruskan shaf termasuk bagian dari

kesempurnaan shalat ” (Muttafaq’alaih). Oleh

karena itu, maka diwajibkan untuk meluruskan shaf

dan merapatkannya.

6. Disunahkan bagi orang yang shalat –jika dia

sendirian– untuk melakukan shalat kepada
HUKUM TitA HARAH DAN SHALAT 32

sutrah (tabir penutup di depannya), dan

sutrah bagi orang yang shalat bersama imam

adalah sutrah imamnya.

7. Sebaiknya orang yang masuk (mesjid)

setelah dilaksanakannya shalat berjamaah,

agar melakukan berjamaah dengan siapa saja

yang memungkinkan. Diperbolehkan bagi

orang yang shalat fardhu bermakmum

kepada orang yang shalat sunah, begitu pula

bagi orang yang shalat sunah bermakmum

kepada orang yang shalat fardhu. Hal itu,

sebagaimana diriwayatkan oleh Jabir ra.

bahwasanya Muadz bin Jabal ra. pernah

melakukan shalat Isya bersama Rasulullah,

lalu dia kembali kepada kaumnya dan shalat

mengimami mereka pada shalat (Isya)

tersebut. (Muttafaq’alaih).

Shalat Qashar

Shalat ini khusus bagi musafir (orang yang

sedang bepergian) saja. Yaitu, menunaikan’ shalat

rubaiyah (shalat empat rakaat) menjadi dua rakaat

saja, dengan membaca pada tiap-tiap rakaat surat al-

Fatihah dan surat lain setelahnya, atau ayat al-Qur’an

yang mudah. Sedangkan pada shalat Maghrib dan
HURTJM THAHARAH DAN SHALAT 33

Subuh, maka keduanya tidak bisa di-qashar

(dipendekkan jumlah rakaatnya).

Yang paling utama bagi musafir adalah

meng-qashar shalatnya. Hal itu, mengingat

Rasulullah saw. tidak pernah melakukan safar

(bepergian) melainkan beliau meng-qashar

shalatnya. Adapun jarak yang dianggap sebagai

safar, adalah jarak yang melebihi 80 kilometer.

Maka, barangsiapa yang bepergian bukan untuk

berbuat maksiat kepada Allah SWT, disunahkan

baginya untuk meng-qashar shalatnya.

Kemudian, waktu qashar dimulai dari ketika

dia meninggalkan daerah tempat tinggalnya dan

berlanjut sampai dia kembali pulang ke daerahnya,

sekalipun sangat panjang masanya. Kecuali, bila dia

berniat menetap di daerah yang ditujunya selama

empat hari atau lebih, maka dia harus

menyempurnakan shalat dan tidak meng-qashar-nya

di daerah tersebut.

Jika seorang muslim melakukan safar, maka

dia bisa meninggalkan semua shalat sunat (nawafil)

selain shalat sunat fajar dan witir, karena sebaiknya

dia tidak meninggalkan kedua shalat sunat tersebut.
HUKUM THAHARAII DAN SHALAT 34

Shalat Jamak

Yaitu, bila seorang musafir melakukan shalat

Dhuhur, dan setelah itu, langsung melakukan shalat

Ashar. Hal itu bisa dilakukan pada waktu shalat

Dhuhur dan shalat yang seperti ini dinamakan

dengan Jamak Taqdim. Atau, dia melaksanakan

kedua shalat tersebut ketika masuk waktu shalat

Ashar, dan yang demikian ini dinamakan dengan

Jamak Ta’khir.

Diperbolehkan pula bagi seorang musafir

untuk menjamak shalat Maghrib dengan shalat Isya

secara Jamak Taqdim bila dilakukan pada waktu

Maghrib, atau secara Jamak Ta’khir bila dilakukan

pada waktu Isya. Semua itu mengacu kepada amalan

Rasulullah saw ketika melakukan safar menuju

Tabuk. (Muttafaq’alaih). Bagi seorang musafir, di

samping menjamak shalat, boleh juga meng-qashar

shalat rubaiyah dengan mengerjakannya menjadi dua

rakaat saja.

Begitu pula, diperbolehkan bagi penduduk

suatu daerah untuk menjamak shalat di dalam mesjid

tanpa meng-qashar-nya pada saat turun hujan lebat,

cuaca dingin, atau bertiup angin kencang, jika

jamaah shalat merasa berat untuk kembali lagi ke

masjid. Rasulullah pernah menjamak antara

shalat Maghrib dan shalat Isya pada malam turun
HUKUM THAILIRAH DAN SHALAT 35

hujan. (HR Bukhari). Sebagaimana diperbolehkan

bagi orang sakit untuk menjamak shalatnya jika dia

merasa berat untuk melaksanakan setiap shalat pada

waktunya.

Shalatnya Orang Sakit

Jika orang yang sakit tidak mampu berdiri,

meskipun dengan bersandar pada sesuatu, maka dia

shalat sambil duduk. Jika ternyata duduk pun dia

tidak mampu, maka sebaiknya shalat dengan

berbaring. Jika itu pun dia tidak mampu maka dia

bisa shalat dengan terlentang sambil mengulurkan

kedua kakinya ke arah kiblat, dan menjadikan

sujudnya lebih rendah daripada ruku’nya. Namun,

jika ruku’ dan sujud pun dia tidak mampu, maka

cukup berisyarat dengan kepalanya saja. Dan, dia

tidak diperbolehkan meninggalkan shalat dalam

kondisi apa pun. Rasulullah bersabda:

“Shalatlah dengan berdiri, jika kamu tidak sanggup

maka dengan duduk, jika kamu tidak sanggup juga

maka shalatlah sambil berbaring, jika 1w pun kamu
HUKUM THAIIARAH DAN SHALAT 36

tidak sanggup maka boleh dengan terlentang. ( HR.

Bukhari).

Shalat Jum’at

Shalat Jum’at adalah wajib, sedang hari

Jum’at merupakan hari yang agung, dia adalah hari

yang paling utama diantara hari-hari dalam

seminggu. Allah SWT. berfirman:

-)5? L•31 “‘4-1-11 ;IJS i ” 411

,•,., .1

” Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru

untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka

bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan

tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih balk

&Tim jika kamu mengetahui.” (QS. al-Jumu’ah:9)

Kekhususan hari Jum’at

Dianjurkan mandi (jinabat) pada hari ini,

memakai pakaian yang bersih, dan menjauhi bau-

bauan yang tidak disukai. Dan, diantara kekhususan

hari ini lainnya, adalah dianjurkan lebih awal

berangkat ke mesjid untuk shalat Jum’at, melakukan

shalat sunat, membaca al-Qur’an. dan berzikir

hingga imam datang.
HUKUM THA HARAH DAN SHALAT

Kemudian, diwajibkan untuk mendengarkan

khutbah dan tidak menyibukkan diri dengan sesuatu

pun. Barangsiapa yang tidak mendengarkan

khutbah, berarti dia berbuat sia-sia, dan barangsiapa

yang berbuat sia-sia, berarti tidak melaksanakan

shalat Jum’at. Juga, diharamkan berbicara di tengah-

tengah khutbah.

Dan, sebaiknya shaf-shaf (barisan)

disempurnakan, jangan sampai terdapat shaf yang

masih kosong. Kemudian, diharamkan bagi orang

yang datang terlambat untuk melangkahi shaf dan

mengganggu orang-orang yang sedang shalat,

kecuali jika di dalam shaf tersebut masih terdapat

tempat yang kosong, maka boleh saja baginya untuk

mengisi atau menyempurnakannya.

Selanjutnya, diantara kekhususan lainnya,

adalah dianjurkan untuk membaca surat al-Kahfi

pada hari ini. Berdasarkan sabda Rasulullah

j “jf j “e

“Barangsiapa yang membaca surat al-Kahfi pada

hari Jum’at, niscaya terpencar baginya cahaya dari

bawah telapak kakinya sampai ke langit… (HR.

Hakim dan Baihaqi).
HUKUM THAIL4RAII DA1V SHALAT 38

Dan, jika imam telah tiba maka tidak boleh

melaksanakan shalat (sunat) selain shalat tahiyatul

mesjid, begitu pula setelah adzan yang kedua

(iqamah, pent.)

Barangsiapa yang masuk (mesjid) di saat

imam sedang berkhutbah maka sebaiknya dia tidak

langsung duduk hingga dia menunaikan shalat

tahiyatul masjid dua rakaat dengan bacaan ringan

(tidak panjang). Hal itu, berdasarkan sabda

Rasulullah

                                                        • • •

C:44Z. ..3;:1 4 ;•. ° S , fL; :11 j ;L:1. IS 1

                                                                                             “Jika seorang dari kalian datang sementara imam

telah keluar (berkhutbah), maka hendaknya dia

shalat dua rakaat (tahiyatul mesjid) dan

memperingan kedua rakaat tersebut.” (HR.

Muslim).

Kemudian, dia tidak perlu memberi salam

kepada seseorang. Akan tetapi, langsung duduk

dengan tenang guna mendengarkan khutbah, dan dia

harus mendengarkan khutbah tersebut meskipun

disampaikan dengan bahasa yang tidak dia pahami.

Barangsiapa yang mendapati satu rakaat dari

shalat Jum’at bersama imam, maka hendaklah dia
HUKUM M AHARAII DAN SHALAT

sempurnakan shalatnya sebagai shalat Jum’at. Hal

ini, mengacu kepada hadis Abu Hurairah ra.:

44-i “.±3;:,f 1di :Tilt :5.:

“Barangsiapa yang mendapatkan satu rakaat dari

shalat Jum’at, berarti dia telah mendapatkan shalat

Jum’at.” (HR. Baihaqi)

Namun, barangsiapa yang mendapati kurang

dari satu rakaat dengan hanya mendapatkan ruku’

yang kedua bersama imam, maka dia telah tertinggal

shalat Jum’at. Karena itu, hendaklah dia masuk

shalat dengan niat shalat Dhuhur. Maka, ketika

imam telah mengucapkan salam, dia harus

menyempurnakan shalatnya sebagai shalat Dhuhur.

Shalat Witir

Shalat witir merupakan sunah yang wajib,

tidak seyogyanya bagi seorang muslim untuk

meninggalkannya dalam kondisi apa pun. Caranya,

adalah melakukan shalat satu rakaat di akhir shalat

malam, dan waktunya setelah shalat Isya hingga

terbitnya fajar. Termasuk sunah bila sebelum shalat

witir ini, terlebih dulu melaksanakan shalat dua

rakaat, atau empat rakaat, atau lebih hingga sampai

sepuluh rakaat; setelah itu, baru melakukan shalat

witir.
HUICUM THAIIARAH DA1V SHALAT 40

Shalat Sunat Fajar

Shalat ini hukumnya sunah muakkadah,

mengingat Rasulullah tidak pernah mening-

galkannya baik ketika dalam safar (perjalanan) atau

pun tidak. Jumlahnya dua rakaat ringan (tidak

panjang), dan waktunya mulai dari terbitnya fajar

hingga shalat Subuh. Barangsiapa yang belum

sempat mengerjakannya sebelum Shalat Subuh,

maka boleh melaksanakannya setelah Subuh, atau

kapan saja dia mengingatnya. Kecuali, jika telah

masuk waktu shalat Dhuhur, maka ketika itulah

waktunya telah habis.

Shalat led (Fitri dan Adha)

Waktu shalat ied dimulai ketika matahari

telah meninggi sekitar satu tombak sampai zawal

(masuk waktu Dhuhur).

Disunahkan untuk sedikit mendahulukan

shalat iedul adha, dan mengakhirkan shalat iedul

fitri. Disunahkan pula memakan beberapa butir

kurma sebelum keluar ke tempat shalat iedul

dan agar tidak memakan terlebih dulu sebelum

melaksanakan shalat iedul adha. Hal itu, berdasarkan

hadis Buraidah ra.:
HUKUM THAFIARAH DA1V SHALAT 41

“Nabi saw tidak keluar pada hari raya iedul fitri

sebelum makan, dan tidak makan pada hari nahar

(10 dzulhijjah) sebelum melaksanakan shalat” (HR.

Ahmad dan yang lainnya).

Begitu pula, disunahkan memakai pakaian

yang terbaik. Adapun bilangan shalat ied adalah dua

rakaat, dan dilaksanakan sebelum khutbah. Di dalam

kedua shalat ied ini, imam mengeraskan bacaannya.

Untuk shalat ini, tidak disyariatkan mengu-

mandangkan adzan dan iqamah. Dimulai dengan

takbiratul ihram, lalu diteruskan dengan bacaan

istiftah, setelahnya melakukan takbir sebanyak enam

kali sambil mengangkat kedua tangan pada masing-

masing takbir. Setelah itu, membaca ta’awudz ,

basmalah, surat al-Fatihah, dan diikuti setelahnya

dengan bacaan surat lainnya.

Di dalam rakaat kedua, melakukan takbir

sebanyak lima kali, selain takbir intiqal

(perpindahan) dari posisi sujud ke posisi berdiri.

Tidak ada shalat sunah sebelum shalat ied

dan setelahnya. Barangsiapa yang tertinggal satu

rakaat shalat bersama imam, maka dia berdiri untuk

menyempurnakan rakaat yang tertinggal setelah
HUKUM THAHARAH DAN SHALAT 42

imam mengucapkan salam. Dan, barangsiapa yang

datang ketika imam sedang berkhutbah, maka

hendaknya dia langsung duduk mendengarkan

khutbah. Setelah imam selesai menyampaikan

khutbahnya, barulah dia mengerjakan shalat ied, dan

boleh dia mengerjakan shalat sendirian atau secara

berjamaah.

Shalat Jenazah

Rasulullah bersabda:

z-,ias i; 12.41

                                                        3 :D6 s ()I1,1;43i -};; .z)11.1,;;

“Barangsia yang mendatangi jenazah hingga

menshalatinya, maka baginya satu qirat, dan

barangsiapa yang mendatanginya hingga ikut serta

menguburkannya, maka bagin.,va dua qirat.” Lalu

ditanyakan, “Apakah dua qirat tersebut?” Beliau

menjawab,”seperti dua gunung yang sangat besar.”

(Muttafaq’alaih).

Disyaratkan pada shalat jenazah ini, untuk

niat (dalam hati), menghadap kiblat, menutup aurat,

dan suci (dari hadas kecil dan besar).

Caranya, adalah imam berdiri tepat pada sisi

dada mayit jika yang mati laki-laki, dan pada badan
HUKUM THAHARAH DAN SHALA T 43

bagian tengahnya jika yang mati perempuan, lalu

para makmum berdiri di belakangnya. Setelah itu,

imam mengucapkan takbiratul ihram, lalu membaca

ta’awudz, basmalah, dan surat al-Fatihah. Kemudian

bertakbir, lalu mengucapkan shalawat kepada Nabi

saw seperti bacaan shalawat pada tasyahud dalam

shalat. Kemudian bertakbir lagi, dan berdoa untuk

mayit. Setelah itu, bertakbir lagi, kemudian berhenti

sejenak, lalu mengucapkan salam sekali ke arah

samping kanan.

Adapun bayi dalam kandungan, jika

mengalami keguguran dan telah sampai pada usia

empat bulan atau lebih, maka dishalati dengan shalat

jenazah. Namun, jika belum sampai empat bulan,

maka cukup dikuburkan saja, tanpa dishalati lagi.
 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Keharaman Zina dan Sebab-Sebabnya

 Keharaman Zina dan Sebab-Sebabnya﴿تحريم الزنا وأسبابه﴾ 

] Indonesia – Indonesian – [ إندونيسي 

Karya: Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi

Terjemah : Muzaffar Sahidu

Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

2010 – 1431

﴿تحريم الزنا وأسبابه﴾ 

« باللغة الإندونيسية »
تأليف: د.أمين بن عبد الله الشقاوي

ترجمة: مظفر شهيد 

مراجعة: أبو زياد إيكو هاريانتو

2010 – 1431

Keharaman Zina dan Sebab-Sebabnya
Segala puji hanya bagi Allah SWT, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW, dan aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi -Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan -Nya Amma Badu: 

Allah SWT berfirman: 

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا * يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا

Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah )membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya). (69)(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina. (QS. Al-Furqon: 68-69)

AllahSWT berfirman: 

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ * فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاء ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

“..dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas”. (QS. Al-Mu’minun: 5-7).

AllahSWT berfirman: 

وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al-Isro’: 32)

Di dalam ayat di atas dijelaskan bahwa di antara sifat-sifat orang-orang mumin adalah tidak mempersekutukan Allah SWT dengan sesuatu apapun, tidak membunuh jiwa yang diharamkan, mereka menjaga kemaluan mereka dari perbautan zina, dan Allah SWT memperingatkan bahwa barangsiapa yang mendatangi perbuatan zina ini maka akibatnya adalah kekal di dalam neraka dengan siksa yang berlipat pedih, selama dia tidak menggantinya dengan keimanan dan amal shaleh serta taubat yang sebenar-benarnya. Allah SWT berfirman: 

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا * يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا * إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا * وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللهِ مَتَابًا

Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya)kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), 

(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang yang bertobat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya. (QS. Al-Furqon: 68-71)

Sesungguhnya zina adalah dosa besar yang terbesar setelah syirik kepada Allah SWT. Allah SWT menyebutnya secara berbarengan dengan prilaku syirik kepada Allah SWT, dan membunuh jiwa manusia, sebab hal zina mengakibatkan hilangnya nasab, pelanggaran terhadap kehormatan, membangkitkan permusuhan dan kebencian di antara manusia, seperti perusakan terhadap istri teman sendiri, atau merusak anak perempuan orang lain, atau saudarinya, inilah yang akan menimbulkan kehancuran bagi alam ini. Oleh karena itulah perbuatan zina yang dilakukan oleh orang telah menikah (Zina muhshan) termasuk salah satu dari tiga orang yang darahnya diharamkan. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Masud bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: Tidak halal darah seorang yang bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah dan aku adalah utusan Allah kecuali dengan tiga sebab: Orang yang telah menikah lalu berbuat zina, membunuh jiwa di balas dengan membunuh jiwa, orang yang meninggalkan agamanya yang meninggalkan jamaah. Dan Nabi Muhammad SAW telah memberikan ancaman kepada pezina dengan mengatakan: Tidaklah beriman seorang pezina pada saat dia berzina.

Di dalam shahih Bukhari pada sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang panjang, di dalam hadits itu disebutkan bahwa Jibril dan Mikail mendatangi Nabi Muhammad SAW dan bersabda: Maka mereka pergi sehingga mendatangi sebuah tungku, diatasnya terdapat lelaki dan wanita yang telanjng, didatangkan api dari arah bawah mereka, apabila nyala api itu mendatangi mereka maka merekapun berteriak. Maka aku bertanya: Siapakah mereka ini wahai Jirbil?. Jibril menjawab: Mereka adalah para wanita dan lelaki penzina.

Oleh karena itulah Nabi Muhammad SAW mengambil baiah dari para shahabat agar mereka tidak melakukan perbuatan zina ini. Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dari Ubadah Al-Shamit bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda dan disekelilingnya berkumpullah para shahabat: Berbaiatlah agar kalian tidak mempersekutukan Allah SWT dengan sesuatu apapun, janganlah kalian mencuri dan janganlah kalian berzina.

Imam Ahmad bin Hambal rahimhullah berkata: Aku tidak mengetahui suatu dosa yang lebih besar setelah membunuh jiwa selain daripada zina. Al-Mundziri rahimhullah berkata; Benar bahwa apabila seorang pecandu khamar meninggal maka dia akan menghadap Allah SWT sama seperti penyembah berhala dan tidak diragukann lagi bahwa perbuatan zina lebih keras dari itu dan lebih besar dari meminum khamar.

Ketika Allah mengharamkan zina maka Dia juga mengharamkan sebab-sebab yang mengarah kepada perbuatan itu, di antara sebab yang paling besar adalah: 

Pertama: Melepaskan pandangan secara bebas. AllahSWT berfirman: 

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ 

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya”, (QS. Al-Nur: 30). Melepaskan pandangan tersebut bisa terjadi di pasar-pasar, tempat-tempat umum, melalui parabola, majalah-majalah porno, televise dan lainnya. 

Kedua: Keluarnya wanita dengan wajah yang terbuka dan berdandan menuju pasar-pasar, terbukannya wajah wanita yang bersolek adalah pintu besar yang mengarahkan seseorang kepada zina. Allah SWT berfirman: 

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى 

“dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliah yang dahulu”. (QS. Al-Ahzab: 33)

Ketiga: Seorang lelaki menemui wanita yang bukan mahrom, dan lelaki yang paling bahaya bagi wanita adalah kerabat suaminya, kerabat kedua orang tuanya, mereka pada umumnya mondar-mandir keluar masuk, bahkan bisa jadi mereka tinggal dalam satu rumah, dan bisa jadi sang wanita tinggal sendirian pada saat salah seorang masuk rumah. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ukbah bin Amir bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, Jauhilah menemui wanita. Seorang lelaki dari Anshor berkata: Wahai Rasulullah: Bagaimana pendapatmu dengan hamuw (ipar) seorang perempuan?. Rasulullah Muhammad SAW bersabda, Ipar itu adalah kematian. Al-Hamuw adalah keluarga suami.

Keempat: Banyak terjadi di negara Islam bahwa mereka hanya menegakkan had (hukuman zina) bagi masyarakat kecil saja, dan meninggalkan aturan pelaksanaan hukum atas mereka yang kuat, inilah sebab yang paling utama bagi tersebarnya zina dan inilah perilaku kaum Bani Isroil. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA berkata: Nabi Muhammad SAW bersabda, Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa karena apabila ada orang mulia dari mereka melakukan pencurian maka mereka tidak menegakkan had dan apabila ada orang lemah yang melakukan pencurian maka mereka menegakkan had atasnya.

Kelima: Menyegerakan pernikahan pemuda dan pemudi yang telah sampai pada usia pernikahan. Jika dia tidak mendapatkan penyaluran yang halal untuk memadamkan gejolak syahwatnya maka dikhawatirkan akan terjebak ke dalam hal yang haram dan menjerumuskannya pada kehinaan di dunia dan kenistaan di akherat. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu Masud bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang memiliki kemampuan maka hendaklah dia menikah, sebab dia lebih bisa menjaga pandangan dan menjaga kemaluan.

Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi di dalam kitab sunannya dari Abi Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, Apabila datang kepada kalian orang yang kalian sukai agama dan akhlaknya untuk meminang maka nikahkanlah dia, sebab jika tidak dilakukan maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar.

Keenam: Menyebarnya fasilitas hidup yang melalaikan dan merusak di dalam rumah. Nyanyian adalah jalan menuju perzinahan, film-film porno yang menceritakan tentang percintaan antara seorang wanita dangan pria, semua itu bisa membawa kepada perbuatan zina. Allah SWT berfirman: 

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui. (QS. Al-Nur: 19)

Ketujuh; Adanya penyimpangan perilaku pada sebagian lelaki, dan mereka berkhianat terhadap istri-istri mereka dengan menggauli wanita-wanita asing bukan dengan jalan yang syari. Hal ini akan menyebabkan sang wanita membalas berselingkuh seperti apa yang telah dilakukan oleh suami terhadap dirinya. Sorang penyair berkata:

Wahai orang yang menghancurkan istri-istri orang lain dan sumber

Segala jalan menuju kerusakan, sungguh engkau hidup terhina

Barangsiapa yang berzina pada suatu kaum dengan dua ribu dirham

Maka orang akan berzina pada keluarganya dengan seperempat dirham

Sesungguhnya zina itu adalah suatu hutang yang apabila kalian pinjam

Maka pengembalianmu akan terjadi pada keluargamu, sadarilah hal itu!

Suami yang fasik inilah yang telah membuat contoh kurang baik di dalam keluarganya, dan barangsiapa yang memberikan contoh kurang baik di dalam Islam maka dia akan mendapat balasan atas dosa-dosanya, dan dosa orang yang mengerjakannya setelah dirinya sampai pada hari kiamat, sebagaimana hal itu disebutkan di dalam hadits shahih dari Nabi Muhammad SAW

Perhatian: Pada saat ini tersebar handphone yang dilengkapi dengan kamera, dan banyak kerusakan yang telah diakibatkannya, banyak wanita yang terhormat dan terjaga difoto dengan handphone tersebut, sudah banyak kehormatan orang lain diterjang dengan sebab handphone tersebut, banyak rumah tangga yang terkoyak, keluarga yang tercerai berai, benda tersebut dapat mendatangkan bencana. Maka harus orang yang beriman harus memperingatkan keluarganya dari bencana ini. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Masud RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang amir adalah pemimpin atas masyarakat dan akan ditanya oleh Allah SWT tentang kepemimpinannya, seorang suami adalah pemimpin di dalam rumah tangganya dan akan ditanya tentang mereka.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Adam di ciptakan

Adam di ciptakan dari tanah
Di katakana oleh imam Ats-Tsa’labi:

         Ketika Allah hendak menciptakan Adam dari tanah, terlebih dahulu Allah mengabarkan kepada bumi: “Hai bumi, Aku akan ciptakan manusia dari saripatimu. Sebagian meraka ada yang taat kepada-Ku dan sebagian lainnya durhaka kepada-Ku. Siapa yang taat kepada-Ku maka akan Aku masukkan dia kedalam sorga-Ku, dan siapa yang durhaka kepada-Ku akan Aku masukkan dia kedalam neraka-Ku” ([1]). 
          Kemudian Allah mengutus kepada Jibril untuk turun ke bumi mengambil segenggam tanah. Ketika Jibril hendak mengambil sebagian tanah itu, bumi menolak dan bersumpah: ”Demi Allah, aku berlindung kepada-Mu dari utusan-Mu, agar Engkau tidak mengambil sebagian dari kami jika nantinya akan menjadi penghuni neraka”. Karena sumpah itu, akhirnya Jibril batal mengambil tanah itu dan melaporkan kejadiannya kepada Allah swt. ([2]).
Kemudian Allah menyuruh Mikail untuk mengambilnya. Bumi bersumpah lagi dan malaikat Mikailpun batal mengambil tanah itu.
Kemudian Allah menyuruh Malikat Izroil. Ketika Izroil turun ke bumi, ia langsung memukul bumi dengan sebilah pedangnya dan bumipun bergetar ketakutan, lantas malaikat Izroil mencabutnya dengan paksa. Tanah yang diambil oleh malaikat Izroil berasal dari tanah yang beragam dan di ambil satu genggam:

a) Tinggi rendahnya, mulai dari tanah dataran tinggi dan rendah, 

b) Sifatnya, dari tanah liat dan gembur, 

c) Warnanya, ada yang hitam dan putih, merah dll.

d) Penjurunya, ada yang dari bumi paling barat, bumi paling timur, utara dan selatan ([3]).   
في الحديث الذي رواه الترمذي “أن الله خلق آدم من قبضة قبضها من جميع الأرض فجاء بنو آدم على مثل ذلك، منهم الطيب والخبيث والسهل والحزن وغير ذلك”

Dalam hadis riwayat Tirmidzi: Nabi saw bersabda:

 “Sesungguhnya Allah menciptakan Adam as dari segenggam tanah yang diambil dari seluruh bagian bumi, maka anak cucu Adampun seperti itu, sebagian ada yang baik dan buruk, ada yang mudah (lembut) dan kasar dan sebagainya.”
          Tanah itu lantas di bawa menghadap Allah. Lalu Allah berfirman kepada Izroil: “Mengapa engkau tidak mengikuti perintah dan sumpahnya (bumi) ?. Jawab Izroil: ”Perintah-Mu lebih aku ikuti dan aku takuti daripada sumpahnya”. Kemudian Allah berfirman: “Mulai saat ini engkaulah malaikat pencabut nyawa (malakul maut)” ([4]).
          Ketika Izroil mengambil paksa (mencabut) sebagian dari bumi, bumipun menangis merasa kehilangan ([5]). Kemudian Allah berfirman kepada bumi: “Sesungguhnya kelak akan Aku kembalikan kepadamu apa yang Aku ambil darimu itu”. ([6])
          Kemudian Allah menyuruh Izroil membawa tanah itu ke sorga agar di serahkan kepada malaikat Ridwan (penjaga sorga), kecuali tanah warna putih. Untuk tanah putih ini Allah menyuruh kepada malaikat Jibril yang menyerahkannya kepada malaikat Ridwan. Dari tanah putih ini Allah ciptakan para Nabi. Lantas Allah menyuruh malaikat Ridwan untuk mencampur tanah itu dengan air Tasnim ([7]), sampai jadilah sebuah cairan tanah yang sangat besar. 

Proses pembentukan Adam
         Setelah tanah tadi menjadi cairan, kemudian malaikat Jibril di perintah oleh Allah agar cairan itu didiamkan melalui tiga tahap:
Pertama di diamkan selama 40 tahun sampai akhirnya menjadi tanah liat (Thin laazib). Inilah yang Allah sebutkan dalam QS. As-Shaffat:11.
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat”.
Kedua di diamkan lagi selama 40 tahun sampai menjadi tanah kering yang berbentuk manusia (Shalshal). Ini yang Allah sebutkan dalam QS. Al-Hijr:28.
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”.
Ketiga di diamkan kembali selama 40 tahun ([8]) dalam posisi telentang di jalanan tempat lalu-lalangnya para malaikat naik dan turun dari langit ke bumi. 
Menurut Ibnu Abbas: Pada suatu ketika, Iblis melewati tanah berbentuk nabi Adam itu, tiba-tiba iblis menampar perut nabi Adam hingga membekas ([9]). Sampai akhirnya jadilah wujud Nabi Adam dengan sempurna, tinggi 60 dzira’ ([10]) dan lengkap dengan anggota tubuhnya namun belum di beri ruh.

Menurut Imam Ats-Tsa’labi: Selama dalam tahapan ketiga Allah menghujaninya dengan dua macam hujan: selama 40 tahun berupa hujan kesedihan dan satu tahun berupa hujan kesenangan ([11]). 
Menurut Abu Musa Al-Asy’ari: Ketika Allah menciptakan qubul ([12]) nabi Adam, Allah berfirman: “Sesungguhnya ini adalah amanat-Ku pada dirimu. Jangan sekali-kali engkau tempatkan ini kecuali pada haqnya”.                  

Proses Peniupan Ruh
Setelah jasad nabi Adam sempurna, maka Allah meniupkan ruh kepadanya. Seperti tersebut dalam QS. Al-Hijr:28.

 “Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”. 
         Berkata Imam “Azizi: Ruh pertama kali di tiupkan ke tubuh nabi Adam pada hari Jum’at siang. Ruh di tiupkan ke tubuh nabi Adam melalui kepala, yakni ubun-ubun / otak. Dalam suatu riwayat: Allah mewahyukan kepada ruh agar masuk ke tubuh nabi Adam melalui kepala namun menolaknya. Akhirnya Allah memaksanya dan akhirnya ruhpun masuk dengan terpaksa. Kemudian Allah berfirman kepada ruh: “Seandainya engkau masuk dengan mudah niscaya engkau akan keluar dengan mudah (tanpa di cabut), maka masuklah dengan terpaksa dan keluarlah dengan terpaksa ” ([13]).
Di ubun-ubun / otak ruh berputar-putar selama 100 tahun didalamnya ([14]). Kemudian turun ke kedua mata, nabi Adampun langsung bisa melihat. Lalu ruh turun ke rongga hidung dan nabi Adam langsung dapat mencium udara dan langsung bersin. Lantas turun ke mulut dan lidah. Saat itu pula Allah mewahyukan kepada nabi Adam doa pujian dan nabi Adam langsung mengucapkan:

“Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin” (segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam). Kemudian Allah menjawabnya:

“Yarhamuka robbuka ya Adam, haadzaa laka wadzurriyyatika” (semoga Tuhanmu merahmatimu wahai Adam, ini buatmu dan anak cucumu) ([15]).

         Kemudian ruh turun ke dada. Dalam satu riwayat: Ketika ruh masuk ke bagian tubuh, lantas nabi Adam dapat menyaksikan langsung perubahan tubuhnya sendiri yang semula berupa tanah tiba-tiba berubah dengan sendirinya menjadi daging lengkap dengan kulit, tulang, otot, urat dan darah. Kemudian ruh turun lagi ke lutut, dan seketika itu nabi Adam bernafsu dan buru-buru hendak berdiri dan berjalan, namun dia tidak kuasa ([16]). Ketika ruh sudah sampai ke seluruh jasad, maka jadilah manusia sempurna dan langsung berdiri serta bergerak meliuk-liukkan badannya.
Berkata Al-Hafidz Ismail As-Suda: Dalam sehari-semalam (24 jam) nabi Adam bernafas sebanyak 30.000 kali, atau 1292 kali setiap satu jamnya.

Nabi Adam di ajari nama-nama benda
           Setelah nabi Adam menjadi manusia sempurna, lalu Allah memberinya pakaian dan mahkota dari sorga ([17]). Lantas dari kening nabi Adam memancarkan cahaya bagaikan cahaya matahari, itulah Nur Muhammad. Kemudian Allah mengutus seorang malaikat untuk membawa nabi Adam berkeliling tujuh langit selama kurang lebih 100 tahun. Selama perjalanan itu nabi Adam melihat berbagai keajaiban kebesaran ciptaan Allah swt.

Kemudian Allah mengajari nabi Adam nama-nama benda. Pada hari Jum’at setelah matahari tergelincir, mula-mula nabi Adam naik ke atas mimbar. Lantas Allah panggil seluruh malaikat untuk hadir pada saat itu. Nabi Adam menyalami para malaikat: “Assalaamu ‘alaikum yaa malaaikata robbii warohmatulloohi wabarokaatuh (Keselamatan semoga menyertaimu wahai malaikat Tuhanku juga rahmat Allah dan keberkahan-Nya”).

Di jawab oleh para malaikat: “Wa’alaikassalaam yaa shofwatalloohi warohmatulloohi wabarokaatuh” ( Keselamatan juga semoga menyertaimu wahai Pencerah Allah juga rahmat Allah dan keberkahan-Nya”.   

Lalu Allah berfirman: “Wahai Adam, inilah penghormatan bagimu dan anak cucumu sampai kiamat”. ([18])
       Dalam pidato / khutbahnya di atas mimbar nabi Adam mengawalinya dengan membaca hamdalah “Alhamdu lillah” ([19]).

Kemudian Allah mengajarkan nama-nama benda kepada nabi Adam, lantas benda-benada itu di kemukakan kepada para malaikat dan Allah menyuruh mereka menyebutkan nama-nama benda itu: “Sebutkanlah kepada-Ku nama-nama benda itu jika kamu termasuk orang-orang yang benar!” QS.Al-Baqarah:31.   
Para malaikat tidak sanggup menyebutkannya dan berkata: “Maha suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami”. QS. Al-Baqarah:32.
         Kemudian Allah menyuruh nabi Adam untuk menyebutkan nama –nama itu: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Aku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”. QS. Al-Baqarah:33.
        Kemudian Allah menuyuruh para malaikat sujud penghormatan terhadap nabi Adam, dan merekapun sujud, kecuali iblis. Sujud di sini adalah sujud penghormatan, seperti di sebutkan dalam surat Al-Kahfi ayat 50. Malaikat yang pertama kali sujud ialah Jibril, Mikail, Israfil, Izrail lalu malaikat Muqarrabin.

Iblis
        Mula-mula iblis adalah seorang pembesar dari golongan malaikat yang sangat taat kepada Allah, namanya Azazil ([20]). Setiap kali ia singgah di suatu tempat, baik di bumi ataupun langit, tak pernah ia tinggalkan shalat dua rakaat sebagai bentuk rasa syukurnya kepada Allah. Tetapi karena kesombongannya Allah menghukumnya menjadi iblis, artinya seorang yang terputus dari rahmat Allah / tidak memiliki kebaikan sama sekali.
Allah berfirman kepada iblis:

Allah berfirman: “Hai iblis, Apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?”.

Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”. QS. Shad: 75-76.
         Iblis juga berkata kepada Allah: “Aku lebih mulia dari Adam, sudah lama aku menyembah-Mu sebelum Engkau ciptakan Adam”. 

Jawab Allah: “Sesungguhnya kamu telah terlanjur durhaka kepada-Ku. Ibadahmu tidak akan bermanfaat bagimu. Keluarlah kamu dan pengikut-pengikutmu dari rahmat-Ku dengan tercela dan terusir”. Lantas pada saat itu pula Azazil berubah menjadi setan yang terkutuk.
Setelah di vonis sebagai makhluk terkutuk, iblis mengajukan permintaan kepada Allah, antara lain:

1. Supaya umurnya dan anak cucunya di perpanjang sampai hari kiamat dan permintaannya di kabulkan oleh Allah.

“Iiblis berkata: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu Termasuk mereka yang diberi tangguh.”. QS. Al-A’raf: 14-15.
2. Supaya di beri kesempatan untuk menyesatkan manusia dan di kabulkan pula oleh Allah.

“Iblis berkata: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). QS. Al-A’raf:16-17.

 Penciptaan Siti Hawa
         Seusai khutbah nabi Adam turun dari mimbar dan duduk di sekeliling para malaikat. Kemudian ia di tidurkan oleh Allah. Dalam tidurnya nabi Adam bermimpi bertemu seorang wanita cantik, yaitu Siti Hawa (saat itu belum di ciptakan) dan nabi Adam tertarik tertarik terhadapnya. 

Kemudian Allah keluarkan / lahirkan Siti Hawa dari tulang rusuk nabi Adam sebelah kiri. Begitulah Allah menciptakan Siti Hawa.

Keadaan Siti Hawa ketika lahir:

– Adalah wanita berwajah cantik yang kecantikannya melebihi bidadari. Tiada satupun wanita dari keturunannya hingga kiamat kelak yang menandingi kecantikannya.

– Tinggi badannya setinggi nabi Adam.

– Rambut kepalanya terdapat 300 kepang / kuncir.

– Mengenakan pakaian dan perhiasan sorga.
Dalam satu keterangan disebutkan: Bahwa nabi Adam memiliki wajah lebih tampan di banding Siti Hawa. Tetapi Siti Hawa memiliki sifat penyayang dan lemah-lembut melebihi nabi Adam ([21]).

Nabi Adam menikah dengan Siti Hawa
        Ketika nabi Adam terbangun dari tidurnya, ia kaget setelah melihat wanita yang di lihatnya dalam mimpi itu sudah berada di sampingnya. Nabi Adam kagum dengan kecantikannya dan langsung hendak menyentuhnya ([22]) namun di larang oleh Allah sebelum mengeluarkan maskawinnya. Nabi Adam menanyakan kepada Allah berupa apakah maharnya itu. Allah berfirman: “ Maharmu, “Jangan kamu dekati satu pohon dan jangan kamu makan buahnya”. ([23])-([24]).

Dalam riwayat lain Allah menyuruh membayar maskawinnya berupa “Bershalawat kepada Muhammad”. Nabi Adam menanyakan, siapa Muhammad itu? Jawab Allah: “Ialah seorang Nabi terakhir dari keturunanmu. Seandainya tidak ada dia, niscaya tidak Aku ciptakan seluruh makhluk-Ku ini”.  
         Kemudian Allah menumbuhkan bibit keturunan (embrio) dari punggung nabi Adam bagaikan biji-bian yang sangat banyak dan beragam, terdiri dari laki-laki dan perempuan, hitam dan putih. Kemudian Allah turunkan Nur Muhammad pada benih-benih itu. Benih-benih yang terkena Nur Muhammad maka kelak akan lahir menjadi orang beriman, sedangkan benih yang tidak terkena Nur Muhammad kelak lahir menjadi kafir ([25]).
Kemudian Allah nikahkan nabi Adam dengan Siti Hawa pada saat itu, yaitu hari Jum’at setelah matahari tergelincir. ([26]).

Nabi Adam dan Siti Hawa tinggal di sorga
         Setelah nabi Adam dan Siti Hawa resmi menjadi pasangan suami istri, Allah menyuruh malaikat membawa mereka ke sorga untuk berbulan madu. Allah perintahkan malaikat Ridwan menyiapkan istana lengkap dengan para wildan ([27]) dan bidadarinya. Buat keduanya di sediakan kendaraan sorga, buat nabi Adam seekor kuda dari misik, namanya “Maimun”. Sedang buat Siti Hawa di sediakan seekor “Unta” yang keduanya memilki kecepatan sekejap mata, atau sebanding Buraq ([28]).
         Kemudian nabi Adam dan Siti Hawa menaiki kendaraannya dengan di kawal oleh malaikat Jibril, Mikail dan Israfil mengelilingi tujuh sorga dan di perlihatkan tempat / hunian para Nabi. Selama perjalanannya nabi menyalami setiap malaikat yang di lewatinya dan mereka para malaikat berkata: “Tiada makhluk Allah yang mendapat kemuliaan semulia Adam dan Hawa”.  
         Sesampainya di depan pintu sorga Firdaus, nabi Adam dan Siti Hawa di suruh berhenti dan turun dari kendaraannya oleh malaikat pengawalnya. Allah mewahyukan kepada nabi Adam: “Inilah sorga-Ku dan kampong kemuliaan-Ku, silahkan kalian berdua masuk dan nikmatilah keni’matan di dalamnya”. 
Allah berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini ([29]) yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang dzalim”. QS. Al-Baqarag:35.
Di antara keni’matan yang tersedia di dalam sorga Firdaus antara lain:

– Sebuah tempat tidur berkubah, terbuat dari intan dan mutiara. Memiliki 700 tiang penyangga dari yaqut merah. Di atasnya terdapat kasur dari Sundus warna hijau. Setiap kali nabi Adam dan Siti Hawa berhubungan, secara perlahan-lahan tempat tidur itu tertutupi oleh tirai dengan sendirinya.

– Kemanapun Siti Hawa pergi di dalam istana selalu di ikuti bidadari yang tak terhitung jumlahnya.

– Tersedia taman dan kebun buah-buahan yang beraneka macam dan sungai-sungai khamr yang mengalir di bawahnya.
Makanan sorga yang pertama di makan oleh nabi Adam ialah makanan yang terbuat dari tepung pohon kurma. Menurut Ibnu Abbas ialah anggur, sedang menurut An-Naisaburi ialah hati ikan.

Upaya iblis menyesatkan Nabi Adam dan Siti Hawa
         Setelah iblis mengetahui bahwa nabi Adam dan Siti Hawa berada di sorga dan di larang mendekati salah satu pohon, maka iblis berencana bagaimana supaya ia bisa masuk dan menyesatkan nabi Adam dan Hawa.

         Karena iblis tak dapat masuk, maka iapun mencari bantuan supaya bisa masuk. Iapun rela menunggu di depan pintu sorga kurang lebih 300 tahun ([30]). Tiba-tiba datanglah seekor burung merak (Thawus) yang sangat indah, ialah pemimpin burung sorga. Tanya iblis: “Dari mana asalmu hai burung yang di berkahi?”. 

Jawab burung: “Dari taman tempat tinggal Adam dan Hawa”. 

Iblis berkata: “Aku adalah seorang penasehat([31]), bisakah engkau menolongku bagaimana supaya aku bisa masuk ke taman Adam, tetapi secara sembunyi-sembunyi?”.   

Jawab burung: “Untuk hal itu aku tidak dapat menolongmu, tapi aku bisa mempertemukan anda denga ular (Al-Hayyat) yang bisa membawa anda masuk”. Lalu burung menemui ular dan mengajaknya menemui iblis. 

Kepada ular iblis berkata: “Aku adalah seorang penasehat, bisakah engkau membawaku masuk ke taman Adam dengan sembunyi-sembunyi ?”. Kata iblis lagi: “Bukalah mulutmu, aku akan masuk ke dalam perutmu dan nanti engkau muntahkan aku di dekat pohon itu ([32]). Di dalam perut ular iblis bersembunyi di bagian ekornya. Akhirnya iblispun sampai ke dalam taman nabi Adam atas pertolongan ular dan di krluarkan di dekat pohon tersebut.
         Kemudian iblis cari siasat bagaimana agar nabi Adam dan Hawa mau keluar dari dalam istananya. Dengan akal jahat dan liciknya, lalu iblis meniupkan seruling dengan suara yang sangat merdu sampai akhirnya nabi Adam dan Hawapun keluar untuk mendengarkan merdunya seruling iblis itu. Lantas iblis berkata: “Wahai Adam, mendekatlah kemari !”. Jawab nabi Adam: “Aku di larang mendekati pohon itu”. Lantas iblis berkata lagi: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi Malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”. QS. Al-A’raf:20. 
         Iblis juga bersumpah: “Demi Allah! Siapa yang makan buah dari pohon ini untuk selamanya ia tidak akan pikun dan beruban dan akan kekal di dalam sorga”. Nabi Adam mengira kalau iblis adalah seorang penasehat yang jujur. Dan akhirnya nabi Adam dan Hawa tergelincir dengan rayuan iblis dan tertarik untuk makan buah tersebut.

         Di karenakan Siti Hawa ingin sekali bisa hidup kekal di sorga, maka dia bernafsu untuk makan lebih dulu ([33]). Ketika nabi Adam melihat istrinya setelah makan tidak ada pengaruh apapun, maka nabi Adampun akhirnya ikut makan. 
        Tatkala buah itu sampai di dalam perut nabi Adam, tiba-tiba mahkota dan pakaian yang di kenakan terbang entah kemana. Sehingga nabi Adam tak mengenakan pakaian, begitu pula Siti Hawa. Kemudian keduanya berlarian mencari daun buat menutup auratnya dan akhirnya mendapatkannya. Dalam satu keterangan, daun itu ialah daun pohon At-Tin, sehingga Allah muliakan pohon At-Tin buahnya menjadi manis. 
ِAllah berfirman dalam QS. Thaha ayat 120-121:

“Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?. Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia”. ([34]).
Tatkala nabi Adam makan buah itu, maka Allah menyuruh malaikat Jibril memegang ubun-ubunnya dan mengeluarkan mereka berdua dari sorga ([35]).

Nabi Adam dan Hawa di turunkan dari Sorga ke bumi
         Atas perintah Allah, malaikat Jibril membawa keduanya turun ke bumi ([36]). Allah berfirman: “Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu ([37]) dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.” QS. Al-Baqarah:36.
        Nabi Adam dan Siti hawa di turunkan ke bumi pada hari Jum’at saat matahari terbenam, dan mereka terpisah. Nabi Adam di turunkan di daerah pegunungan di India, namanya pegunungan “Rahun” ([38]) dan Siti Hawa di bumi pinggiran laut merah, Jeddah. Sedangkan iblis di usir ke bumi Bashrah, Iraq. 

      Selain nabi Adam dan Siti Hawa serta iblis, Allah juga mengusir makhluk lainnya yang ikut membantu hingga nabi Adam makan buah terlarang itu ([39]), yaitu:

1. Thawus (burung merak) di bumi daerah Babilonia, riwayat lain menyebutkan bumi Anthakiyah.

2. Seekor ular ([40]) di bumi daerah Ashbihan.  
Tatkala nabi Adam di turunkan ke bumi, Allah langsung membuatnya tertidur. Lalu tertidur pula seluruh makhluk bernyawa di muka bumi, seperti burung dan hewan lainnya sampai bangun di esok harinya ([41]). Ketika nabi Adam terbangun di pagi hari sabtunya, dia heran setelah melihat matahari yang menerangi bumi.

Keluhan-keluhan nabi Adam di muka bumi
         Ketika matahari berada di atas nabi Adam mengeluh atas teriknya matahari, sedangkan saat itu ia tidak mengenakan pakaian. Lantas datang malaikat Jibril dan mengusap kepala nabi Adam sampai hilang rasa panasnya. 

Dalam satu riwayat: Ketika rambut dan kuku kepala nabi Adam memanjang dating pula malaikat Jibril lalu memotongnya dan menguburnya di bumi. Kemudian dari rambut itu Allah tumbuhkan menjadi korma ([42]).

          Di katakana oleh Ibnu Abbas: “Karena kesalahannya melanggar larangan Allah, akhirnya nabi Adam menyesali perbuatannya dan malu kepada Allah dengan tidak menengadahkan kepalanya ke langit selama 300 tahun dan menangis selama 200 tahun sehingga air matanya mengalir di bumi. Dari air mata nabi Adam itu Allah jadikan minuman bagi burung-burung dan binatang lainnya. Dan dari air mata itu pula Allah tumbuhkan rumput-rumput.   

         Suatu ketika nabi Adam mengeluh kepada malaikat Jibril terhadap dirinya yang telanjang serta beratnya menahan teriknya matahari. Kemudian Jibril memberinya seekor domba dari sorga dan menyuruhnya memotong bulu domba itu. Kemudian Jibril membawa bulu itu dan di serahkan kepada Siti Hawa di Jeddah agar di buatkan selimut. Kemudian Siti Hawa di ajari oleh Jibril cara membuatnya, sampai akhirnya jadilah selimut kasar. Kemudian selimut itu di bawa oleh Jibril dan di serahkan kepada nabi Adam untuk menutupi tubuhnya, tetapi nabi Adam tidak di beri tahu bahwa selimut itu hasil sulaman Siti Hawa.

Kesabaran nabi Adam
          Suatu hari nabi Adam mengadu kepada jibril: “Ya Jibril, perutku lapar!”. Jawab Jibril: “Kamu harus menanam gandum terlebih dahulu”. Kemudian Jibril memberinya dua ekor sapi warna hitam dan merah yang di ambil dari sorga, dan di beri juga segenggam gandum. Lalu nabi Adam di ajari bagaimana cara menggarap tanah dan cara menanam gandum.  
         Tatkala nabi Adam sedang menggarap sawah dengan dua ekor sapinya, tiba-tiba sapinya mogok dan tidak mau berjalan. Lalu di pukullah sapi itu supaya jalan , tetapi tidak jalan juga malah berkata:

“Hai Adam, engkau pukul kami karena menolak perintahmu, sementara ketika engkau melanggar perintah Allah, Dia tetap sayang dan tidak memukulmu”. Nabi Adam menangis mendengar celaan sapi itu dan mengadu kepada Allah: ”Ya Tuhanku, seluruh makhluk sampai binatang ternak mencelaku”?. Kemudian Allah menyuruh Jibril mengusap mulut kedua sapi itu sampai akhirnya ia tidak dapat berbicara ([43]). 

         Setelah tanah itu siap di tanami, mulailah nabi Adam menanam gandum. Setelah di tanam, gandum langsung tumbuh dan berbuah serta menguning siap di panen pada hari itu pula. Kemudian Jibril mengajarinya bagaimana cara memetiknya.

        Setelah gandum di penen, nabi Adam bertanya: “Ya Jibril, saya lapar! Bolehkah aku makan?”. Kata Jibril: Sabar dulu, gandum ini harus di kupas dan di buat tepung”. Jibrilpun mengajarinya cara mengupas dan mengolah sampai jadi tepung. 

        Setelah jadi tepung, nabi Adam bertanya: “Ya Jibril, aku lapar! bolehkah aku makan?”. Kata Jibril: “Sabar dulu!, tepung ini harus di olah sampai menjadi roti!”. Lantas nabi Adam di ajarai oleh Jibril bagaimana cara membuat roti dengan kembang api neraka ([44]).  

        Setelah jadi roti dan siap di makan, nabi Adam bertanya: “Ya Jibril, aku lapar! bolehkah aku makan !”. Jawab Jibril: “Sabar dulu, tunggu sampai terbenam matahari supaya puasamu sempurna” ([45]). 

        Tatkala tiba saatnya waktu maghrib / matahari terbenam (berbuka), nabi Adam tak sabar lagi dan langsung menjulurkan tangannya untuk mengambil sepotong roti yang tersaji di hadapannya. Tetapi tiba-tiba roti itu terbang hingga akhirnya jatuh di atas gunung dan di kejar pula oleh nabi Adam sampai dapat. Kemudian Jibril berkata:”Hai Adam!, seandainya engkau sabar, niscaya roti itu akan mendatangimu tanpa engakau harus berdiri dari tempat dudukmu”.  

         Dalam satu riwayat: Setelah nabi Adam kenyang menyantap roti, maka dia menyisihkan sebagian buat persediaan hari besoknya. Jibril berkata: “Hai Adam!, di sebabkan engkau menyisihkan sebagaian roti buat hari esokmu, maka kelak anak cucumu akan melakukan sebagaimana yang engkau lakukan itu” ([46]). 

         Dalam satu keterangan: Suatu ketika nabi Adam mengadu kepada Jibril bahwa perutnya terasa sakit karena kekenyangan setelah makan roti dan minum. Lalu Jibril melobangi sedikit tubuh bagian bawahnya ([47]), maka seketika itu nabi Adam mengeluarkan kotorannya (berak dan kencing) hingga perut terasa lega. 
        Berkata Ibnu Abbas: “Bahwa nabi Adam lupa terhadap istrinya di saat sedang lapar, tetapi selalu teringat kepadanya di saat perutbta terasa kenyang. Maka bertanya nabi Adam kepada Jibril: “Ya Jibril!, Tadi malam saya mimpi bertemu istriku, bagaimana keadaannya sekarang, masih hidupkah atau sudah meninggal dunia?”.

Jawab Jibril: “Istrimu masih hidup dan kondisinya baik-baik saja. Sekarang ada di pinggiran pantai di Jeddah dan buat makannya ia mencari ikan di pantai”. 

                                                                                                                                                         

Perkembangan iblis di muka bumi
       Tentang perkembangan iblis di bumi, ada beberapa pendapat:

1. Berkata Ibnu Abbas: “Tatkala iblis di turunkan ke bumi, ia kawin dengan dirinya sendiri, sampai akhirnya mengeluarkan 4 butir telor. Kemudian iblis menempatkan telor-telor itu pada empat penjuru bumi, yakni: barat, timur, utara dan selatan. Lalu masing-masing telor menetas dan terus berkembang, sehingga pada tiap manusia di manapun berada pasti di ikuti oleh setan”.

2. Berkata Mujahid: “Bahwa iblis itu kawin dengan ular ketika ia masuk ke dalam perut ular di sorga. Kemudian, ketika di turunkan ke bumi maka ia mengeluarkan 4 butir telor, dan akhirnya berkembang hingga sekarang”.

3. Menurut Ahli ilmu lainnya: “ Iblis di ciptakan oleh Allah, paha sebelah kanan berkelamin laki-laki dan paha kiri berkelamin perempuan. Kemudian keduanya kawin, dan hasil dari perkawinannya ia (iblis) bertelor setiap harinya 10 butir, dan dari setiap butirnya menetaskan 70 setan / iblis )[48]).

Di terimanya taubat nabi Adam
        Berkata Ibnu Abbas: Ketika telah selesai waktu ujian Allah kepada nabi Adam, maka diapun bertaubat dan mohon ampun kepada Allah swt dan taubatnya di terima, seperti di sebutkan dalam QS: Al-Baqarah:37:

“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”.
        Menurut sebagian ahli tafsir, bahwa yang di maksud dengan beberapa kalimat dari Tuhannya adalah berupa kata-kata untuk bertaubat. Sedang menurut sebagian ulama’ ialah: Bahwa Allah mengilhamkan kepada nabi Adam doa:

”Robbanaa dzolamnaa anfusanaa wa illamtaghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minalkhoosiriin”. (“Ya Tuhan Kami, Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami, niscaya pastilah Kami Termasuk orang-orang yang merugi”), seperti di sebutkan dalam QS: Al-A’raf:23.

       Berkata Ats-Tsa’labi: Ketika nabi Adam bertaubat dan mohon ampun, maka Allah akan menerima taubatnya setelah dia meninggalkan tanah India menuju Mekah dan berthawaf (mengelilingi Baitullah). Kemudian Allah mengutus malaikat untuk menunjukkan jalan menuju Mekah, dan Allah memberinya sebatang tongkat dari pohon As ([49]). Siang dan malam nabi Adam mengarungi luasnya gurun pasir dan panasnya tanah bebatuan. Menurut keterangan: bahwa tiap-tiap daerah yang di lewati oleh nabi Adam, akhirnya Allah jadikan negeri.

        Sesampainya di Mekah, nabi Adam mengelilingi Baitullah sebanyak tujuh kali putaran dengan tidak menutup kepala dan tidak pula mengenakan baju ([50]). Selesai melakukan thawaf, maka di terimalah taubat nabi Adam dan di ampuni dosa-dosanya ([51]).

Pertemuan antara nabi Adam dengan istrinya (Siti Hawa)
Setelah di terima taubatnya, nabi Adam di perintah oleh Allah menuju Jabal Rahmah (bukit Rahmah) Padang ‘Arafah, kemudian keduanya bertemu dan berdiam ([52]) di atas bukit. Karena lamanya perpisahan ([53]), maka mereka saling berkenalan (ta’afuf), sehingga tempat itu di namakan Padang ‘Arafah. Setelah berkumpul, keduanya menangis merasa bersalah dan teringat akan keni’matan sorga hingga air matanya menetes ke bumi. Dari air matanya kemudian Allah tumbuhkan umbi-umbian seperti kacang dll ([54]).

          Tidak lama nabi Adam dan istrinya berada di Mekah, lantas merekapun pergi meninggalkan Mekah menuju bumi tempat tinggal nabi Adam, yaitu India. Nabi Adam menjalani hidup di muka bumi ini dengan di bekali beberapa pasang hewan (jantan dan betina), seperti di sebutkan dalam QS. Al-An’am: 143:
“(yaitu) delapan binatang yang berpasangan ([55]), sepasang domba, sepasang dari kambing. Katakanlah: “Apakah dua yang jantan yang diharamkan Allah ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya?”
Kemudian mereka berdua memulai hidup barunya dengan mendirikan rumah. Lalu nabi Adam menggali sumur untuk memenuhi kebutuhan minum dan sebagainya. Untuk mengisi kegiatan sehari-harinya mereka merawat ternak yang di bekali oleh Allah serta menanam pepohonan.

Bersambung…..

Subhaanallooh!!. 
Ternyata ni’mat hidup yang kita jalani selama ini adalah berkat warisan dari Nabi Adam as. Mungkin selama ini kita melalaikan jasa-jasanya, tidak ada tersirat sedikitpun rasa terima kasih kepada nabi Adam, bahkan mungkin membaca kisah perjalanan hidupnyapun terasa enggan. Kita perlu berterima kasih kepadanya, semoga apa yang telah dilakukan olehnya untuk kita ini membawa rahmat buatnya. aamiin.
Nabi saw bersabda: ”

“Siapa yang tidak berterima kasih terhadap seseorang maka berarti ia belum bersyukur kepada Allah”.

Renungi Dan Hayatilah !!! Niscaya anda akan dapat menemukan Kebesaran Allah

Komentar dan saran anda sangat kami harapkan demi kebaikan bersama.
—————————–

[1] Inilah asal mula kenapa manusia ada yang taat dan ada pula yang durhaka.
[2] Inilah kenapa kita tidak bolen sembarangan mengucapkan kata sumpah.
[3] Inilah asal-usul manusia menjadi berbeda-beda, mulai dari warna kulit, sifat (ada yang kasar/keras dan lemah lembut, tinggi dan pendeknya dan dan tempat tinggalnya dll.
[4] Itulah awal mula Izroil di tugaskan sebagai malaikat pencabut nyawa.
[5] Inilah sebabnya kenapa setiap kematian di tangisi oleh keluarga yang di tinggalkannya.
[6] Inilah yang dimaksud bahwa manusia berasal dari tanah dan akan dikembalikan kepada tanah (dikubur). Dalam QS. Thaha:55 Allah berfirman: “Dari bumi (tanah) Kami jadikan kamu dan kepadanya Kami akan kembalikan kamu dan daripadanya Kami akan keluarkan kamu pada kali yang lain’.
[7] Ialah air sorga yang di minum oleh orang-orang yang dekat dengan Allah.
[8] Al-Insan:1. Menurut Ibnu Abbas: “Masa (al-hin) di sini adalah waktu 40 tahun”.

[9] Inilah asal mula adanya pusar manusia, ialah bekas tamparan iblis.
[10] Satu dzira’ = 58 cm.
[11] Inilah sebabnya kesedihan manusia lebih banyak dari kesenangannya.
[12] Ialah tempat buang air kecil (kemaluan).
[13] Inilah awal mula kenapa keluarnya ruh dari dalam tubuh harus di cabut oleh malaikat Izrail.
[14] Ini menunjukkan bahwa otak adalah lah bagian dari tubuh manusia yang paling pokok.

[15] Inilah asal mula kita di sunatkan smenbaca kalimat Tahmid “Alhamdu lillah” ketika bersin dan bagi yang mendengarnya di sunatkan baca: “Yarhamukallooh”.
[16] Inilah mula-mula manusia memiliki sifat tergesa-gesa. “ Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa”. Al-Anbiya’: 37.
[17] Dalam satu riwayat: Pakaian itu berasal dari kain sutra berwarna hijau. Sedangkan Mahkotanya terbuat dari mutiara dan memancarkan cahaya melebihi cahaya matahari.
[18] Menurut Wahab bin Munabbih: Inilah asal mula di anjurkannya bersalam kepada sesama muslim dan di lakukan oleh nabi Adam.
[19] Inilah asal mula khutbah Jum’at di atas mimbar dan di anjurkannya membaca hamdalah pada permulaan khutbah.
[20] Ialah malaikat dari gilongan jin, seperti yang di sebutkan oleh Ibnu Abbas: “Sesungguhnya dari malaikat itu ada yang berasal dari golongan jin, dan iblis adalah dari golongan itu. Dan dia berkuasa di langit dan bumi, tetapi dia di murkai Allah sehingga di rubah menjadi setan yang terkutuk”.
[21] Inilah sebabnya manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
[22] Inilah asal mula tumbuhnya rasa birahi pada diri manusia.
[23] Pohon itu dinamakan Syajaratulkhuldi (pohon kekekalan), karena menurut syaitan, orang yang memakan buahnya akan kekal, tidak akan mati. Pohon yang dilarang Allah mendekatinya. Nama sebenarnya tidak dapat dipastikan, sebab Al Quran dan Hadist tidak menerangkannya. Menurut Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas Al-Hanafi ialah pohon terbesar di sorga, bercabang dan berbuah. Biji buahnya berwarna putih, sebesar kepala unta dan rasanya lebih manis dari madu.
[24] Inilah asal mula adanya mahar (maskawin) dalam pernikahan.         
[25] Inilah asal mulanya, kenapa manusia ada yang beriman dan ada pula yang tidak (kafir).
[26] Inilah pernikahan pertama dan awal mula di sunatkannya akad nikah pada hari Jum’at dan sunatnya setelah matahari tergelincir.
[27] Ialah pelayan-pelayan sorga.
[28] Buraq ialah kendaraan yang di gunakan oleh nabi Muhammad selama menjalani Isra’ dan Mi’raj.
[29] Lihat Not. 21.
[30] Maksudnya hari akhirat. Sehari di akhirat sama dengan 50.000 tahun di dunia, Al-Ma’arij: 4. Ayat lain menyebutkan 1000 tahun. Al-Hajj: 47.
[31] Tersebut dalam QS. Al-A’raf:21: “Dan Dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah Termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”,
[32] Lihat Not, 21.
[33] Inilah asal mula kenapa nafsu perempuan lebih besar daripada laki-laki.
[34] Yang dimaksud dengan durhaka di sini ialah melanggar larangan Allah karena lupa, dengan tidak sengaja, sebagaimana disebutkan dalam ayat 115 surat ini. dan yang dimaksud dengan sesat ialah mengikuti apa yang dibisikkan syaitan. kesalahan Adam a.s. meskipun tidak begitu besar menurut ukuran manusia biasa sudah dinamai durhaka dan sesat, karena tingginya martabat Adam a.s. dan untuk menjadi teladan bagi orang besar dan pemimpin-pemimpin agar menjauhi perbuatan-perbuatan yang terlarang Bagaimanapun kecilnya.
[35] Berkata Ibnu Abbas: “Nabi Adam dan Hawa di turunkan ke bumi setelah 500 tahun berada di sorga / setengah hari di akhirat. Lihat Not. 28.
[36] Adalah gambaran bahwa kemaksiatan yang di lakukan seseorang akan menjatuhkan derajat / kemuliaannya, baik di sisi Allah ataupun manusia.
[37] Adam dan hawa dengan tipu daya syaitan memakan buah pohon yang dilarang itu, yang mengakibatkan keduanya keluar dari surga, dan Allah menyuruh mereka turun ke dunia. yang dimaksud dengan syaitan di sini ialah iblis yang disebut dalam surat Al Baqarah ayat 34 di atas.
[38] Di sebutkan dalam satu riwayat: Bahwa di pegunungan itu terdapat bekas kaki nabi Adam di atas batu yang sudah terhapus, panjangnya kira-kira 10 dzira’ / hasta.
[39] Di turunkannya nabi Adam, Siti Hawa, iblis, Thawus dan ular merupakan gambaran, bahwa Allah akan menghukum atas perbuatan maksiat bukan hanya pelakunya saja, tetapi termasuk siapa yang ikut berperan sampai terlaksananya kemaksiatan itu.
[40] Mula-mula ular adalah salah satu hewan sorga yang indah, tatapi karena ikut membantu iblis, maka akhirnya di kutuk dan ubah wujudnya menjadi hewan berbisa, tidak bisa bicara dan jalannya melata.
[41] Inilah awal mula di kenalnya tidur sebagai cara melepas lelah / istirahat.
[42] Inilah awal mula adanya pohon korma di muka bumi.
[43] Inilah asal mula sapi tidak dapat berbicara (bisu), sebelum turunnya nabi Adam binatang-binatang ternak dapat bicara sebagaimana manusia.
[44] Dalam satu keterangan: Kembang api neraka itu di celupkan ke dalam air sebanyak tujuh kali sebelum di gunakan buat masak / membuat roti. Sebab jika tidak, maka bumi seisinya akan terbakar oleh panasnya kembang api itu.
[45] Inilah awal mula di syari’atkannya puasa, dan terbenamnya matahari sebagai waktu buat berbuka.
[46] Inilah asal mula, kenapa manusia senang mengumpulkan / menyimpan harta sebanyak-banyaknya buat persiapan masa depannya.
[47] Inilah asal mula adanya dubur (anus) pada tubuh manusia sebagai tempat membuang kotoran dalam perut.
[48] Ketiga pendapat di atas menunjukkan bahwa populasi setan / iblis akan sangat cepat. Seperti tersebut dalam hadis dari Salman Al-Farisi, Nabi saw bersabda:

             “Tiada seorangpun yang pertama masuk ke pasar dan yang terakhir kali keluar, melainkan di situlah setan bertelor dan menetas”.
[49] Ialah pohon dari sorga, panjangnya kira-kira 10 dzira’, dan tongkat inilah yang turun-menurun di wariskan kepada para nabi hingga yang terkenal dengan Tongkat nabi Musa”.
[50] Inilah asal mula anjuran thawaf haji dan umrah tidak menutup kepala dan badan terbuka.
[51] Inilah asal mulnya, bahwa thawaf akan menghapus dosa-dosa.
[52] Inilah asal usul adanya wuquf (berdiam) di Padang ‘Arafah bagi jamaah haji.
[53] Di riwayatkan bahwa masa perpisahan antara nabi Adam dengan istrinya selama 500 tahun, pendapat lain menyebutkan 100 tahun.
[54] Inilah asal mula adanya umbi-umbian di muka bumi ini.
[55] Artinya empat pasang, Yaitu sepasang biri-biri, sepasang kambing sepasang unta dan sepasang lembu

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

MANUSIA & TUHAN

MANUSIA & TUHANHakekat Rukun Islam Menurut Syekh Siti Jenar
1. Syahadat (Sasahidan Ingsun Sejati)
Selama ini, syahadat umumnya hanya dipahami sebagai bentuk mengucapkan kata Asyhadu an la ilaha illa Allah, wa asyhadu anna Muhammad al-rasul Allah. Dan karena hanya pengucapan, wajar jika tidak memiliki pengaruh apa-apa terhadap mental manusia. Siapapun toh dapat mengucapkannya, walau kebanyakan tidak memahaminya. Padahal makna sesungguhnya bahwa syahadat adalah kesaksian bukan pengucapan kalimat yang menyatakan bahwa ia telah bersaksi.
Ketika kita mengucakan kata Allah, maka kata ini harus hadir dan lahir dari keyakinan yang mendalam. Pada saat pengucapan, kita harus yakin bahwa Allah ada pada diri nabi-Nya, dan bahwa setiap diri kita mampu membawa peran nabi tersebut. Dalam marifat, nabi dan kenabian sebagai suatu hal yang selalu hidup. Dan ketika person nabi terakhir diberi label Muhammad, maka ia adalah langsung dari nur dan ruh Muhammad, dan menyandang nama spiritual sebagai Ahmad. Dan ketika kata Ahmad disebutkan, Nabi Muhammad sering mengemukakan bahwa ana Ahmad bila mim (aku adalah Ahmad yang tanpa mim), yakni Ahad. Ketika suku bangsa dzahir arab disebutkan, beliau sering mengemukakan ana arabun bila Ain, (aku adalah Arab tanpa Ain), yakni Rabb. Inilah kesaksian itu, atau syahadat.
Kalau kita membayangkan nabi secara fisikal maka kita akan menghayalkan tentang nabi. Nah, pada saat Allah kita rasakan hadir atau bersemayam dalam diri Nabi yang berada di kedalaman lubuk hati kita, maka terlepaslah ucapan Muhammad al-Rasul Allah sebagai kesaksian. Lalu kesaksian ini kita lepaskan ke dalamDzat Allah. Sehingga kemudian tercipta apa yang disebut sebagai Tunggal ing Allah hiya kang amuji hiya kang pimuji, kemanunggalan dengan Allah sehingga baik yang memuji dan yang dipuji tidak dapat dipisahkan.
Pada konteks syahadat yang seperti itulah kemudian lahir ajaran tentang wirid sasahidan dari Syekh Siti Jenar, dalam bentuk pengucapan hati sebagai berikut (Sholikhin: 2004, 182-183)
Ingsun anakseni ing datingsun dhewe

 Satuhune ora ono pangeran among ingsun

 Lan nekseni satuhune Muhammad iku utusaningsun

 Iya sejatine kang aran Allah iku badaningsun

 Rasul iku rahsaningsun

 Muhammad iku cahyaningsun

 Iya ingsun kang urip tan kena ing pati

 Iya ingsun kang eling tak kena lali

 Iya ingsun kang langgeng ora kena owah gingsir ing kahanan jati

 Iya ingsun kang waskitha ora kasamaran ing sawiji-wiji

 Iya ingsun kang amurba amisesa, kang kawasa wicaksana ora kekurangan ing pakerti

 Byar

 Sampurna padhang terawangan

 Ora kerasa apa-apa

 Oa ana katon apa-apa

 Mung ingsun kang nglimputi ing alam kabeh

 Kalawan kodratingsun.
Artinya:

 Aku bersaksi di hadapan Dzat-ku sendiri

 Sesungguhnya tiada tuhan selain Aku

 Aku bersaksi sesungguhnya Muhammad itu utusan-Ku

 Sesungguhnya yang disebut Allah itu badan-Ku

 Rasul itu rasa-Ku

 Muhammad itu cahaya-Ku

 Akulah yang hidup tidak terkena kematian

 Akulah yang senantiasa ingat tanpa tersentuh lupa

 Akulah yang kekal tanpa terkena perubahan di segala keadaan

 Akulah yang selalu mengawasi dan tidak ada sesuatupun yang luput dari pengawasan-Ku

 Akulah yang maha kuasa, yang bijaksana, tiada kekurangan dalam pengertian

 Byar

 Sempurna terang benderang

 Tidak terasa apa-apa

 Tidak kelihatan apa-apa

Hanya aku yang meliputi seluruh alam

 Dengan kodrat-Ku 
 Sebagaimana telah dikemukakan, bahwa kesaksian tersebut diperoleh berdasarkan lelaku. Maka setelah lahirnya kesaksian tersebut juga harus disertai dengan lelaku pula. Yaitu diikuti dengan semedi atau dzikir rasa sehingga kemudian dapat mengalami mati dalam hidup dan hidup dalam mati. Dzikir seperti ini dilakukan dengan meng-heneng-kan diri dan mengheningkan cipta serta karsa sehingga kembali tercipta kesatuan hati, pikiran dan rasa hidup. Hal ini dilakukan dengan menyatukan pancaindera, memejamkan mata dan mengarahkannya ke pucuk hidung (pucuking ghrana), sambil menyatukan denyut jantung, harus diatur pula pernapasan yang masuk dan keluar jangan sampai tumpang tindih.
Biasanya praktik sasahidan ini akan berujung pada bercampurnya rasa hati dan hilangnya segenap perasaan. Kalau sudah mencapai kondisi ini, maka harus diturunkan ke dalam jiwa dan menyebar ke seluruh sel-sel dan syaraf tubuh. Sehingga akan tercapailah ketiadaan rasa apapun dan akan memunculkan sikap ke-waskitha-an (eling lan waspadha).
Dengan demikian wajar jika pada kesimpulannya tentang makna syahadat, Syekh Siti Jenar memberikan makna syahadat sebagai etos gerak, etos kerja yang positif, progresif, dan aktif. Syekh siti jenar mengemukakan bahwa syahadat tauhid dan syahadat rasul mengandung makna jatuhnya rasa (menjadi etos), kesejatian rasa (unsur motorik), bertemunya rasa (ide aktif dan kreatif), hasil karya yang maujud serta dampak terhadap kesejatian kehidupan (Sholikhin: 2004, 187). Itulah makna syahadat yang sesungguhnya dari sang insan kamil.
2. Sholat
Peliharalah shalatmu dan shalat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam shalat) yang khusyuk (QS Al. Baqarah/ 2:238). Ini adalah penegasan dari Allah tentang kewajiban dan keharusan memelihara shalat, baik segi dzahir maupun batin dengan titik tekan khusyuk, kondisi batin yang mantap.
Secara lahir, shalat dilakukan dengan berdiri, membaca Al-Fatihah, sujud, duduk dsb. Kesemuanya melibatkan keseluruhan anggota badan. Inilah shalat jasmani dan fisikal. Karena semua gerakan badan berlaku dalam semua shalat, maka dalam ayat tersebut disebut shalawaati (segala shalat) yang berarti jamak. Dan ini menjadi bagian pertama, yakni bagian lahiriah.
Bagian kedua adalah tentang shalat wustha, yaitu yang secara sufistik adalah shalat hati. Wustha dapat diartikan pertengahan atau tengah-tengah. Karena hati terletak di tengah, yakni di tengah diri, maka dikatakan shalat wustha sebagai shalat hati. Tujuan shalat ini adalah untuk mendapatkan kedamaian dan ketentraman hati. Hati terletak di tengah-tengah, antara kiri dan kanan, antara depan dan belakang, atas dan bawah, serta antara baik dan jahat. Hati menjadi titik tengah, poin pertimbangan. Hati juga diibaratkan berada diantara dua jari Allah, dimana Allah membolak-balikkannya ke mana saja yang ia kehendaki. Maksud dari dua jari Allah adalah dua sifat Allah, yaitu sifat Yang Menghukum dan Meng-adzab dengan sifat Yang Indah, Yang Kasih Sayang, dan Yang Lemah Lembut.
Sholat dan ibadah yang sebenarnya adalah sholat serta ibadahnya hati, kondisi khusyu menghadapi kehidupan. Bila hati lalai dan tidak khusyuk, maka jasmaniahnya akan berantakan. Sehingga kalau ini terjadi, kedamaian yang didambakan akan hancur pula. Apalagi shalat jasmani hanya bisa dicapai dengan hati yang khusyuk. Kalau hati tidak khusyuk, serta tidak dapat konsentrasi pada arah yang dituju dari shalat, maka hal itu tidak bisa disebut shalat. Juga tidak akan dapat dipahami apa yang diucapkan, dan tentu apa pun yang dilakukan dengan bacaan dan gerakannya tidakakan bisa mengantarkan sampai kepada Allah.
Urgensi ke-khusyuk-an ini berhubungan dengan inti shalat sebagai doa. Doa atau munajat, bukan sekedar permintaan hamba kepada Allah, akan tetapi berarti juga sebagai arena pertemuan. Dan tempat pertemuan itu adalah di dalam hati. Maka jika hati tertutup di dalam shalat, tidak peduli akan makna shalat rohani, shalat yang dilakukan tersebut tidak akan memberikan manfaat apa pun. Sebab semua yang dilakukan jasmaninya sangat tergantung kepada hati sebagai Dzat untuk badan. Ingatlah bahwa dalam tubuh itu ada sekeping daging, apabila daging itu baik, baiklah seluruh tubuh itu. Dan apabila ia rusak, rusak pulalah semua tubuh itu. Daging itu adalah hati. (sabda Rasulullah)
Ke-khusyuk-an hati akan membawa sholat yang menghasilkan kesehatan hati. Shalat khusyuk akan menjadi obat bagi hati yang rusak dan jahat serta berpenyakit. Maka shalat yang baik haruslah dengan hati yang sehat dan baik pula, bukan dengan hati yang rusak, yakni hati yang tidak dapat hadir kepada Allah.
Jika shalat dari sisi jasmaniah-fisik memiliki keterbatasan dalam semua hal, baik tempat, waktu, kesucian badan, pakaian, dsb, maka shalat dari segi rohaniah tidak terbatas dan tidak dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu. Shalat secara rohaniah tidak terikat oleh ruang dan waktu. Shalat ini selalu dilakukan terus menerus sejak di dunia hingga akhirat. Masjid untuk shalat rohani terletak dalam hati. Jamaahnya terdiri dari anggota-anggota batin atau daya-daya rohaniah yang ber-dzikir dan membaca al-asma al-husna dalam bahasa alam rohaniah. Imam dalam shalat rohani adalah kemauan atau keinginan (niat) yang kuat. Dan kiblatnya adalah Allah. Inilah shalat tarek dan sholat daim yang diajarkan oleh Syekh Siti Jenar.
Shalat yang demikian itu hanya dapat dilakukan oleh hati yang ikhlas, hati yang tidak tidur, dan hati yang tidak mati. Hati dan jiwa seperti itu kekal dan selalu beribadah atau shalat ketika jasmaninya sedang tertidur atau terjaga. Ibadah hati dilakukan sepanjang hayat, dan sepanjang hayatnya adalah untuk beribadah.
Inilah ibadah orang yang sudah mencapai marifatullah, tempat penyucian tertinggi. Di tempat itu, ia ada tanpa dirinya. Karena dirinya telah fana, telah hilang lenyap. Ingatannya yang teguh dan suci tercurah hanya kepada Allah.
Namun tentu saja ini berlaku setelah semua shalat-shalat fardhu dan nawafil dilaksanakan secara konsisten. Jadi, tempat suci tersebut baru bisa dijangkau setelah semua shalat syariat itu sempurna, lalu masuk ke dalam shalat thariqat dan marifat. Maka tidak bisa diartikan bahwa jika sudah berada di tingkatan ini, lalu tidak lagi melakukan shalat sama sekali. Bahkan sering dalam shalat itulah mereka mengalami fana dalam munajat-nya sehingga ibadah yang dilakukannya itu menyita banyak waktu. Hanya saja bentuk shalat dalam arti gerakan dan bacaan tertentu sudah tidak mengikat lagi. Shalat ditegakkan atas kemerdekaan rohani dalam menempuh laku menuju Allah.
Pada tingkatan ini tidak ada lagi bacaan di mulut. Tidak ada lagi gerakan berdiri, ruku, sujud, dsb. Dia telah berbincang dengan Allah sebagaimana firman-Nya Hanya Engkau yang kami sembah, dan hanya Engkaulah kami memohon pertolongan (QS Al-Fatihah/1: 5)
Firman tersebut menunjukkan betapa tingginya kesadaran insan kamil, yakni mereka yang telah melalui beberapa tingkatan alam rasa dan pengalaman rohani sehingga tenggelam dalam lautan tauhid atau Ke-Esaan Allah dan berpadu dengan-Nya. Nikmat yang mereka rasakan saat itu tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Hanya orang yang mengalaminya yang dapat mengalaminya yang dapat mengartikan kenikmatan tersebut. Namun mereka pun sering tidak mau mengungkapkannya. Tidak ingin membocorkan rahasia Ketuhanan yang tersimpan di dalam lubuk hatinya oleh Allah.
Hal tersebut sama halnya dengan hakikat takbir, yang bukan semata-mata ucapan Allahu Akbar. Takbir merupakan pengucapan yang lahir dari firman Allah yang memuji kebesaran Dzat-Nya. Jadi, takbir sebenarnya merupakan suara Tuhan yang meminjam mulut hamba-Nya. Bukan hasil dari dorongan emosional. Karenanya, takbir sejati adalah menyatakan kebesaran Allah dari afal Allah sendiri. Takbir sejati merupakan penghayatan diri terhadap sifat Allah. Dan takbir sejati adalah penyebutan nama-Nya yang lahir dari kehendak-Nya semata. Dengan takbir yang demikian itu maka yang lain menjadi sangat kecil, dan menjadi tidak ada. Yang ada hanya Allah. Ke mana pun kita menghadap yang ada hanya Wajah Allah.
Maka setelah berpadu ibadah lahir dan batin secara harmonis, sempurnalah ibadah seseorang. Hati dan ruh seperti tergambar itu membawanya masuk ke Hadirat Allah. Hatinya berpadu mesra dengan Allah. Dalam alam nyata ia menjadi hamba yang wara dan alim. Dalam alam rohani ia menjadi ahli marifah yang telah sampai pada peringkat kesempurnaan mengenal Allah. Inilah makna bahwa shalat adalah perjalanan menuju Allah. Hasilnya adalah bahwa shalat yang dilaksanakan mencegah perilaku yang keji dan munkar. Sebaliknya menghasilkankehalusan dan kemuliaan budi dan perilaku.
Jika shalat telah dihilangkan makna hakikatnya, hanya menjadi sekedar pelaksanaan hukum fikih sebagaimana tampak pada kebanyakan manusia dewasa ini, maka shalat tersebut telah kehilangan makna fungsionalnya. Hal inilah yang telah mendatangkan kritik tajam dari Syekh Siti Jenar.
Sadat salat pasa tan apti

 Seje jakat kaji mring Mekah

 Iku wes palson kabeh

 Nora kena ginugu

 Sadayeku durjaning bumi

 Ngapusi liyan titah

 Sinung swarga besuk

 Wong bodho anu auliya

 Tur nyatane pada bae durung uning
Artinya:

 Syahadat, sholat, puasa semua tanpa makna

 Termasuk zakat dan haji ke Mekah

 Itu semua telah menjadi palsu

 Tidak bisa dijadikan anutan

 Hanya menghasilkan kerusakan di bumi

 Membohongi makhluk lain

 Hanya ingin surga kelak

 Orang bodoh mengikuti para wali

 Sementara kenyataannya sama saja belum mencapai tahapan hening
Syekh Siti Jenar mengkritik pelaksanaan hukum fikih pada masa walisanga karena ibadah-ibadah formal tersebut telah kehilangan makna dan tujuan, kehilangan arti, dan hikmah kehidupan. Hal itu menjadikan semua ajaran agama yang diajarkan oleh para ulama ketika itu menjadi kebohongan yang meninabobokkan publik dengan hanya menginginkan surga kelak yang belum ada kenyataanya.
Oleh karenanya Syekh Siti Jenar mengajarkan praktik shalat fungsional, berbeda dengan para wali pada masanya. Shalat tarek sebagai bentuk ketaatan syariat, dan shalat daim sebagai shalat yang tertanam dalam jiwa, dan mewarnai seluruh pekerti kehidupan. Seseorang yang melaksanakan pekerjaan profesionalnya secara benar, disiplin, ikhlas, dan karena melaksanakan fungsi lillahi taala, maka orang tersebut disebut melaksanakan shalat. Itulah bagian dari shalat daim.
Namun ternyata, ajaran shalat fungsional tersebut tidak hanya menjadi milik Syekh Siti Jenar. Di dalam Suluk Wujil bait 12-13, sebuah naskah yang ditulis pada awal abad ke-17, yang disebut-sebut sebagai warisan ajaran Sunan Bonang, menyebutkan ajaran shalat sebagai berikut:
Utamaning sarira puniki

 Angrawuhana jatining salat

 Sembah lawan pamujine

 Jatining salat iku

 Dudu ngisa tuwin magerib

 Sembahyang araneka

 Wenange punika

 Lamun aranana salat

 Pun minangka kekembanging salat daim

 Ingaran tata krama

 Endi ingaran sembah sejati

 Aja nembah yen tan katingalan

 Temahe kasor kulane

 Yen sira nora weruh

 Kang sinembah ing donya iki

 Kadi anulup kaga

 Punglune den sawur

 Manuke mangsa kenaa

 Awekasa amangeran adan sarpin

 Sembahe siya-siya.
Artinya:

 Unggulnya diri itu mengetahui hakikat shalat, sembah dan pujian. Shalat yang sebenarnya bukan mengerjakan shalat Isya dan maghrib. Itu namanya sembahyang. Apabila itu disebut shalat, maka hanyalah hiasan dari shalat daim. Hanyalah tata krama . manakah yang disebut shalat yang sesungguhnya itu? Janganlah menyembah jikalau tidak mengetahui siapa yang disembah. Akibatnya dikalahkan oleh martabat hidupmu. Jika didunia ini engkau tidak mengetahui siapa yang disembah, maka engkau seperti menyumpit burung. Pelurunya hanya disebarkan, tapi burungnya tak ada yang terkena tembakan. Akibatnya cuma menyembah ketiadaan, suatu sesembahan yang sia-sia.
Maka jelaslah bahwa shalat lima waktu yang hanya dilakukan berdasarkan ukuran formalitas, hanya sebentuk tata krama, aturan keberagamaan. Sementara shalat daim yang merupakan shalat yang sebenarnya. Yakni, kesadaran total akan kehadiran dan keberadaan Hyang Maha Agung di dalam dirinya, dan dia merasakan dirinya sirna. Sehingga semua tingkah lakunya adalah shalat. Diam, bicara, dan semua gerak tubuhnya merupakan shalat. Wudhu, membuang air besar, makan dan sebagainya adalah tindakan sembahyang. Inilah hakikat dari niat sejati dan pujian yang tiada putus. Ya, shalat yang mampu membawa pelakunya untuk menebar kekejian dan ke-mungkar-an. Mampu menghadirkan rahmatan lil alamin.
3. Puasa
Puasa dalam ketentuan syariat adalah menahan diri dari makan, minum dan bersetubuh. Sejak masuk subuh hingga masuk waktu maghrib. Sedangkan puasa dari segi rohani bermakna membersihkan semua pancaindera dan pikiran dari hal-hal yang haram, selain menahan diri dari perkara-perkara yang membatalkannya yang telah ditetapkan dalam puasa syariat. Dalam puasa harus diusahakan keduanya berpadu secara harmonis.
Puasa dari segi rohani akan batal bila niat dan tujuannya tergelincir kepada sesuatu yang haram, walau hanya sedikit. Puasa syariat berkait dengan waktu, tetapi puasa rohani tidak pernah mengenal waktu. Terus menerus dan berlangsung sepanjang hayat du dunia dan akhirat. Inilah puasa yang hakiki, seperti yang dikenal oleh orang yang hati dan jiwanya bersih. Puasa adalah pembersihan diatas pembersihan.
Puasa tidak bermakna kalau tidak membawa pelakunya kepada kedekatan terhadap Allah. Orang awam akan cepat berbuka begitu waktu buka tiba. Tetapi orang yang rohaninya ikut berpuasa, tidak akan pernah berhenti berpuasa secara rohani walaupun secara fisik ia juga berbuka sebagaimana orang lain.
Jika orang awam merasakan kebahagiaan berpuasa saat berbuka dan pada saat melihat datangnya bulan Syawal setelah satu bulan berpuasa penuh, maka lain bagi orang yang arif. Orang yang telah bermarifat lebih mengutamakan dimensi spiritual. Ia akan menganggap kenikmatan berbuka adalah pada waktu kelak ia memasuki taman surga dan menikmati segala hal di dalamnya. Sedangkan maksud kenikmatan ketika melihat adalah kenikmatan yang diperoleh bila mereka dapat melihat Allah dengan matahati sebagai salah satu efek dari puasanya.
Namun masih ada jenis puasa yang lebih tinggi, yakni puasa hakiki atau puasa yang sebenarnya. Puasa ini memiliki martabat yang lebih bagus dari kedua puasa diatas. Puasa ini adalah puasa menahan hati dari menyembah, memuji, memuja, dan mencari ghairullah (yang selain Allah). Puasa ini dilakukan dengan cara menahan mata hati dari memandang ghairullah, baik yang lahir maupun yang batin. Namun walaupun seseorang telah sampai kepada tahapan puasa hakiki, puasa wajib tetap dibutuhkan sebagai aplikasi syariatnya, dan sebagai cara serta sarana menggapai kesehatan fisik. Sebaliknya, jika puasa hanya memenuhi ketentuan syariat, maka iku wis palson kabeh, hanya sebentuk kebohongan beragama semata. Puasa merupakan tindakan rohani untuk mereduksi watak-watak kedzaliman, ketidakadilan, egoisme, dan keinginan yang hanya untuk dirinya sendiri. Inilah yang diajarkan Syekh Siti Jenar. Buahnya adalah kejujuran terhadap diri sendiri, orang lain dan kejujuran di hadapan Tuhan tentang kenyataan dan eksistensi dirinya.
Dalam puasa hakiki, hati dibutakan dari pandangan terhadap ghairullah dan tertuju hanya kepada Allah serta cinta kepada-Nya. Dengan puasa hakiki inilah esensi penciptaan akan terkuak. Manusia adalah rahasia Allah dan Allah rahasia bagi manusia. Rahasia itu berupa nur Allah. Nur itu adalah titik tengah (centre) hati yang diciptakan dari sesuatu yang unik dan gaib. Hanya ruh yang tahu semua rahasia itu. Ruh juga menjadi penghubung rahasia antara Khaliq dan makhluk. Rahasia itu tidak tertarik dan tidak pernah menaruh cinta kepada selain Allah. Dengan puasa hakiki, ruh itu diaktifkan. Oleh karenanya jika ada setitik dzarrah pun cinta terhadap ghairullah, batallah puasa hakiki. Jika puasa hakiki batal maka kita mengulanginya, menyalakan kembali niat, dan harapan kepada Allah di dunia dan akhirat. Puasa hakiki hanyalah menempatkan Allah di dalam hati, menjalani proses kemanunggalan meng-Gusti-kan perwatakan kawula.
Dengan puasa hakiki, maka kita akan menyadari bahwa sebenarnya puasa merupakan hadiah Allah untuk umat manusia. Sehingga bagi hamba Allah yang telah mencapai marifat, akhirnya puasa wajib dan sunnah bukanlah berbeda. Secara lahiriah keduanya memang berbeda dari segi waktu dan cara pelaksanaannya, akan tetapi secara batiniah, esensi kedua jenis puasa itu tidak berbeda. Dengan berpuasa secara hakiki, tidak ada sekat wajib atau sunnah lagi, yang ada adalah menikmati hadiah dari Allah bagi rohani kita.
Sehingga dengan pemahaman dan pelaksanaan puasa yang seperti itu, maka akhirnya puasa tersebut akan mampu menjadi katalisator bagi hawa nafsu kita, dan hati akan semakin berkilau oleh bilasan nurullah. Ia akan menjadi motor penggerak bagi ruh al-idhafi, sebagai efek kebeningan hatinya yang dengan itulah keseluruhan kehidupan akan ditunjukkan menuju kearah al-Haqq, Illahi Rabbi.
Bagi Syekh Siti Jenar, puasa hakiki akan melahirkan watak manusia yang pengasih. Mengantarkan kesadaran untuk selalu ikut berperan serta mengangkat harkat dan derajat kemanusiaan, berperan aktif memerangi kemiskinan, dan selalu menyertai sesama manusia yang berada dalam penderitaan. Puasa hakiki adalah kesadaran batin untuk menjadikan hawa nafsu sebagai hal yang harus dikalahkan, dan ke-dzalim-an sebagai hal yang harus ditundukkan.
Oleh Syekh Siti Jenar, puasa secara lahir disubstitusikan dengan kemampuan untuk melaparkan diri. Bukan sekedar mengatur ulang pola makan di bulan Ramadhan, tetapi mampu ngelakoni weteng kudu luwe, membiasakan diri lapar, bukan membiarkan kelaparan. Sehingga terciptalah sistem masyarakat yang terkendali hawa nafsunya. Dan tentu saja, Syekh Siti Jenar tidak memaknai kudu luwe sebagai alasan lembeknya manusia secara fisik. Hal tersebut harus dikontekstualisasikan dengan kecukupan gizi yang harus terpenuhi bagi aktivitas fisik. Yang terpenting adalah kemauan dan kesadaran untuk berbagi, untuk tidak hanya memuaskan apa yang menjadi tuntutan hawa nafsunya.
4.Zakat
Syekh Siti Jenar memberikan makna aplikatif zakat sebagai sikap menolong orang lain dari penderitaan dan kekurangan. Menolong orang lain agar dapat hidup, menikmati hidup, sekaligus mampu bereksis menjalani kehidupan. Syekh Siti Jenar sendiri bertani yang merupakan pekerjaan favorit pada masa hidupnya. Namun tidak semua masyarakat petani berhasil hidupnya sebagaimana pula tidak selalu berhasil baik dari panennya. Yang tidak berhasil panennya tentu mengalami kekurangan bahkan kelaparan. Syekh Siti Jenar selalu membantu mereka yang kurang berhasil tadi dengan memberikan sebagian hasil panennya dari tanahnya yang luas kepada mereka itu. Inilah yang disebut sebagai zakat secara fungsional.
Suka memberi adalah sifat-Nya, dan Dia senang melihat hamba-Nya mencontoh sifat suka memberi yang menjadi sifat-Nya itu. Perbendaharaan Tuhan tidak akan kosong, dan bila Allah memberi Dia akan memberi dengan tangan-Nya yang terbuka. Barang siapa yang datang membawa amal yang baik, maka ia akan mendapat pahala sebanyak sepuluh kali lipat dari kita, dan barangsiapa yang datang membawa perbuatan yang jahat, dia tidak mendapatkan pembalasannya, melainkan yang seimbang dengan kejahatannya, sedangkan mereka sedikit pun tidak dianiaya. (QS Al-Anam/6: 160)
 Sebagaimana makna katanya, zakat memiliki kegunaan sebagai arena pembersihan harta dan jiwa. Terutama membersihkan dari keegoan, sehingga tujuan zakat rohani menjadi tercapai. Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik maka Allah akan melipatgandakan balasan pinjaman itu untuknya, dia akan mendapatkan pahala yang banyak.(QS Al Hadid/57:11). Inilah hakikat pahala zakat, baik jasmani maupun rohani.
Sehingga terhadap harta pinjaman dan titipan dari Allah, kita melakukan penyucian diri dengan mengeluarkan zakat, bersedekah, serta berbuat amal jariyah. Dalam hal inilah, patokan kita bukan sekedar patokan minimal 2,5%, namun bisa lebih dari itu. Bahkan para sufi terkadang berzakat 100% dari seluruh harta yang diterimanya. Selain ia membersihkan dari daki-daki dunia, ia juga memanjangkan umur dan menyelamatkan diri dari siksa sengsara akhirat. Betapa beruntungnya para pemilik harta yang menyedekahkan hartanya sehingga ia mendapatkan ganjaran yang tidak dapat ditebus dengan uang nantinya. Mereka yang menyedekahkan hartanya kepada orang lain, hartanya tidak akan berkurang. Bahkan, harta itu akan bertambah, dan bertambah. (Sabda Nabi).
 Jadi, pemahaman sufi atas harta jelas. Harta dan semua yang ada adalah milik Tuhan. Manusia diberi limpahan-Nya agar digunakan sebagai alat bagi perjalanan rohaninya menuju Tuhan. Kamu tidak akan sampai kepada ketaatan yang sempurna sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan itu, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. (QS Ali Imran/3:92). Zakat bagi para sufi merupakan langkah untuk memberikan kado atau hadiah terindah untuk Tuhan, sekaligus untuk manusia dengan disertai kebersihan niat jiwa, dan kesucian hati. Tegasnya, sebagaimana dikemukakan Syekh Siti Jenar, zakat adalah kesediaan untuk menolong manusia yang kekurangan, baik harta fisik maupun harta rohani sehingga mereka terhindar dari kemiskinan, kekurangan, kelaparan fisik maupun spiritual. Betapa indahnya dunia jika dihuni manusia sufi seperti ini.
5.Haji

 Haji menurut Islam-Jawa yang sebagian merupakan warisan ajaran Syekh Siti Jenar tidak lain adalah olah spiritual. Karena kalau hanya sekedar mengunjungi Makkah dalam arti fisik, bagi orang Islam-Jawa itu cukup dengan ngeraga sukma. Dalam arti seseorang mampu pergi ke Makkah kapan saja dia mau. Oleh karenanya, bagi mereka, Makkah letaknya bukanlah sebatas geografis, yakni terletak di Dataran Arab Saudi. Bagi Muslim-Jawa, Makkah berada di dalam spirit manusia yang tidak ditempuh dengan hanya menggunakan bekal rupiah. Hal ini dapat ditinjau dari ungkapan dalam Suluk Wijil:
Samana ngling Molana Maghribi

 Singgih pakanira awangsal

 Nora ing Mekah rekeh

 Ing Mekah kulon iku

 Mekah tiron wastanireki

 Watu ingkang kinarya

 Pangadhepan iku

 Nabi Ibrahim akarya

 Nusa Jawa yen tuwan tinggala kapir

Lan tuwan awangsul

 Nora ana weruh ing Mekah iki

 Alit mila teka ing awayah

 Mang tekaa parane

 Yen ana sangunipun

 Tekeng Mekah tur dadi wali

Sangunipun alarang

 Dahat dening ewuh

 Dudu srepi dudu dinar

 Sangunipun kang sura lagaweng pati

 Sabar lila ing donya
Artinya:

 Maulana Maghribi berkata demikian, Baiklah engkau kembali, yang engkau cari tidak ada di Makkah. Makkah yang terletak di barat(Nusa Jawa) itu, Makkah tiruan namanya. Batu yang dibuat sebagai tempat menghadap adalah buatan Nabi Ibrahim. Jika Nusa Jawa engkau tinggalkan, akan menjadi kafir// Tak ada yang tahu dimana Makkah yang sebenarnya. Meski ia harus berjalan dari kecil hingga tua. Tak akan mencapai tujuan. Jika ada bekal sampai di Makkah dan menjadi Wali, maka bekalnya sangat mahal, sukar diperoleh. Bukan rupiah maupun dinar bekal tersebut. Tapi keberanian, kesanggupan mati, dan sabar serta ikhlas di dunia).
 Dari penuturan suluk wujil tersebut, jelas bahwa haji adalah olah spiritual untuk mencapai keyakinan hidup yang hak, yaitu berani dan sanggup mati dalam kebenaran, serta sabar dan ikhlas dalam hidup di dunia. Dimana ruh masih terpenjara dalam wadaq ini. Hidup ikhlas adalah hidup tidak terkontaminasi nafsu berebut kuasa, harta, kelezatan hidup di dunia (Chodjim, 2002,209). Maka keikhlasan menjalani hidup menjadi tujuan dari haji. Untuk dapat ikhlas perlu laku atau olah spiritual.
Untuk mampu memperoleh laku yang benar, juga diperlukan keberanian dan kesanggupan memilih jalan yang diyakini benar. Sebagiannya adalah keberanian dan kesanggupan untuk hidup bersahaja dan bersih dari segala perbuatan yang tercela dan mungkar. Hati terbebas dari segala iri, dengki, dendam, kesumat, kikir dan tamak. Pikiran bersih dari keterikatan dengan kelezatan dunia. Rohani dimerdekakan, dan keberagamaan tidak terbelenggu oleh sekedar formalitas. Dan untuk itu semua dibutuhkan kesabaran, memiliki daya juang, dan tidak mudah menyerah dalam upaya mencapai tujuan. Tegar dan kokoh dalam perjuangan hidup yang benar, dan kemauan mempertahankan keyakinan atas kebenaran itu.
Di balik kesabaran itu, juga tersembul kemauan menjaga harmonisme segala hal di dunia ini. Tidak egois, tidak mau menang sendiri, tidak menyerobot hak orang lain. tidak mempermainkan kekuasaan, tidak melanggar hak-hak orang lain. ia selalu memperjuangkan hak hidup dengan tanpa mengorbankan hak orang lain. ia memperjuangkan haknya sekaligus hak orang lain.
Muslim Jawa dalam beragama tidak hanya terikat pada simbol. Sehingga termasuk Kabah misalnya, yang berada di Makkah hanya disebut sebagai tiruan yang dibuat manusia. Kabah yang sesungguhnya tidak diketahui letaknya karena berada di alam spiritual. Kabah diri berada di kedalaman ceruk hati. Oleh karenanya kebenaran dan kejujuran tidak harus diburu di Makkah, justru di Jawa juga menyediakan banyak ajaran spiritual yang jika ditinggalkan untuk memburu di Makkah, malah membuat orang Jawa akan menjadi kafir. Yakni akan kehilangan kebijaksanaan tradisional dan spiritualitas yang genuine dari kedalaman dirinya sendiri. Untuk menciptakan kesejahteraan, ketentraman, dan untuk mampu mendekati Tuhan, ternyata memang seharusnya tidak boleh meninggalkan kebijaksanaan yang berakar pada tradisi ritual dari bangsa lain. Allah menyediakan semua tempat dengan ragam hikmah (wisdom)-nya masing-masing. Untuk itulah konsep keberbedaan harus disatukan dalam kerangka litaaruf (saling mengenal). Mereka yang mampu mengenal hikmah yang beragam itu disebut 

 Allah sebagai mereka yang paling sanggup mencapai ketakwaan.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

TAWASUL KE PARA WALI ALLAH

 tata cara  :

(
Khususon Fil Maqbaroh ) Ijazah ‘an :• Syeikhina wa Mursyidina wa Maulana Al-Habib Muhammad Lutfi bi Ali bin Hasyim bin Yahya,R.a. Pekalongan ( Mursyid ThoriQoh Syadziliyah ) • Wa Syeikhina wa Mursyidina Pangeran Muhammad KH.Ali Umar Toyyib Al- Palembani,R.a.Palembang Darussalam ( Mursyid ThoriQoh Alawiyyah ) Pangeran Sukemilung rico_endo@yahoo.com Assalamu’alaikum wr,wb, ini adalah Kaifiatul untuk bertawasul di Maqom Waliyullah. Sebagian dari adab berziarah ke maqam waliyullah adalah : 1. Perbaguslah niat 2. Perbaiki akhlak 3. Bersih lahir dan batin. 4. Mengingat dan meneladani perjuangan para Dai Ilallah 5. Menyadari bahwa hidup didunia adalah sementara Insya Allah jika telah memenuhi sebagian syarat tersebut, kemungkinan Qobul akan cepat. Tujuan ziarah kepada para Wali adalah meneladani perjuangan mereka dalam menegakkan kalimat Tauhid. Bertawasul kepada mereka, menurut ijma’ para Ulama hukumnya : DIBOLEHKAN. Tawasul atau wasilah artinya Mengerjakan sesuatu amal yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Allah telah berfirman : “ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. ” ( Al-Maidah : 35 ) Ayat ini dikuatkan oleh firman Allah SWT : “Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka ” ( Al-Isra :57 ) Perbuatan Tawasul sendiri telah dicontohkan oleh Rasulullah ( HR.Ath-Thabrany dalam kitab Ausath dan Al-Kabir juga Ibnu Hibban dan Hakim ), serta para sahabat beliau, diantaranya Sayyidina Umar bin Khotob ( Ad- Durratus Saniyyah fir-raddi ‘alal Wahabiyah : Syekh Ahmad Zaini Dahlan ), Sahabat Bilal bin Harits. Hakekat Tawasul kepada Nabi, Wali dan Ulama Tawasul adalah sebagai sebab yang dapat menyebabkan doa dikabulkan oleh Allah. Tawasul diperbolehkan dilakukan dengan seseorang yang masih hidup atau pun yang sudah wafat. Yang dalam hal ini jelas kesholehannya. Perbuatan tawasul ini ada tuntunan langsung dari Qur ’an maupun Al- Hadits serta bimbingan dari Alim Ulama. Berbagai macam cara tawasul telah diajarkan para Alim Ulama kepada kita. Dan menjadi warisan turun-temurun diantara murid-murid mereka. Maka diantaranya adalah yang Al-Faqir tuliskan dibawah ini. Maka jika engkau berkeinginan agar hajatmu tercapai, dengan kondisimu yang hina di mata Allah SWT-maka carilah asbab yang dapat mengantarkan keinginanmu dihadapan Allah SWT. Inilah Ritual Tawasul yang dimaksud.( Sebaiknya sebelum memulai bertawasul sebaiknya membaca Qoshidahnya Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thohir Ba ‘Alawy saat berada didepan Maqom Sang Wali ) Dan setelah itu dalam posisi masih berdiri, bacalah salam untuk wali yang kita Ziarohi. -Assalamu’alaika Yaa Waliyullah Assalamu’alaika Yaa Da’i ilaa Thoriiqillah -Assalamu’alaika Yaa Man akromahulloh bil ‘ilmi wal wilayah wa ‘inda qobri ahli baitin nabiyyi Sholallahu ‘alaihi wa sallama tuzaadu bihadzihil kalimaati. -Assalamu’alaika Yaa Ahla baiyti Rasulillahi Sholallahu ‘alaihi wa sallama. -Assalamu’alaika Yaa Baniiz Zahroo-il Batul. -Assalamu’alaika Yaa Baniil Musthofa Sholallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallama.. -Assalamu’alaika wa ‘alaa jaddika Rasulillahi Sholallahu ‘alaihi wa sallama. -Assalamu’alaika wa ‘alaa jaaddatika Sayyidatina Fatimataz zahro sayyidati nisaa-il ‘aalamiin warohmatullahi wa barokatuh. Kemudian duduk sambil membaca : -Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillahi.Assalamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warohmatullahi wa barokatuhu. -Assalamu’alainaa wa’alaa ‘ibaadillahish-shoolihiin -Yaa Hayyu Yaa Qoyyum.7x (tanpa nafas ) -Allahumma inni waaqifun bibaabika walaa-idzun bijanaabika wa muta ’awwidzun bijalaalika wa mutawassilun bi auliyaa-ika wa mustasyfi ’un bi waliyyika……………..bin…………..antaqdhiya jamii’a haajati…..( sebut hajat kita )— ( Catatan :setelah kalimat bi Waliyyika sebut nama Wali yang kita Ziarohi ) Setelah itu membaca : • Asyhaduan laa ilaha ilallah wa asyhaduanna Muhammadar rasulullah.3x • Astaghfirullahal adhiimal ladzii laa ilaha illa huwal Hayyul Qoyyumu wa atubu ilaihi.3x • Sholawat Ruh : Bismillahir rahmaanir rahiim. Allhohumma sholli ‘alaa ruuhi sayyidina Muhammadin fiil arwaahi wa ‘alaa jasadihi fil ajsaadi wa ‘alaa Qobrihi fiil Qubuuri wa ‘alaa alihi wa shohbihi wabarik wa sallim tasliiman bi qodri ‘adhoomati dzaatika fii kulli waqtin wahiin.11x Setelah itu bacalah surah yasiin wa tahlil seperti biasanya. Baru kemudian kita membaca fatehah khusus kepada waliyullah tersebut. Mulailah dengan pembacaan fatehah sebagai berikut…. 1. Alfatehah liridho illahi ta’alaa… syai-un lillahi ta’alaa…. alfatehah.1x 2. Alfatehah lisyafaa’atin Nabiyyi Sayyidina Muhammadin Sholallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam….Alfatehah 1x 3. Alfatehah libarokaati karoomati auliyaa-illahi ta ’alaa….Alfatehah 1x 4. Alfatehah liridhol walidayni syai-un lillahi ta ’alaa….. Alfatehah 1x 5. Alfatehah li akhi wa tau- amaani wa qoriibi syai-un lillahi ta ’alaa….. Alfatehah 1x 6. Alfatehah ilaa ruuhi karoomati……… ( Nama Wali yang dimaksud )…….wawalidayhi wa masya-ikhihi. …..Alfatehah 1x 7. Assalamu’alaika Yaa Syekh……….( Nama Wali yang dimaksud ) 7x…( Hadir ) 8. Hatta Arokum bi’aiini wa ukallimukum bilisaanii. 7x 9. Kemudian baca Dzikir ini : Yaa Huu.1511x Kemudian bacalah Amalan Asadullahil Gholib. Pembacaan ini dimaksudkan untuk pencegahan dari kedatangan Ruhaniyyah atau sebangsa jin yang akan menyerupai Wali yang kita,inginkan. Insya Allah setelah,membaca ini maka ruhaniyyah /Jin / Khodam itu tidak akan bisa menyerupai sang Waliyullah. Ciri-ciri kedatangan Waliyullah biasanya diiringi dengan suasana yang terasa hening, badan dan pikiran kita terasa tenang, hati merasa haru.Terasa tumbuh Jiwa Tauhid kepada Allah SWT, meleburnya nafsu dalam diri, timbul rasa berdosa akan kesalahan / maksiat yg kita perbuat. Alfatehah ‘ala niyyatil hifzhi wassalamati min syarril kholqi ajma ’in,waliridho illahi ta’alaa syai-un lillahi bissiril fatehah….. 1. Asyhaduan laa ilaha illallah wa asyhaduanna muhammadan rasulullah. 3x 2. Astaghfirullahal adziim. 3x 3. Allahumma sholli ‘alaa sayyidina muhammadin nabiyil ’ummi wa ‘alaa alihi wa shohbihi wa sallam.3x 4. Fakasyafna ‘anka ghithoo-aka fabashurkal yauma haddid.3x 5. Lahaula walaa quwwata illa billah. 6. Bismillahi …( Allahu akbar.3x senafas) tawasaltu bi sayyidil imam masyriq wal maghrib asadullahil gholib sayyidina ali bin abi tholib wa tilmidzihi dzul- iman laqobuhu kian santang, wal habib abdullah bin abdul qodir bil-faqih, wa syekh……..(isi dengan nama wali yang kita ziarohi ) 7. Allahumma iyyakana ’budu wa iyyaka nasta’iin…….( Niatkan disini hajatmu) 8. Ihfazhna wa salimna min syarril kholqi ajma ’iin. 9. Bihaqqi…. : Laa ilaha illallah. 7x( tahan nafas….) 10. sambung dengan ucapan : Muhammadur rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam. 11. Ya ‘ibadallah a’iinuuni.3x 12. Ya Rijal Ghoib unshuruni billah.3x 13. Ya Allah..66x / 1000x 14. Sholawat Nuur: “Allahumma sholli ‘ala nuril anwar, wa sirril asror,wa tiryaqil aghyaar, Wa miftahii baabil yasaar, sayyidina muhammadinil mukhtar wa alihil ath-har,wa ashabihil akhyaar, ‘adada ni’amillahi wa ifdholi…11 x ***Selanjutnya hidupkan dzikir nafasnya selama kurang lebih 10 menit / selama setengah jam /selama yang kita inginkan ) Caranya: 1. Tarik nafas dari bawah pusat sampai ke ubun-ubun, baca :HUU 2. Turun nafas dari ubun-ubun kebawah susu kanan 2 jari, baca : ALLAH ……sambil munajat kepada Allah dibatin . Fokus untuk kehadiran sang waliyullah. === Ritual Ziarah & Tawasul selesai. Tutup dengan Doa === Catatan : Pada maqom-maqom tertentu ( kedudukan seseorang dimata Allah SWT ) kehadiran seorang Waliyullah bisa dilihat dan dirasakan dengan mata kepala kita. Hati dan semua panca indera lahir batin akan mengetahui kehadiran Sang Wali. Namun apabila Maqom yg kita punya jauh dibawah itu, maka kedatangan beliau biasanya hadir dalam mimpi secara urut. Artinya minimal selama 3 hari( malam ) berurutan beliau akan mengabarkan kehadirannya. Saat itulah akan ada komunikasi antara kita dan beliau. Bentuk komunikasi tersebut tidak sama antara satu dengan yang lain. Alangkah baiknya jika pengalaman spiritual ini tidak dibuka kepada orang lain. Tapi kabarkan saja kepada Guru /Syekh kita sendiri. ____________________________*******

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar